
05/08/2009
dari berjan aku brangkat jam 7 nan pagi menuju ke mas ibnu malik rejosari banjar mangu banjar lnegara, setelah selesai acara aku pamit menuju kawah condrodimuko.dari gus ibnu jam 1 nan, nyampai kawah jam 2, 30.jaraknya kira2 45 km.
kawah condrodimuko terletek di Desa:pekasiran
Kecamatan :batur
Kab: banjarnegara.
disekitar kawah banyak
Perkebunana kentang.
masuk Bayar: 2500 per orang,parkir 2000.
300 meter Jalan bebatuan,tapi mobil kijangku bisa nyampai atas.
kawah ini diambil dari cerita gatot kaca anak bima dan arimbi,setelah lahir dimasukkan di kawah, keluar jadi otot kawat balung wesi.
aku ngambil blerang tuk tombo gatal, cuman bayar 5000 tuk tukang jasanya.
indah sekali kawahnya...
innallaha jamil yuhibbul jamal.
23.14
semoga lek ma'ruf enggal saras.
beliau gerah ginjal,
ada dua ke mungkinan untuk cuci darah, atau cangkok ginjal.
kalau para pembaca bisa membantu tolong di beri tahu dokter alternatif yang tokcer.
beliau gerah ginjal,
ada dua ke mungkinan untuk cuci darah, atau cangkok ginjal.
kalau para pembaca bisa membantu tolong di beri tahu dokter alternatif yang tokcer.
19.16
aku arep ngetokno fotoku tapi durung kasil.
09.35
Hikmah ke 25
ู ุง ุชููู ู ุทูุจ ุฃูุช ุทุงูุจู ุจุฑุจู
ููุงุชูุณุฑ ู ุทูุจ ุฃูุช ุทุงูุจู ุจููุณู
Artinya:
1. tidak akan terhenti cita-cita yang kau cari dengan tuhanmu,
2.Dan tidak akan mudah cita-cita yang kamu cari dengan mengandalkan dirimu .
Artinya adalah kamu ketika ingin menggapai sesuatu dengan mengandalkan taufiq dari Allah, mengesampingkan kekuatan dan usahamu, maka kamu tidak akan rugi, kalah dan pasti akan berhasil.
Sebaliknya kalau kamu mencari sesuatu itu dengan mengandalkan kekuatan dan usahamu maka pasti kamu tidak akan berhasil tapi kamu akan rugi dan kalah.
DALIL-DALIL
1. Ayat yang paling jelas menerangkan tentang ini adalah:
ูุง ุฃููุง ุงููุงุณ ุฃูุชู ุงูููุฑุงุก ุงูู ุงููู ูุงููู ูู ุงูุบูู ุงูุญู ูุฏ
Arti dari "FAQR" di situ bukan kok cuma faqir harta, tapi segala kefaqiran dan kebutuhan itu tertanam dalam diri manusia; artinya manusia itu faqir dalam kekuatannya, dalam ilmunya, dan faqir dalam segala kebutuhannya seperti harta dan sebagainya.ketika dia bergerak maka Allah lah yang menggerakkannya, kalau dia beraktifitas di atas bumi ini, membangun, bertani, berkreasi, mencetuskan ide maka semua aktifitasnya itu dengan cuma pertolongan Allah.
2. Nabi Muhammad Saw menyuruh kita untuk memperbanyak berkata :
ูุง ุญูู ููุง ููุฉ ุงูุง ุจุงููู ุงูุนูู ุงูุนุธูู
Di riwayatkan oleh ibn ishaq bahwa sahabat Malik al-Asyja'i datang pada nabi saw, lalu matur: anakku Auf di tawan.lalu dia mengadu pada beliau susah ibunya. Maka nabi mengatakan: utus pada anakmu bahwa nabi memerintahkanmu untuk memperbanyak LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIM.lalu Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya pada ke dua orang tuanya.
3. Dalil yang ketiga adalah perkataan nabi saw:
ุงูู ุคู ู ุงูููู ุฎูุฑ ูุฃุญุจ ุงูู ุงููู ู ู ุงูู ุคู ู ุงูุถุนูู ููู ูู ุฎูุฑ.ุงุญุฑุต ุนูู ู ุง ูููุนู.ูุงุณุชุนู ุจุงููู ููุง ุชุนุฌุฒ ูุงู ุฃุตุงุจู ุดูุก ููุง ุชูู ูู ุฃูู ูุนูุช ูุงู ูุฐุง ููุฐุง ูููู ูู ูุฏุฑ ุงููู ูู ุง ุดุงุก ูุนู ูุฅู ูู ุชูุชุญ ุนู ู ุงูุดูุทุงู
Dalam hadits ini baginda Rasul mendahulukan minta pertolongan pada Allah(ISTAIN BILLAH), mengakhirkan pencegahan supaya tidak lemah(WALA TA'JIZ).
Arti dari pendahuluan dan pengakhiran ini adalah, supaya kita berdoa dan meminta dulu pada Allah, baru lalu usaha.usaha itu bisa berbuah kalau ada permintaan pada Allah.
Semua kita pasti pernah mengalami ketika bangun tidur misalnya tidak bisa bangun, tiba-tiba tidak mampu untuk menggerakkan anggota badan kita.Fenomena apa ini? Jawabannya adalah karena Allah mencabut bantuannya pada kita.bagaimanapun ilmu modern menafsirkannya, tapi kenyataan bahwa Allah mencabut bantuannya adalah yang benar.ilmu modern cuma menafsirkan akibat(Atsar) dari keEsaan Alllah ini.
ISYKAL DAN JAWABANNYA
Sebagian orang yang bertanya-tanya bahwa saya melakukan belajar dengan mengandalkan pada diriku, tapi tetap saja saya berhasil, tidak berhenti seperti yang di ajarkan oleh Ibnu Ata'illah?
Disini kita bisa menjawab bahwa yang di maksud Ibnu Ata'illah dengan terhenti(TAWAQQAFA) di sini bukan berarti Allah menghilangkan kekuatan dari orang ini, tapi yang di maksud adalah Allah menarik TAUFIQNYA dari orang ini.
TAUFIQ disini bukan berarti dia pasti tidak lulus sekolah, tapi yang dimaksud adalah dia tidak akan mendapatkan tujuan dan hasil dari belajarnya.
Juga isykal ini bisa di jawab bahwa apa yang dipaparkan Ibnu Ata'illah ini khusus bagi orang yang beriman, sebab kalau dia tidak iman maka ada undang-undang yang lain yaitu dawuh Allah
ููุง ูู ุฏ ูุคูุงุก ููุคูุงุก ูู ุง ูุงู ุนุทุงุก ุฑุจู ู ุญุฐูุฑุง
Juga dalam ayat:
ุฐุฑูู ูุฃููู ููุชู ุชุนูุงูููููู ุงูุฃู ู ูุณูู ูุนูู ูู
BUKTI SEJARAH AKAN KEBENARAN HIKMAH INI.
Kebenaran hikam ini bisa terbukti dalam perorangan atau indifidual, juga bisa di buktikan dalam sejarah kenegaraan dan masyarakat banyak,disini akan kita ketengahkan sejarah kehidupan umat islam dulu.
Ketika Nabi saw perang badar, jumlah muslimin sangan tidak sebanding dengan qaum musyrikin, tapi mereka sangat tergantung pada kekuasaan Allah sehingga Allah memberikan kemenangan.doa mereka di abadikan oleh Quran:
ุงุฐ ุชุณุชุบูุซูู ุฑุจูู ูุงุณุชุฌุงุจ ูู ุฃูู ู ู ุฏูู ุจุฃูู ู ู ุงูู ูุงุฆูุฉ ู ุฑุฏููู
Begitu juga ketika muslimin perang khondaq,khoebar,mu'tah,tabuk bahkan akhir dari perang uhud.
Tapi ketika muslimin mengandalkan pada diri mereka pada hunain maka mereka kalah perang.perang hunain ini adalah bukti hikam Ibnu Ata'illah pada paruh ke dua. Allah mengabadikan perang hunain ini dalam quran:
ูููู ุญููู ุฅุฐ ุฃุนุฌุจุชูู ูุซุฑุชูู ููู ุชุบู ุนููู ุดูุฆุง
Begitu juga sejaranya khulafa'urrosyidin, sholahuddin dan nuruddin zinky pada perang salib, juga muhammad al-fatih dalam penaklukannya pada kota kostantinopel
Adapun keterpurukan muslimin saat ini membuktikan kebenaran paruh kedua dari hikmah Ibnu Ata'illah.keadaan ummat islam sekarang ini telah di gambarkan Nabi sejak dulu kala:
ููุดู ุฃู ุชุฏุงุนู ุนูููู ุงูุฃู ู ูู ุง ุชุฏุงุนู ุงูุฃููุฉ ุงูู ูุตุนุชูุง ูุงู ุฃู ู ููุฉ ูุญู ููู ุฆุฐ؟ ูุงู ุจู ุฃูุชู ููู ุฆุฐ ูุซูุฑ ูููููู ุบุซุงุก ูุบุซุงุก ุงูุณูู. ูุณููุฒุนู ุงููู ุงูุฑูุจุฉ ู ููู ู ู ูููุจ ุฃุนุฏุงุฆูู ูุณููุฐูู ูู ูููุจูู ุงูููู ูุงููุง ู ุงุงูููู ูุง ุฑุณูู ุงููู؟
ูุงู ุญุจ ุงูุฏููุง ููุฑุงููุฉ ุงูู ูุช
Tapi disini perlu dipahami bahwa bukan berarti dengan percaya pada kekuatan Allah berarti tidak perlu usaha, tapi arti dari hikmah ini adalah bahwa keyakinan akan kekuatan Allah itu tertanam pada hati, adapun usaha adalah aktifitas anggota badan.
Allah memerintahkan supaya kita meyakini bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah:
ูู ุง ุงููุตุฑ ูุง ู ู ุนูุฏ ุงููู
Tapi Allah juga memerintahkan untuk usaha:
ูุฃุนุฏูุง ููู ู ุง ุงุณุชุทุนุชู ู ู ููุฉ ูู ู ุฑุจุงุท ุงูุฎูู ุชุฑูุจูู ุจู ุนุฏู ุงููู ูุนุฏููู
WALLAHU A'LAM
ู ุง ุชููู ู ุทูุจ ุฃูุช ุทุงูุจู ุจุฑุจู
ููุงุชูุณุฑ ู ุทูุจ ุฃูุช ุทุงูุจู ุจููุณู
Artinya:
1. tidak akan terhenti cita-cita yang kau cari dengan tuhanmu,
2.Dan tidak akan mudah cita-cita yang kamu cari dengan mengandalkan dirimu .
Artinya adalah kamu ketika ingin menggapai sesuatu dengan mengandalkan taufiq dari Allah, mengesampingkan kekuatan dan usahamu, maka kamu tidak akan rugi, kalah dan pasti akan berhasil.
Sebaliknya kalau kamu mencari sesuatu itu dengan mengandalkan kekuatan dan usahamu maka pasti kamu tidak akan berhasil tapi kamu akan rugi dan kalah.
DALIL-DALIL
1. Ayat yang paling jelas menerangkan tentang ini adalah:
ูุง ุฃููุง ุงููุงุณ ุฃูุชู ุงูููุฑุงุก ุงูู ุงููู ูุงููู ูู ุงูุบูู ุงูุญู ูุฏ
Arti dari "FAQR" di situ bukan kok cuma faqir harta, tapi segala kefaqiran dan kebutuhan itu tertanam dalam diri manusia; artinya manusia itu faqir dalam kekuatannya, dalam ilmunya, dan faqir dalam segala kebutuhannya seperti harta dan sebagainya.ketika dia bergerak maka Allah lah yang menggerakkannya, kalau dia beraktifitas di atas bumi ini, membangun, bertani, berkreasi, mencetuskan ide maka semua aktifitasnya itu dengan cuma pertolongan Allah.
2. Nabi Muhammad Saw menyuruh kita untuk memperbanyak berkata :
ูุง ุญูู ููุง ููุฉ ุงูุง ุจุงููู ุงูุนูู ุงูุนุธูู
Di riwayatkan oleh ibn ishaq bahwa sahabat Malik al-Asyja'i datang pada nabi saw, lalu matur: anakku Auf di tawan.lalu dia mengadu pada beliau susah ibunya. Maka nabi mengatakan: utus pada anakmu bahwa nabi memerintahkanmu untuk memperbanyak LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIM.lalu Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya pada ke dua orang tuanya.
3. Dalil yang ketiga adalah perkataan nabi saw:
ุงูู ุคู ู ุงูููู ุฎูุฑ ูุฃุญุจ ุงูู ุงููู ู ู ุงูู ุคู ู ุงูุถุนูู ููู ูู ุฎูุฑ.ุงุญุฑุต ุนูู ู ุง ูููุนู.ูุงุณุชุนู ุจุงููู ููุง ุชุนุฌุฒ ูุงู ุฃุตุงุจู ุดูุก ููุง ุชูู ูู ุฃูู ูุนูุช ูุงู ูุฐุง ููุฐุง ูููู ูู ูุฏุฑ ุงููู ูู ุง ุดุงุก ูุนู ูุฅู ูู ุชูุชุญ ุนู ู ุงูุดูุทุงู
Dalam hadits ini baginda Rasul mendahulukan minta pertolongan pada Allah(ISTAIN BILLAH), mengakhirkan pencegahan supaya tidak lemah(WALA TA'JIZ).
Arti dari pendahuluan dan pengakhiran ini adalah, supaya kita berdoa dan meminta dulu pada Allah, baru lalu usaha.usaha itu bisa berbuah kalau ada permintaan pada Allah.
Semua kita pasti pernah mengalami ketika bangun tidur misalnya tidak bisa bangun, tiba-tiba tidak mampu untuk menggerakkan anggota badan kita.Fenomena apa ini? Jawabannya adalah karena Allah mencabut bantuannya pada kita.bagaimanapun ilmu modern menafsirkannya, tapi kenyataan bahwa Allah mencabut bantuannya adalah yang benar.ilmu modern cuma menafsirkan akibat(Atsar) dari keEsaan Alllah ini.
ISYKAL DAN JAWABANNYA
Sebagian orang yang bertanya-tanya bahwa saya melakukan belajar dengan mengandalkan pada diriku, tapi tetap saja saya berhasil, tidak berhenti seperti yang di ajarkan oleh Ibnu Ata'illah?
Disini kita bisa menjawab bahwa yang di maksud Ibnu Ata'illah dengan terhenti(TAWAQQAFA) di sini bukan berarti Allah menghilangkan kekuatan dari orang ini, tapi yang di maksud adalah Allah menarik TAUFIQNYA dari orang ini.
TAUFIQ disini bukan berarti dia pasti tidak lulus sekolah, tapi yang dimaksud adalah dia tidak akan mendapatkan tujuan dan hasil dari belajarnya.
Juga isykal ini bisa di jawab bahwa apa yang dipaparkan Ibnu Ata'illah ini khusus bagi orang yang beriman, sebab kalau dia tidak iman maka ada undang-undang yang lain yaitu dawuh Allah
ููุง ูู ุฏ ูุคูุงุก ููุคูุงุก ูู ุง ูุงู ุนุทุงุก ุฑุจู ู ุญุฐูุฑุง
Juga dalam ayat:
ุฐุฑูู ูุฃููู ููุชู ุชุนูุงูููููู ุงูุฃู ู ูุณูู ูุนูู ูู
BUKTI SEJARAH AKAN KEBENARAN HIKMAH INI.
Kebenaran hikam ini bisa terbukti dalam perorangan atau indifidual, juga bisa di buktikan dalam sejarah kenegaraan dan masyarakat banyak,disini akan kita ketengahkan sejarah kehidupan umat islam dulu.
Ketika Nabi saw perang badar, jumlah muslimin sangan tidak sebanding dengan qaum musyrikin, tapi mereka sangat tergantung pada kekuasaan Allah sehingga Allah memberikan kemenangan.doa mereka di abadikan oleh Quran:
ุงุฐ ุชุณุชุบูุซูู ุฑุจูู ูุงุณุชุฌุงุจ ูู ุฃูู ู ู ุฏูู ุจุฃูู ู ู ุงูู ูุงุฆูุฉ ู ุฑุฏููู
Begitu juga ketika muslimin perang khondaq,khoebar,mu'tah,tabuk bahkan akhir dari perang uhud.
Tapi ketika muslimin mengandalkan pada diri mereka pada hunain maka mereka kalah perang.perang hunain ini adalah bukti hikam Ibnu Ata'illah pada paruh ke dua. Allah mengabadikan perang hunain ini dalam quran:
ูููู ุญููู ุฅุฐ ุฃุนุฌุจุชูู ูุซุฑุชูู ููู ุชุบู ุนููู ุดูุฆุง
Begitu juga sejaranya khulafa'urrosyidin, sholahuddin dan nuruddin zinky pada perang salib, juga muhammad al-fatih dalam penaklukannya pada kota kostantinopel
Adapun keterpurukan muslimin saat ini membuktikan kebenaran paruh kedua dari hikmah Ibnu Ata'illah.keadaan ummat islam sekarang ini telah di gambarkan Nabi sejak dulu kala:
ููุดู ุฃู ุชุฏุงุนู ุนูููู ุงูุฃู ู ูู ุง ุชุฏุงุนู ุงูุฃููุฉ ุงูู ูุตุนุชูุง ูุงู ุฃู ู ููุฉ ูุญู ููู ุฆุฐ؟ ูุงู ุจู ุฃูุชู ููู ุฆุฐ ูุซูุฑ ูููููู ุบุซุงุก ูุบุซุงุก ุงูุณูู. ูุณููุฒุนู ุงููู ุงูุฑูุจุฉ ู ููู ู ู ูููุจ ุฃุนุฏุงุฆูู ูุณููุฐูู ูู ูููุจูู ุงูููู ูุงููุง ู ุงุงูููู ูุง ุฑุณูู ุงููู؟
ูุงู ุญุจ ุงูุฏููุง ููุฑุงููุฉ ุงูู ูุช
Tapi disini perlu dipahami bahwa bukan berarti dengan percaya pada kekuatan Allah berarti tidak perlu usaha, tapi arti dari hikmah ini adalah bahwa keyakinan akan kekuatan Allah itu tertanam pada hati, adapun usaha adalah aktifitas anggota badan.
Allah memerintahkan supaya kita meyakini bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah:
ูู ุง ุงููุตุฑ ูุง ู ู ุนูุฏ ุงููู
Tapi Allah juga memerintahkan untuk usaha:
ูุฃุนุฏูุง ููู ู ุง ุงุณุชุทุนุชู ู ู ููุฉ ูู ู ุฑุจุงุท ุงูุฎูู ุชุฑูุจูู ุจู ุนุฏู ุงููู ูุนุฏููู
WALLAHU A'LAM
23.19
apapun yang terjadi itu di taqdirkan Allah maka apapun hasilnya kita ridlohi saja.alhamdulillah.
hasil akhir menempatkan KH AUFAL MAROM di rangking ke 6.
ูุนุณู ุงู ุชูุฑููุง ุดูุฆุง ููู ุฎูุฑ ููู
ูุนุณู ุงู ุชุญุจูุง ุดูุฆุง ููู ุดุฑ ููู ูุงููู ูุนูู ูุงูุชู ูุง ุชุนูู ูู
hasil akhir menempatkan KH AUFAL MAROM di rangking ke 6.
ูุนุณู ุงู ุชูุฑููุง ุดูุฆุง ููู ุฎูุฑ ููู
ูุนุณู ุงู ุชุญุจูุง ุดูุฆุง ููู ุดุฑ ููู ูุงููู ูุนูู ูุงูุชู ูุง ุชุนูู ูู
17.28
bolak balik neng kpu tapi ora bar-bar.
semoga cepat selesai dan hasil maksud.
semoga cepat selesai dan hasil maksud.
07.22
sebagai yang mengemban amanat di Madrasah Aliyah Al-anwar Gondan, saya meminta doa pembaca supaya anak-anak kelas 3 yang besok senin melakukan ujian nasional bisa lulus semua.amin.
tidak lupa anak-anak yang ada di MA An-nawawi berjan purworejo.
yaa robb, minan-najihin kullihin ...bibarokatin-naby wa alihi wa shohbihi
tidak lupa anak-anak yang ada di MA An-nawawi berjan purworejo.
yaa robb, minan-najihin kullihin ...bibarokatin-naby wa alihi wa shohbihi
22.07
selamat tuk kaka kamil yg di berikan oleh Allah amanat tuk ke dua kali di kab Rembang.allah yubarik fikum
00.29
pada tanggal 30 april, aku pergi ke jakarta bersama pak Dawam Afandi dan pak Zainal Amin untuk mengikuti workshop tentang pendirian Ma'had Aly.
Banyak cerita lucu dengan mereka berdua, khusunya masalah penggunakan hotel yang eksekutif.hi hi hi, lucu banget sampai kta bertiga kaku perut karena terpingkal.pingkal.
kita juga kenalan dengan banyak asatidz dari beberapa pondok salaf.khususnya mbah budukhun dari kaliwungu kendal.
Banyak cerita lucu dengan mereka berdua, khusunya masalah penggunakan hotel yang eksekutif.hi hi hi, lucu banget sampai kta bertiga kaku perut karena terpingkal.pingkal.
kita juga kenalan dengan banyak asatidz dari beberapa pondok salaf.khususnya mbah budukhun dari kaliwungu kendal.
22.14
assalamualaikum
minta doanya semoga hidup saya barakah.amin
minta doanya semoga hidup saya barakah.amin
03.50
ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
CALEG IDEAL
Oleh : KH. Muhammad Wafi, LC
A. PENDAHULUAN
April tahun 2009 M merupakan waktu bagi calon legislatif yang akan bertarung dalam menentukan siapa yang berhak untuk menjalankan roda pemerintahan baik di daerah tingkat I, II maupun pusat. Untuk mewujudkan impiannya, mereka harus berjuang keras dengan berbagai cara baik legal maupun illegal walaupun terkadang menuai banyak kecaman dan kontroversi di berbagai kalangan.
Para caleg harus bisa menarik simpati masyarakat baik dari kalangan bawah maupun kalangan atas. Mereka harus mengajak masyarakat agar mau memilih mereka dalam pencoblosan yang dilakukan secara langsung tersebut. Namun masyarakat sekarang ini terlebih umat islam sedang dihadapkan pada masalah yang sangat pelik. Problema mereka sangat kompleks, meliputi krisis kepercayaan dan kurang menyadari urgensi demokrasi dalam pembangunan negara ini. Dalam konteks ini diperlukan adanya penjelasan dan pemahaman terhadap umat islam bagaimana menentukan pilihan mereka secara tepat dan benar.
B. KRITERIA PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Islam adalah agama yang detail dalam mengatur kehidupan umat manusia. Hal itu dilakukan agar kehidupan ini bisa berjalan secara serasi, seimbang dan mengikuti norma-norma ilahi. Islam telah memberi garis-garis besar untuk menjadi seorang pemimpin yang notabene adalah khalifatullah di bumi ini. Ada beberapa kriteria untuk menjadi pemimpin yang baik menurut islam, diantaranya adalah :
Wali Adil
Salah satu sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah adil. Adil adalah menyelaraskan antara hak dan kewajiban. Banyak sekali ayat Al-Qur'an maupun Hadits Nabi yang menjelaskan tentang pentingnya adil. Dalam Surat An-Nisa': 58 Allah telah berfirman :
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑُُูู ْ ุฃَْู ุชُุคَุฏُّูุง ุงْูุฃَู َุงَูุงุชِ ุฅَِูู ุฃََِْูููุง َูุฅِุฐَุง ุญََูู ْุชُู ْ ุจََْูู ุงَّููุงุณِ ุฃَْู ุชَุญُْูู ُูุง ุจِุงْูุนَุฏِْู ุฅَِّู ุงََّููู ِูุนِู َّุง َูุนِุธُُูู ْ ุจِِู ุฅَِّู ุงََّููู َูุงَู ุณَู ِูุนًุง ุจَุตِูุฑًุง (58)
Artinya :
58.Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Adapun hadits Nabi yang menjelaskan tentang pentingnya adil diantaranya adalah sebagai berikut :
ุญَุฏَّุซََูุง ุดَْูุจَุงُู ุจُْู َูุฑُّูุฎَ ุญَุฏَّุซََูุง ุฌَุฑِูุฑُ ุจُْู ุญَุงุฒِู ٍ ุญَุฏَّุซََูุง ุงْูุญَุณَُู ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจُْู ุณَู ُุฑَุฉَ َูุงَู َูุงَู ِูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุง ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุณَู ُุฑَุฉَ َูุง ุชَุณْุฃَْู ุงْูุฅِู َุงุฑَุฉَ َูุฅََِّูู ุฅِْู ุฃُุนْุทِูุชََูุง ุนَْู ู َุณْุฃََูุฉٍ ُِْูููุชَ ุฅََِْูููุง َูุฅِْู ุฃُุนْุทِูุชََูุง ุนَْู ุบَْูุฑِ ู َุณْุฃََูุฉٍ ุฃُุนِْูุชَ ุนَََْูููุง .....
Artinya :
"Ya Abdurrohman bin Samuroh janganlah engkau meminta jadi pemimpin karena apabila engkau diberinya dengan meminta maka engkau tidak akan diberi pertolongan, dan apabila engkau diberi dengan tanpa meminta maka engkau akan di beri pertolongan"(HR. Muslim)
ุญَุฏَّุซَِูู ุฒَُْููุฑُ ุจُْู ุญَุฑْุจٍ َูู ُุญَู َّุฏُ ุจُْู ุงْูู ُุซََّูู ุฌَู ِูุนًุง ุนَْู َูุญَْูู ุงَْููุทَّุงِู َูุงَู ุฒَُْููุฑٌ ุญَุฏَّุซََูุง َูุญَْูู ุจُْู ุณَุนِูุฏٍ ุนَْู ุนُุจَْูุฏِ ุงَِّููู ุฃَุฎْุจَุฑَِูู ุฎُุจَْูุจُ ุจُْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู َِู ุนَْู ุญَْูุตِ ุจِْู ุนَุงุตِู ٍ ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุนَْู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู ุณَุจْุนَุฉٌ ُูุธُُِّููู ْ ุงَُّููู ِูู ุธِِِّูู َْููู َ َูุง ุธَِّู ุฅَِّูุง ุธُُِّูู ุงْูุฅِู َุงู ُ ุงْูุนَุงุฏُِู َูุดَุงุจٌّ َูุดَุฃَ ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุงَِّููู َูุฑَุฌٌُู َْููุจُُู ู ُุนٌََّูู ِูู ุงْูู َุณَุงุฌِุฏِ َูุฑَุฌَُูุงِู ุชَุญَุงุจَّุง ِูู ุงَِّููู ุงุฌْุชَู َุนَุง ุนََِْููู َูุชََูุฑََّูุง ุนََِْููู َูุฑَุฌٌُู ุฏَุนَุชُْู ุงู ْุฑَุฃَุฉٌ ุฐَุงุชُ ู َْูุตِุจٍ َูุฌَู َุงٍู ََููุงَู ุฅِِّูู ุฃَุฎَุงُู ุงََّููู َูุฑَุฌٌُู ุชَุตَุฏََّู ุจِุตَุฏََูุฉٍ َูุฃَุฎَْูุงَูุง ุญَุชَّู َูุง ุชَุนَْูู َ َูู ُُِููู ู َุง ุชُُِْููู ุดِู َุงُُูู َูุฑَุฌٌُู ุฐََูุฑَ ุงََّููู ุฎَุงًِููุง ََููุงุถَุชْ ุนََْููุงُู
Artinya :
"Ada tujuh golongan yang akan diberi tempat berteduh oleh Allah pada hari ketika tidak ada tempat berteduh kecuali tempat teduhnya Allah yaitu Imam yang adil, Pemuda yang tumbuh dan taat pada Allah, laki-laki yang hatinya bergantung pada masjid, dua orang yang saling mencintai dan bertemu serta berpisah karena Allah, Orang laki – laki yang ketika dirayu wanita yang memiki pangkat dan kecantikan dia berkata : sesungguhnya saya takut pada Allah, laki – laki yang bershodaqoh dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui yang dishodaqohkan oleh tangan kanannya dan laki-laki yang ingat pada Allah di waktu sepi hingga meneteskan air mata." (HR. Muslim)
ูุงู ุฑَุณُُูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : "ุซَูุงَุซَุฉٌ ูุง ุชُุฑَุฏّ ุฏَุนَْูุชُُูู ْ: ุงูุตّุงุฆِู ُ ุญَِูู ُْููุทِุฑُ، َูุงูุฅู َุงู ُ ุงูุนَุงุฏُِู، َูุฏَุนَْูุฉُ ุงูู َุธُْููู ِ َูุฑَْูุนَُูุง ุงููู ََْููู ุงูุบَู َุงู ََْูููุชَุญُ ََููุง ุฃَุจَْูุงุจَ ุงูุณّู َุงุกِ، َُُููููู ุงูุฑّุจّ ูุนِุฒّุชِู ูุฃُูุตُุฑَّูู ََْููู ุจَุนْุฏَ ุญٍِูู".
Artinya :
"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak yaitu : orang yang berpuasa sampai berbuka, imam yang adil, dan doanya orang yang dianiaya yang diangkat Allah di atas mendung. Dan Allah membuka pintu-pintu langit sambil berkata : Demi keagunganku pasti Aku akan menolongmu wulaupun setelah masa yang lama"(HR. Turmudzi)
ุญَุฏَّุซََูุง ุฃَุจُู ุจَْูุฑِ ุจُْู ุฃَุจِู ุดَْูุจَุฉَ َูุฒَُْููุฑُ ุจُْู ุญَุฑْุจٍ َูุงุจُْู ُูู َْูุฑٍ َูุงُููุง ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููุงُู ุจُْู ุนََُْูููุฉَ ุนَْู ุนَู ْุฑٍู َูุนِْูู ุงุจَْู ุฏَِููุงุฑٍ ุนَْู ุนَู ْุฑِู ุจِْู ุฃَْูุณٍ ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุจِْู ุนَู ْุฑٍู َูุงَู ุงุจُْู ُูู َْูุฑٍ َูุฃَุจُู ุจَْูุฑٍ َูุจُْูุบُ ุจِِู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َِููู ุญَุฏِูุซِ ุฒَُْููุฑٍ َูุงَู َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฅَِّู ุงْูู ُْูุณِุทَِูู ุนِْูุฏَ ุงَِّููู ุนََูู ู ََูุงุจِุฑَ ู ِْู ُููุฑٍ ุนَْู َูู ِِูู ุงูุฑَّุญْู َِู ุนَุฒَّ َูุฌََّู َِْูููุชَุง َูุฏَِْูู َูู ٌِูู ุงَّูุฐَِูู َูุนْุฏَُِููู ِูู ุญُْูู ِِูู ْ َูุฃَِِْููููู ْ َูู َุง َُูููุง
Artinya :
"Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah itu berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya tangan kanan Allah dan kedua tangan-Nya adalah tangan kanan, yaitu orang yang berbuat adil dalam putusannya, keluarganya dan sesuatu yang mereka urusi" (HR. Muslim)
Menjadi pemimpin memang merupakan suatu ibadaah yang sangat utama jika disertai dengan adil dan sabar. Dalam hadits nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas disebutkan :
ูููู ู ู ุงู ุงู ุนุงุฏู ุฎูุฑ ู ู ุนุจุงุฏุฉ ุงูุฑุฌู ูุญุฏู ุณุชูู ุนุงู ุง
Artinya :
"Satu hari dari imam yang adil niscaya lebih baik dari pada ibadah seseorang dalam 60 tahun"(HR. Tabrani dan Al-Baihaqi)
Namun apabila pemimpin tersebut adalah orang yang tidak adil atau jair (jahat), maka dia akan hancur dan satu hari baginya lebih jelek dari pada fasiq 60 tahun sebagaimana mafhum hadits di atas. Karena bahaya inilah maka banyak sekali sahabat dan ulama' yang melarang seseorang untuk mencari jabatan sebagai leader tersebut.
Sahabat Abu Bakar ra. pernah melarang Rafi' ibn Umar untuk menjadi seorang pemimpin karena khawatir jika tidak bisa berbuat adil sehingga akhirnya mendapatkan laknat dari Allah swt. Rasulullah saw pernah bersabda :
ู ุง ู ู ูุงูู ุนุดุฑุฉ ุงูุง ุฌุงุก ููู ุงูููุงู ุฉ ู ุบูููุฉ ูุฏู ุงูู ุนููู ุงุทููู ุนุฏูู ุงู ุงูุจูู ุฌูุฑู
Artinya :
"Tiada seseorang yang menguasai urusan sepuluh orang kecuali besok hari kiamat dia akan datang dengan terbelenggu tangan sampai lehernya, sehingga adilnyalah yang akan melepaskannya atau kejahatannyalah yang akan menetapkannya seperti semula" (HR. Ahmad dan Bazzar)
ู ุง ู ู ุนุจุฏ ูุณุชุฑุนูู ุงููู ุฑุนูุฉ ูู ูุญุทูุง ุจูุตูุญุฉ ุงูุง ูู ูุฑุญ ุฑุงุฆุญุฉ ุงูุฌูุฉ
Artinya :
"Tiada seseorang yang diberi kekuasaan Allah pada suatu rakyat dan tidak menjalankannya dengan kebaikan kecuali dia tidak akan bisa mencium bau surga"
Dari hadits-hadits di atas bisa diambil garis besar bahwa pemimpin yang tidak bisa berbuat adil maka sangat besar bahayanya dan sebaliknya pemimpin yang mampu berbuat adil merupakan suatu amal yang dapat menjadikannya lebih dekat dengan Allah swt.
Amanah
Amanah merupakan suatu tugas yang paling sulit dilaksanakan oleh banyak orang, lebih-lebih seorang pemimpin. Dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab: 72 telah disebutkan :
ุฅَِّูุง ุนَุฑَุถَْูุง ุงْูุฃَู َุงَูุฉَ ุนََูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ َูุงْูุฌِุจَุงِู َูุฃَุจََْูู ุฃَْู َูุญْู ََِْูููุง َูุฃَุดََْْููู ู َِْููุง َูุญَู َََููุง ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุฅَُِّูู َูุงَู ุธَُููู ًุง ุฌًَُูููุง (72)
Artinya :
72. Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki sifat amar ma'ruf nahi munkar. Dengan sifat ini kehidupan masyarakat akan berjalan dengan aman dan mengikuti aturan-aturan syari'at. Amar ma'ruf memang suatu pekerjaan dan tugas yang berat, sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Oleh karena itu Allah berfirman dalam surat Al-Imran: 104 :
َْููุชَُْูู ู ُِْููู ْ ุฃُู َّุฉٌ َูุฏْุนَُูู ุฅَِูู ุงْูุฎَْูุฑِ ََููุฃْู ُุฑَُูู ุจِุงْูู َุนْุฑُِูู ََََْْูููููู ุนَِู ุงْูู َُْููุฑِ َูุฃَُููุฆَِู ُูู ُ ุงْูู ُِْููุญَُูู (104)
Artinya :
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
C. BAGAIMANA MENJADI PEMIMPIN DALAM ISLAM
Untuk menjadi pemimpin sesuai syariat islam, maka seseorang harus bisa mengikuti Rasulullah saw yang merupakan uswatun hasanah bagi semua golongan maupun etnis di dunia ini. Sudah maklum bahwa Rasulullah bukan hanya seorang utusan yang diperintahkan Allah untuk menyebarkan agama islam dan menunjukkan umat ini dari kesesatan. Rasulullah adalah seorang pemimpin yang mampu merubah masyarakat arab waktu itu menjadi masyarakat yang baik dan menjalankan ajaran-ajaran Allah swt.
Sebelum menjadi utusan nabi Muhammad (ketika mendekati umur 40 tahun) senang untuk melakukan uzlah (mengasingkan diri dari kehidupan manusia). Nabi sering menyendiri di gua hira' dan beribadah di sana dalam beberapa malam, terkadang 10 hari dan terkadang lebih bahkan sampai 1 bulan. Setelah itu nabi kembali ke rumah untuk membawa perbekalan dan menuju gua lagi sampai akhirnya beliau diberi wahyu oleh Allah swt.
Dari fenomena kholwat nabi di atas terdapat hikmah yang besar sebagai cermin bagi kehidupan manusia secara global dan bagi para pemimpin secara spesifik. Seseorang tidak akan sempurna islamnya hanya dengan melakukan ibadah-ibadah dan fadhailul amal. Dia harus meluangkan waktunya untuk melakukan uzlah dan menyendiri dari keramaian masyarakat. Dalam uzlah ini dia harus berfikir dan muhasabatun nafsi (instropeksi diri) serta mengangan-angan kebesaran Allah swt. Uzlah di sini tidaklah harus dilakukan dengan menyendiri di dalam gua sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi Muhammad saw, namun bisa juga dilakukan dengan menyendiri di dalam kamar khusus yang jauh dari keramaian.
Ini adalah amaliyah yang harus dilakukan seseorang agar sempurna keislamannya. Lalu bagaimana dengan seorang pemimpin yang akan menunjukkan masyarakat pada jalan yang benar?
Manusia memiliki penyakit-penyakit nafsu yang tidak akan bisa dihilangkan kecuali hanya dengan uzlah dari manusia di sekitarnya. Dari uzlah tersebut mereka akan berpikir bagaimana bisa selamat dari dunia yang hina ini dengan berbagai gemerlapnya. Senang pada jabatan, suka hidup glamour, acuh tak acuh pada masyarakat rendah dan lupa pada janji-janji adalah penyakit-penyakit yang tumbuh pada diri dan menetap pada hati seorang pemimpin. Sifat-sifat ini tidak bisa lepas bahkan dari seseorang yang telah menjalankan amal shalih dan beribadah secara benar tak terkecuali alumni pondok pesantren sarang yang notabene telah berkecimpung dalam dakwah dan memberi mauidhah pada masyarakat.
Penyakit-penyakit di atas hanya bisa disembuhkan dengan menyendiri dan mengangan-angan hakikat dari penyakit, siapa yang menciptakannya dan meminta pertolongan kepada Allah swt. Seorang pemimpin harus berpikir dan menyadari bahwa dirinya adalah mahluk yang lemah dihadapan Allah swt sehingga tidak ada gunanya pujian ataupun hinaan yang dilontarkan masyarakat kepada mereka.
Salah satu kiat lain yang tak kalah penting adalah menanamkan mahabbatullah (cinta kepada Allah) dalam hati seorang pemimpin. Cinta kepada Allah adalah sumber dari pengorbanan dan perjuangan dalam berdakwah secara benar. Cinta kepada Allah tidak akan muncul hanya dengan beriman kepada-Nya dan suatu perkara yang rasional saja pun tidak bisa mempengaruhi hati seseorang dalam beriman. Seandainya demikian, tentu para orientalis akan menjadi orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ketika mendengar dakwah seorang ulama' secara matematis.
Adapun cara untuk menuju mahabbatullah adalah dengan banyak berpikir dalam segala nikmat dan anugrah yang telah diberikan Allah serta mengangan-angan kebesaran dan keagungan-Nya. Selain itu seorang pemimpin juga harus banyak berdzikir kepada Allah baik dengan hati maupun lisan. Dan semua itu bisa sempurna dengan cara uzlah dan menjauhi kesibukan dunia dalam waktu yang berulang-ulang.
Selain uzlah seorang pemimpin juga harus banyak melakukan qiyamul lail. Sebagaimana Allah telah memerintahkan nabi Muhammad saw dalam surat Al Muzammil : 1-4 :
َูุง ุฃََُّููุง ุงْูู ُุฒَّู ُِّู (1) ُูู ِ ุงََّْูููู ุฅَِّูุง ًَِููููุง (2) ِูุตَُْูู ุฃَِู ุงُْููุตْ ู ُِْูู ًَِููููุง (3) ุฃَْู ุฒِุฏْ ุนََِْููู َูุฑَุชِِّู ุงُْููุฑْุขََู ุชَุฑْุชًِููุง (4)
Artinya :
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
D. DO'A PEMIMPIN YANG BAIK
Dan yang terakhir, seorang pemimpin juga harus banyak berdo'a sebagaimana do'a nabi :
ุงูููู ูุง ุชุฌุนู ุงูุฏููุง ุงูุจุฑ ูู ูุง ููุง ู ุจูุบ ุนูู ูุง ููุง ุบุงูุฉ ุฌูุฏูุง ููุง ุชุณูุท ุนูููุง ุจุฐููุจูุง ู ู ูุง ูุฎุงูู ููุง ูุฑุญู ูุง
Artinya : "Ya Allah janganlah engkau jadikan dunia ini sebagai kesusahan besar kami, akhir pengetahuan kami, dan tujuan kepayahan kami,dan jangan berikan kekuasaan pada kami karena dosa-dosa kami orang-orang yang tidak takut padamu dan tidan belas kasihan pada kami"
ุฏุนุงุก ุงูุญุงุฌุฉ
ู ู ููููุงูุช ูู ุญููุงุฌุฉ ุฅูู ุงููู ุฃู ุฅูู ุฃุญูุฏ ู ู ุจูู ุขุฏู ูููุชูุถุฃ ูููุญุณู ุงููุถูุก ุซู ููุตู
ุฑูุนุชูู، ุซู ููุซู ุนูู ุงููู - ุนุฒ ูุฌู - ูููุตู ุนูู ุงููุจู ุซู ูููู:
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุงูุญููู ุงููุฑูู ، ุณุจุญุงู ุงููู ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู ، ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู، ุฃุณุฃูู ู ูุฌุจุงุช ุฑุญู ุชู ูุนุฒุงุฆู ู ุบูุฑุชู، ูุงูุบููู ุฉ ู ู ูู ุจุฑ، ูุงูุณูุงู ุฉ ู ู ูู ุฅุซู ูุง ุชุฏุน ูู ุฐูุจุงً ุฅูุง ุบูุฑุชู، ููุง ูู ุงً ุฅูุง ูุฑุฌุชู، ููุง ุญุงุฌุฉ ูู ูู ุฑุถุงً ุฅูุง ูุถูุชูุง ูุง ุฃุฑุญู ุงูุฑุงุญู ูู"
ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู ูุงุจู ู ุงุฌู
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุงูุนุธูู ุงูุญููู ، ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู ، ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุณู ุงูุงุช ูุฑุจ ุงูุฃุฑุถ ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงููุฑูู "
ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู
ุฏุนุงุก ุงููุฑุจ
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุงูุนุธูู ุงูุญููู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู . ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุณู ุงูุงุช ูุฑุจ ุงูุฃุฑุถ ูุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงููุฑูู "
ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู
***
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช ุณุจุญุงูู ุฅูู ููุช ู ู ุงูุธุงูู ูู" ูู ูุฏุน ุจูุง ุฑุฌู ูู ุดุฆ ูุท ุฅูุง ุงุณุชุฌุงุจ ูู.
ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู
***
"ุงูููู ุฑุญู ุชู ุฃุฑุฌู ููุง ุชูููู ุฅูู ููุณู ุทุฑูุฉ ุนูู ูุฃุตูุญ ูู ุดุฃูู ููู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช"
ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ
ุฏุนุงุก ุฐูุงุจ ุงููู ูุงูุญุฒู
ููุถุงุก ุงูุฏูู
"ุงูููู ุฅูู ุนุจุฏู ุงุจู ุนุจุฏู ุงุจู ุฃู ุชู ูุงุตูุชู ุจูุฏู ู ุงุถٍ َّูู ุญูู ู ุนุฏู َّูู ูุถุงุคู ุฃุณุฃูู ุจูู ุงุณู ูู ูู ุณู ูุช ุจู ููุณู ุฃู ุฃูุฒูุชู ูู ูุชุงุจู ุฃู ุนูู ุชู ุฃุญุฏุงً ู ู ุฎููู ุฃู ุงุณุชุฃุซุฑุช ุจู ูู ุนูู ุงูุบูุจ ุนูุฏู ุฃู ุชุฌุนู ุงููุฑุขู ุฑุจูุน ููุจู ูููุฑ ุตุฏุฑู ูุฌูุงุก ุญุฒูู ูุฐูุงุจ ูู ู " ุฅูุง ุฃุฐูุจ ุงููู ูู ู ูุญุฒูู ูุฃุจุฏูู ู ูุงูู ูุฑุญุง.
ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ูุงุจู ุญุจุงู
***
ุฃุจู ุฃู ุงู ุฉ: ูู ุฅุฐุง ุฃุตุจุญุช ูุฅุฐุง ุฃู ุณูุช
: "ุงูููู ุฅูู ุฃุนูุฐ ุจู ู ู ุงููู ูุงูุญุฒู ูุงูุนุฌุฒ ูุงููุณู ูุฃุนูุฐ ุจู ู ู ุงูุฌุจู ูุงูุจุฎู ูุฃุนูุฐ ุจู ู ู ุบูุจุฉ ุงูุฏูู ูููุฑ ุงูุฑุฌุงู"
ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู
ุฏุนุงุก ุงูุงุณุชุฎุงุฑุฉ
"ุงูููู ุฃูู ุงุณุชุฎูุฑู ุจุนูู ู، ูุงุณุชูุฏุฑู ุจูุฏุฑุชู، ูุงุณุฃู ู ู ูุถูู ุงูุนุธูู ูุงูู ุชูุฏุฑ ููุง ุงูุฏุฑ ูุชุนูู ููุง ุงุนูู ูุฃูุช ุนูุงู ุงูุบููุจ، ุงูููู ุฅู ููุช ุชุนูู ุฃู ูุฐุง ุงูุฃู ุฑ - ููุณู ู ุญุงุฌุชู - ุฎูุฑ ูู ูู ุฏููู ูู ุนุงุดู ูุนุงูุจุฉ ุงู ุฑู - ุงู ูุงู ุนุงุฌูู ูุงุฌูู - ูุงูุฏุฑู ูู ููุณุฑู ูู ุซู ุจุงุฑู ูู ููู ูุงู ููุช ุชุนูู ุฃู ูุฐุง ุงูุฃู ุฑ ุดุฑ ูู ูู ุฏููู ูู ุนุงุดู ูุนุงูุจุฉ ุฃู ุฑู - ุงู ูุงู: ุนุงุฌูู ูุงุฌูู - ูุงุตุฑูู ุนูู ูุงุตุฑููู ุนูู ูุงูุฏุฑ ูู ุงูุฎูุฑ ุญูุซ ูุงู ุซู ุงุฑุถูู ุจู"
ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู
Dengan memperbanyak do'a ini maka seorang pemimpin akan diberi pertolongan oleh Allah swt dalam menghadapi tugas dan amanat yang diembannya demi menjalankan kewajiban kepada Allah maupun kepada masyarakat.
E. SIKAP KITA MENGHADAPI PEMILIHAN LEGISLATIF
Setelah melihat pemaparan-pemaparan di atas, maka kita harus menggunakan hak pilih kita dan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria-kriteria di atas. Jangan sampai kita salah dalam menentukan pilihan karena satu suara sangat berarti dalam berjalannya demokrasi di Negara tercinta ini. Memang banyak sekali calon-calon legislatif yang memberikan janji-janji kepada masyarakat jika dia terpilih, namun hal itu bukanlah sesuatu yang menakjubkan.
Masyarakat harus bisa berpikir lebih sehat dalam menanggapi tindakan dan trik-trik para caleg tersebut. Dan yang paling penting adalah masyarakat harus berusaha untuk memilih pemimpin yang adil dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah. Dengan demikian maka syari'at islam akan berjalan walaupun belum bisa sempurna sebagaimana yang kita impikan.
CALEG IDEAL
Oleh : KH. Muhammad Wafi, LC
A. PENDAHULUAN
April tahun 2009 M merupakan waktu bagi calon legislatif yang akan bertarung dalam menentukan siapa yang berhak untuk menjalankan roda pemerintahan baik di daerah tingkat I, II maupun pusat. Untuk mewujudkan impiannya, mereka harus berjuang keras dengan berbagai cara baik legal maupun illegal walaupun terkadang menuai banyak kecaman dan kontroversi di berbagai kalangan.
Para caleg harus bisa menarik simpati masyarakat baik dari kalangan bawah maupun kalangan atas. Mereka harus mengajak masyarakat agar mau memilih mereka dalam pencoblosan yang dilakukan secara langsung tersebut. Namun masyarakat sekarang ini terlebih umat islam sedang dihadapkan pada masalah yang sangat pelik. Problema mereka sangat kompleks, meliputi krisis kepercayaan dan kurang menyadari urgensi demokrasi dalam pembangunan negara ini. Dalam konteks ini diperlukan adanya penjelasan dan pemahaman terhadap umat islam bagaimana menentukan pilihan mereka secara tepat dan benar.
B. KRITERIA PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Islam adalah agama yang detail dalam mengatur kehidupan umat manusia. Hal itu dilakukan agar kehidupan ini bisa berjalan secara serasi, seimbang dan mengikuti norma-norma ilahi. Islam telah memberi garis-garis besar untuk menjadi seorang pemimpin yang notabene adalah khalifatullah di bumi ini. Ada beberapa kriteria untuk menjadi pemimpin yang baik menurut islam, diantaranya adalah :
Wali Adil
Salah satu sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah adil. Adil adalah menyelaraskan antara hak dan kewajiban. Banyak sekali ayat Al-Qur'an maupun Hadits Nabi yang menjelaskan tentang pentingnya adil. Dalam Surat An-Nisa': 58 Allah telah berfirman :
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑُُูู ْ ุฃَْู ุชُุคَุฏُّูุง ุงْูุฃَู َุงَูุงุชِ ุฅَِูู ุฃََِْูููุง َูุฅِุฐَุง ุญََูู ْุชُู ْ ุจََْูู ุงَّููุงุณِ ุฃَْู ุชَุญُْูู ُูุง ุจِุงْูุนَุฏِْู ุฅَِّู ุงََّููู ِูุนِู َّุง َูุนِุธُُูู ْ ุจِِู ุฅَِّู ุงََّููู َูุงَู ุณَู ِูุนًุง ุจَุตِูุฑًุง (58)
Artinya :
58.Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Adapun hadits Nabi yang menjelaskan tentang pentingnya adil diantaranya adalah sebagai berikut :
ุญَุฏَّุซََูุง ุดَْูุจَุงُู ุจُْู َูุฑُّูุฎَ ุญَุฏَّุซََูุง ุฌَุฑِูุฑُ ุจُْู ุญَุงุฒِู ٍ ุญَุฏَّุซََูุง ุงْูุญَุณَُู ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจُْู ุณَู ُุฑَุฉَ َูุงَู َูุงَู ِูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุง ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุณَู ُุฑَุฉَ َูุง ุชَุณْุฃَْู ุงْูุฅِู َุงุฑَุฉَ َูุฅََِّูู ุฅِْู ุฃُุนْุทِูุชََูุง ุนَْู ู َุณْุฃََูุฉٍ ُِْูููุชَ ุฅََِْูููุง َูุฅِْู ุฃُุนْุทِูุชََูุง ุนَْู ุบَْูุฑِ ู َุณْุฃََูุฉٍ ุฃُุนِْูุชَ ุนَََْูููุง .....
Artinya :
"Ya Abdurrohman bin Samuroh janganlah engkau meminta jadi pemimpin karena apabila engkau diberinya dengan meminta maka engkau tidak akan diberi pertolongan, dan apabila engkau diberi dengan tanpa meminta maka engkau akan di beri pertolongan"(HR. Muslim)
ุญَุฏَّุซَِูู ุฒَُْููุฑُ ุจُْู ุญَุฑْุจٍ َูู ُุญَู َّุฏُ ุจُْู ุงْูู ُุซََّูู ุฌَู ِูุนًุง ุนَْู َูุญَْูู ุงَْููุทَّุงِู َูุงَู ุฒَُْููุฑٌ ุญَุฏَّุซََูุง َูุญَْูู ุจُْู ุณَุนِูุฏٍ ุนَْู ุนُุจَْูุฏِ ุงَِّููู ุฃَุฎْุจَุฑَِูู ุฎُุจَْูุจُ ุจُْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู َِู ุนَْู ุญَْูุตِ ุจِْู ุนَุงุตِู ٍ ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุนَْู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู ุณَุจْุนَุฉٌ ُูุธُُِّููู ْ ุงَُّููู ِูู ุธِِِّูู َْููู َ َูุง ุธَِّู ุฅَِّูุง ุธُُِّูู ุงْูุฅِู َุงู ُ ุงْูุนَุงุฏُِู َูุดَุงุจٌّ َูุดَุฃَ ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุงَِّููู َูุฑَุฌٌُู َْููุจُُู ู ُุนٌََّูู ِูู ุงْูู َุณَุงุฌِุฏِ َูุฑَุฌَُูุงِู ุชَุญَุงุจَّุง ِูู ุงَِّููู ุงุฌْุชَู َุนَุง ุนََِْููู َูุชََูุฑََّูุง ุนََِْููู َูุฑَุฌٌُู ุฏَุนَุชُْู ุงู ْุฑَุฃَุฉٌ ุฐَุงุชُ ู َْูุตِุจٍ َูุฌَู َุงٍู ََููุงَู ุฅِِّูู ุฃَุฎَุงُู ุงََّููู َูุฑَุฌٌُู ุชَุตَุฏََّู ุจِุตَุฏََูุฉٍ َูุฃَุฎَْูุงَูุง ุญَุชَّู َูุง ุชَุนَْูู َ َูู ُُِููู ู َุง ุชُُِْููู ุดِู َุงُُูู َูุฑَุฌٌُู ุฐََูุฑَ ุงََّููู ุฎَุงًِููุง ََููุงุถَุชْ ุนََْููุงُู
Artinya :
"Ada tujuh golongan yang akan diberi tempat berteduh oleh Allah pada hari ketika tidak ada tempat berteduh kecuali tempat teduhnya Allah yaitu Imam yang adil, Pemuda yang tumbuh dan taat pada Allah, laki-laki yang hatinya bergantung pada masjid, dua orang yang saling mencintai dan bertemu serta berpisah karena Allah, Orang laki – laki yang ketika dirayu wanita yang memiki pangkat dan kecantikan dia berkata : sesungguhnya saya takut pada Allah, laki – laki yang bershodaqoh dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui yang dishodaqohkan oleh tangan kanannya dan laki-laki yang ingat pada Allah di waktu sepi hingga meneteskan air mata." (HR. Muslim)
ูุงู ุฑَุณُُูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : "ุซَูุงَุซَุฉٌ ูุง ุชُุฑَุฏّ ุฏَุนَْูุชُُูู ْ: ุงูุตّุงุฆِู ُ ุญَِูู ُْููุทِุฑُ، َูุงูุฅู َุงู ُ ุงูุนَุงุฏُِู، َูุฏَุนَْูุฉُ ุงูู َุธُْููู ِ َูุฑَْูุนَُูุง ุงููู ََْููู ุงูุบَู َุงู ََْูููุชَุญُ ََููุง ุฃَุจَْูุงุจَ ุงูุณّู َุงุกِ، َُُููููู ุงูุฑّุจّ ูุนِุฒّุชِู ูุฃُูุตُุฑَّูู ََْููู ุจَุนْุฏَ ุญٍِูู".
Artinya :
"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak yaitu : orang yang berpuasa sampai berbuka, imam yang adil, dan doanya orang yang dianiaya yang diangkat Allah di atas mendung. Dan Allah membuka pintu-pintu langit sambil berkata : Demi keagunganku pasti Aku akan menolongmu wulaupun setelah masa yang lama"(HR. Turmudzi)
ุญَุฏَّุซََูุง ุฃَุจُู ุจَْูุฑِ ุจُْู ุฃَุจِู ุดَْูุจَุฉَ َูุฒَُْููุฑُ ุจُْู ุญَุฑْุจٍ َูุงุจُْู ُูู َْูุฑٍ َูุงُููุง ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููุงُู ุจُْู ุนََُْูููุฉَ ุนَْู ุนَู ْุฑٍู َูุนِْูู ุงุจَْู ุฏَِููุงุฑٍ ุนَْู ุนَู ْุฑِู ุจِْู ุฃَْูุณٍ ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุจِْู ุนَู ْุฑٍู َูุงَู ุงุจُْู ُูู َْูุฑٍ َูุฃَุจُู ุจَْูุฑٍ َูุจُْูุบُ ุจِِู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َِููู ุญَุฏِูุซِ ุฒَُْููุฑٍ َูุงَู َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฅَِّู ุงْูู ُْูุณِุทَِูู ุนِْูุฏَ ุงَِّููู ุนََูู ู ََูุงุจِุฑَ ู ِْู ُููุฑٍ ุนَْู َูู ِِูู ุงูุฑَّุญْู َِู ุนَุฒَّ َูุฌََّู َِْูููุชَุง َูุฏَِْูู َูู ٌِูู ุงَّูุฐَِูู َูุนْุฏَُِููู ِูู ุญُْูู ِِูู ْ َูุฃَِِْููููู ْ َูู َุง َُูููุง
Artinya :
"Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah itu berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya tangan kanan Allah dan kedua tangan-Nya adalah tangan kanan, yaitu orang yang berbuat adil dalam putusannya, keluarganya dan sesuatu yang mereka urusi" (HR. Muslim)
Menjadi pemimpin memang merupakan suatu ibadaah yang sangat utama jika disertai dengan adil dan sabar. Dalam hadits nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas disebutkan :
ูููู ู ู ุงู ุงู ุนุงุฏู ุฎูุฑ ู ู ุนุจุงุฏุฉ ุงูุฑุฌู ูุญุฏู ุณุชูู ุนุงู ุง
Artinya :
"Satu hari dari imam yang adil niscaya lebih baik dari pada ibadah seseorang dalam 60 tahun"(HR. Tabrani dan Al-Baihaqi)
Namun apabila pemimpin tersebut adalah orang yang tidak adil atau jair (jahat), maka dia akan hancur dan satu hari baginya lebih jelek dari pada fasiq 60 tahun sebagaimana mafhum hadits di atas. Karena bahaya inilah maka banyak sekali sahabat dan ulama' yang melarang seseorang untuk mencari jabatan sebagai leader tersebut.
Sahabat Abu Bakar ra. pernah melarang Rafi' ibn Umar untuk menjadi seorang pemimpin karena khawatir jika tidak bisa berbuat adil sehingga akhirnya mendapatkan laknat dari Allah swt. Rasulullah saw pernah bersabda :
ู ุง ู ู ูุงูู ุนุดุฑุฉ ุงูุง ุฌุงุก ููู ุงูููุงู ุฉ ู ุบูููุฉ ูุฏู ุงูู ุนููู ุงุทููู ุนุฏูู ุงู ุงูุจูู ุฌูุฑู
Artinya :
"Tiada seseorang yang menguasai urusan sepuluh orang kecuali besok hari kiamat dia akan datang dengan terbelenggu tangan sampai lehernya, sehingga adilnyalah yang akan melepaskannya atau kejahatannyalah yang akan menetapkannya seperti semula" (HR. Ahmad dan Bazzar)
ู ุง ู ู ุนุจุฏ ูุณุชุฑุนูู ุงููู ุฑุนูุฉ ูู ูุญุทูุง ุจูุตูุญุฉ ุงูุง ูู ูุฑุญ ุฑุงุฆุญุฉ ุงูุฌูุฉ
Artinya :
"Tiada seseorang yang diberi kekuasaan Allah pada suatu rakyat dan tidak menjalankannya dengan kebaikan kecuali dia tidak akan bisa mencium bau surga"
Dari hadits-hadits di atas bisa diambil garis besar bahwa pemimpin yang tidak bisa berbuat adil maka sangat besar bahayanya dan sebaliknya pemimpin yang mampu berbuat adil merupakan suatu amal yang dapat menjadikannya lebih dekat dengan Allah swt.
Amanah
Amanah merupakan suatu tugas yang paling sulit dilaksanakan oleh banyak orang, lebih-lebih seorang pemimpin. Dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab: 72 telah disebutkan :
ุฅَِّูุง ุนَุฑَุถَْูุง ุงْูุฃَู َุงَูุฉَ ุนََูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ َูุงْูุฌِุจَุงِู َูุฃَุจََْูู ุฃَْู َูุญْู ََِْูููุง َูุฃَุดََْْููู ู َِْููุง َูุญَู َََููุง ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุฅَُِّูู َูุงَู ุธَُููู ًุง ุฌًَُูููุง (72)
Artinya :
72. Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki sifat amar ma'ruf nahi munkar. Dengan sifat ini kehidupan masyarakat akan berjalan dengan aman dan mengikuti aturan-aturan syari'at. Amar ma'ruf memang suatu pekerjaan dan tugas yang berat, sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Oleh karena itu Allah berfirman dalam surat Al-Imran: 104 :
َْููุชَُْูู ู ُِْููู ْ ุฃُู َّุฉٌ َูุฏْุนَُูู ุฅَِูู ุงْูุฎَْูุฑِ ََููุฃْู ُุฑَُูู ุจِุงْูู َุนْุฑُِูู ََََْْูููููู ุนَِู ุงْูู َُْููุฑِ َูุฃَُููุฆَِู ُูู ُ ุงْูู ُِْููุญَُูู (104)
Artinya :
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
C. BAGAIMANA MENJADI PEMIMPIN DALAM ISLAM
Untuk menjadi pemimpin sesuai syariat islam, maka seseorang harus bisa mengikuti Rasulullah saw yang merupakan uswatun hasanah bagi semua golongan maupun etnis di dunia ini. Sudah maklum bahwa Rasulullah bukan hanya seorang utusan yang diperintahkan Allah untuk menyebarkan agama islam dan menunjukkan umat ini dari kesesatan. Rasulullah adalah seorang pemimpin yang mampu merubah masyarakat arab waktu itu menjadi masyarakat yang baik dan menjalankan ajaran-ajaran Allah swt.
Sebelum menjadi utusan nabi Muhammad (ketika mendekati umur 40 tahun) senang untuk melakukan uzlah (mengasingkan diri dari kehidupan manusia). Nabi sering menyendiri di gua hira' dan beribadah di sana dalam beberapa malam, terkadang 10 hari dan terkadang lebih bahkan sampai 1 bulan. Setelah itu nabi kembali ke rumah untuk membawa perbekalan dan menuju gua lagi sampai akhirnya beliau diberi wahyu oleh Allah swt.
Dari fenomena kholwat nabi di atas terdapat hikmah yang besar sebagai cermin bagi kehidupan manusia secara global dan bagi para pemimpin secara spesifik. Seseorang tidak akan sempurna islamnya hanya dengan melakukan ibadah-ibadah dan fadhailul amal. Dia harus meluangkan waktunya untuk melakukan uzlah dan menyendiri dari keramaian masyarakat. Dalam uzlah ini dia harus berfikir dan muhasabatun nafsi (instropeksi diri) serta mengangan-angan kebesaran Allah swt. Uzlah di sini tidaklah harus dilakukan dengan menyendiri di dalam gua sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi Muhammad saw, namun bisa juga dilakukan dengan menyendiri di dalam kamar khusus yang jauh dari keramaian.
Ini adalah amaliyah yang harus dilakukan seseorang agar sempurna keislamannya. Lalu bagaimana dengan seorang pemimpin yang akan menunjukkan masyarakat pada jalan yang benar?
Manusia memiliki penyakit-penyakit nafsu yang tidak akan bisa dihilangkan kecuali hanya dengan uzlah dari manusia di sekitarnya. Dari uzlah tersebut mereka akan berpikir bagaimana bisa selamat dari dunia yang hina ini dengan berbagai gemerlapnya. Senang pada jabatan, suka hidup glamour, acuh tak acuh pada masyarakat rendah dan lupa pada janji-janji adalah penyakit-penyakit yang tumbuh pada diri dan menetap pada hati seorang pemimpin. Sifat-sifat ini tidak bisa lepas bahkan dari seseorang yang telah menjalankan amal shalih dan beribadah secara benar tak terkecuali alumni pondok pesantren sarang yang notabene telah berkecimpung dalam dakwah dan memberi mauidhah pada masyarakat.
Penyakit-penyakit di atas hanya bisa disembuhkan dengan menyendiri dan mengangan-angan hakikat dari penyakit, siapa yang menciptakannya dan meminta pertolongan kepada Allah swt. Seorang pemimpin harus berpikir dan menyadari bahwa dirinya adalah mahluk yang lemah dihadapan Allah swt sehingga tidak ada gunanya pujian ataupun hinaan yang dilontarkan masyarakat kepada mereka.
Salah satu kiat lain yang tak kalah penting adalah menanamkan mahabbatullah (cinta kepada Allah) dalam hati seorang pemimpin. Cinta kepada Allah adalah sumber dari pengorbanan dan perjuangan dalam berdakwah secara benar. Cinta kepada Allah tidak akan muncul hanya dengan beriman kepada-Nya dan suatu perkara yang rasional saja pun tidak bisa mempengaruhi hati seseorang dalam beriman. Seandainya demikian, tentu para orientalis akan menjadi orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ketika mendengar dakwah seorang ulama' secara matematis.
Adapun cara untuk menuju mahabbatullah adalah dengan banyak berpikir dalam segala nikmat dan anugrah yang telah diberikan Allah serta mengangan-angan kebesaran dan keagungan-Nya. Selain itu seorang pemimpin juga harus banyak berdzikir kepada Allah baik dengan hati maupun lisan. Dan semua itu bisa sempurna dengan cara uzlah dan menjauhi kesibukan dunia dalam waktu yang berulang-ulang.
Selain uzlah seorang pemimpin juga harus banyak melakukan qiyamul lail. Sebagaimana Allah telah memerintahkan nabi Muhammad saw dalam surat Al Muzammil : 1-4 :
َูุง ุฃََُّููุง ุงْูู ُุฒَّู ُِّู (1) ُูู ِ ุงََّْูููู ุฅَِّูุง ًَِููููุง (2) ِูุตَُْูู ุฃَِู ุงُْููุตْ ู ُِْูู ًَِููููุง (3) ุฃَْู ุฒِุฏْ ุนََِْููู َูุฑَุชِِّู ุงُْููุฑْุขََู ุชَุฑْุชًِููุง (4)
Artinya :
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
D. DO'A PEMIMPIN YANG BAIK
Dan yang terakhir, seorang pemimpin juga harus banyak berdo'a sebagaimana do'a nabi :
ุงูููู ูุง ุชุฌุนู ุงูุฏููุง ุงูุจุฑ ูู ูุง ููุง ู ุจูุบ ุนูู ูุง ููุง ุบุงูุฉ ุฌูุฏูุง ููุง ุชุณูุท ุนูููุง ุจุฐููุจูุง ู ู ูุง ูุฎุงูู ููุง ูุฑุญู ูุง
Artinya : "Ya Allah janganlah engkau jadikan dunia ini sebagai kesusahan besar kami, akhir pengetahuan kami, dan tujuan kepayahan kami,dan jangan berikan kekuasaan pada kami karena dosa-dosa kami orang-orang yang tidak takut padamu dan tidan belas kasihan pada kami"
ุฏุนุงุก ุงูุญุงุฌุฉ
ู ู ููููุงูุช ูู ุญููุงุฌุฉ ุฅูู ุงููู ุฃู ุฅูู ุฃุญูุฏ ู ู ุจูู ุขุฏู ูููุชูุถุฃ ูููุญุณู ุงููุถูุก ุซู ููุตู
ุฑูุนุชูู، ุซู ููุซู ุนูู ุงููู - ุนุฒ ูุฌู - ูููุตู ุนูู ุงููุจู ุซู ูููู:
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุงูุญููู ุงููุฑูู ، ุณุจุญุงู ุงููู ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู ، ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู، ุฃุณุฃูู ู ูุฌุจุงุช ุฑุญู ุชู ูุนุฒุงุฆู ู ุบูุฑุชู، ูุงูุบููู ุฉ ู ู ูู ุจุฑ، ูุงูุณูุงู ุฉ ู ู ูู ุฅุซู ูุง ุชุฏุน ูู ุฐูุจุงً ุฅูุง ุบูุฑุชู، ููุง ูู ุงً ุฅูุง ูุฑุฌุชู، ููุง ุญุงุฌุฉ ูู ูู ุฑุถุงً ุฅูุง ูุถูุชูุง ูุง ุฃุฑุญู ุงูุฑุงุญู ูู"
ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู ูุงุจู ู ุงุฌู
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุงูุนุธูู ุงูุญููู ، ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู ، ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุณู ุงูุงุช ูุฑุจ ุงูุฃุฑุถ ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงููุฑูู "
ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู
ุฏุนุงุก ุงููุฑุจ
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุงูุนุธูู ุงูุญููู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู . ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฑุจ ุงูุณู ุงูุงุช ูุฑุจ ุงูุฃุฑุถ ูุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงููุฑูู "
ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู
***
"ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช ุณุจุญุงูู ุฅูู ููุช ู ู ุงูุธุงูู ูู" ูู ูุฏุน ุจูุง ุฑุฌู ูู ุดุฆ ูุท ุฅูุง ุงุณุชุฌุงุจ ูู.
ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู
***
"ุงูููู ุฑุญู ุชู ุฃุฑุฌู ููุง ุชูููู ุฅูู ููุณู ุทุฑูุฉ ุนูู ูุฃุตูุญ ูู ุดุฃูู ููู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช"
ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ
ุฏุนุงุก ุฐูุงุจ ุงููู ูุงูุญุฒู
ููุถุงุก ุงูุฏูู
"ุงูููู ุฅูู ุนุจุฏู ุงุจู ุนุจุฏู ุงุจู ุฃู ุชู ูุงุตูุชู ุจูุฏู ู ุงุถٍ َّูู ุญูู ู ุนุฏู َّูู ูุถุงุคู ุฃุณุฃูู ุจูู ุงุณู ูู ูู ุณู ูุช ุจู ููุณู ุฃู ุฃูุฒูุชู ูู ูุชุงุจู ุฃู ุนูู ุชู ุฃุญุฏุงً ู ู ุฎููู ุฃู ุงุณุชุฃุซุฑุช ุจู ูู ุนูู ุงูุบูุจ ุนูุฏู ุฃู ุชุฌุนู ุงููุฑุขู ุฑุจูุน ููุจู ูููุฑ ุตุฏุฑู ูุฌูุงุก ุญุฒูู ูุฐูุงุจ ูู ู " ุฅูุง ุฃุฐูุจ ุงููู ูู ู ูุญุฒูู ูุฃุจุฏูู ู ูุงูู ูุฑุญุง.
ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ูุงุจู ุญุจุงู
***
ุฃุจู ุฃู ุงู ุฉ: ูู ุฅุฐุง ุฃุตุจุญุช ูุฅุฐุง ุฃู ุณูุช
: "ุงูููู ุฅูู ุฃุนูุฐ ุจู ู ู ุงููู ูุงูุญุฒู ูุงูุนุฌุฒ ูุงููุณู ูุฃุนูุฐ ุจู ู ู ุงูุฌุจู ูุงูุจุฎู ูุฃุนูุฐ ุจู ู ู ุบูุจุฉ ุงูุฏูู ูููุฑ ุงูุฑุฌุงู"
ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู
ุฏุนุงุก ุงูุงุณุชุฎุงุฑุฉ
"ุงูููู ุฃูู ุงุณุชุฎูุฑู ุจุนูู ู، ูุงุณุชูุฏุฑู ุจูุฏุฑุชู، ูุงุณุฃู ู ู ูุถูู ุงูุนุธูู ูุงูู ุชูุฏุฑ ููุง ุงูุฏุฑ ูุชุนูู ููุง ุงุนูู ูุฃูุช ุนูุงู ุงูุบููุจ، ุงูููู ุฅู ููุช ุชุนูู ุฃู ูุฐุง ุงูุฃู ุฑ - ููุณู ู ุญุงุฌุชู - ุฎูุฑ ูู ูู ุฏููู ูู ุนุงุดู ูุนุงูุจุฉ ุงู ุฑู - ุงู ูุงู ุนุงุฌูู ูุงุฌูู - ูุงูุฏุฑู ูู ููุณุฑู ูู ุซู ุจุงุฑู ูู ููู ูุงู ููุช ุชุนูู ุฃู ูุฐุง ุงูุฃู ุฑ ุดุฑ ูู ูู ุฏููู ูู ุนุงุดู ูุนุงูุจุฉ ุฃู ุฑู - ุงู ูุงู: ุนุงุฌูู ูุงุฌูู - ูุงุตุฑูู ุนูู ูุงุตุฑููู ุนูู ูุงูุฏุฑ ูู ุงูุฎูุฑ ุญูุซ ูุงู ุซู ุงุฑุถูู ุจู"
ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู
Dengan memperbanyak do'a ini maka seorang pemimpin akan diberi pertolongan oleh Allah swt dalam menghadapi tugas dan amanat yang diembannya demi menjalankan kewajiban kepada Allah maupun kepada masyarakat.
E. SIKAP KITA MENGHADAPI PEMILIHAN LEGISLATIF
Setelah melihat pemaparan-pemaparan di atas, maka kita harus menggunakan hak pilih kita dan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria-kriteria di atas. Jangan sampai kita salah dalam menentukan pilihan karena satu suara sangat berarti dalam berjalannya demokrasi di Negara tercinta ini. Memang banyak sekali calon-calon legislatif yang memberikan janji-janji kepada masyarakat jika dia terpilih, namun hal itu bukanlah sesuatu yang menakjubkan.
Masyarakat harus bisa berpikir lebih sehat dalam menanggapi tindakan dan trik-trik para caleg tersebut. Dan yang paling penting adalah masyarakat harus berusaha untuk memilih pemimpin yang adil dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah. Dengan demikian maka syari'at islam akan berjalan walaupun belum bisa sempurna sebagaimana yang kita impikan.
05.54
pp al anwar sarang rembang
03.17

