Amal Ibadah
Hikmah 1 Dari Kitab Hikam
من علامات الإعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

"Termasuk tanda berpegang pada amal adalah kurang mengharapkan ampunan Allah SWT ketika berbuat kesalahan"


1. Penjelasan

Berpegang pada amal (mengandalkan amal) adalah suatu hal yang tercela. Ibnu Atha’illah menasehati kita : “Takutlah kamu berpegang pada amal seperti shalat, puasa, shadaqah, dan lain-lain untuk mencapai ridla Allah SWT dan memperoleh balasan yang Allah SWT janjikan. Tetapi berpeganglah pada pemberian Allah dan anugrah-Nya.

Al-Allamah Burhanuddin Ibrahim bin Ibrahim bin Hasan Al-Laqqoni di dalam kitab Jauharotul Al- Tauhid :



فإن يثبنا فبمحض الفضل¯وان يعذب فبمحض العدل

Artinya :
Apabila Allah memberi pahala kepada kita maka itu adalah murni dari anugrah-Nya, dan bila Allah menyiksa kita maka itu adala murni keadilan-Nya.

Ini adalah salah satu konsep aqidah yang harus dimiliki oleh setiap muslim sebagaimana aqidah ulama-ulama salaf.



Terkadang ada orang yang berkata, secara lahir pahala yang berhak dimiliki seseorang adalah karena amal shaleh yang dia lakukan. Namun ketika kita mau berfikir dan merenung tentang hubungan antara hamba dan Tuhannya, maka kita akan mengerti bahwa apa yang diucapkan oleh orang tersebut adalah salah.


Kesalahan tersebut muncul ketika dia mengatakan bahwa surga bisa diperoleh dengan amal ibadah. Maka maknanya, Allah telah menentukan harga surga bukan dengan dinar atau dirham, melainkan dengan taat beribadah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan konsekwensinya ketika dia telah menyerahkan ibadah sebagai harga, maka dia telah memiliki surga dan berhak mengeluarkan penjualnya (Allah) seperti halnya hubungan antara penjual dan pembeli.

Tentunya ini adalah kesalahan yang sangat fatal sekali. Ingatlah ketika Allah SWT memerintah kita untuk beribadah dan melarang dari maksiat serta memberi taufiq dan hidayah kepada kita sehingga kita bisa beribadah. Siapakah Dzat yang telah memberi kita kekuatan untuk shalat dan puasa? Siapakah Dzat yang telah memberikan kelapangan dada untuk beriman?. Jawabannya tidak lain adalah hanya Allah SWT semata.

2. Dalil
a. Firman Allah dalam surat Al-Hujurat : 17 :

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [الحجرات/17
Artinya :

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuk kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Hujurat : 17)

Jadi sangat tidak pantas sekali ketika seseorang mengatakan bahwa ibadah adalah harga untuk membeli surga Allah SWT.

Oleh karena itu, jangan sampai terbesit sedikit pun dalam hati kita bahwa kita berhak memperoleh surga dan pahala sebab telah melakukan kewajiban-kewajiban yang dibebankan Allah SWT dan telah menjauhi larangan-larangan-Nya, karena bila kita meyakini hal tersebut, maka itu merupakan salah satu bentuk dari kemusyrikan.

Hubungan antara manusia dan Tuhannya tidak bisa disamakan dengan hubungan antar sesama manusia sebab Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan manusia dan segala apa yang dia lakukan, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada ummatnya.

لا حولا ولا قوّة إلا بالله

Artinya :

Tidak ada daya untuk melakukan ibadah dan tidak ada kekuatan untuk menjauhi maksiat kecuali Allah.


Ketika kita memuji Allah dengan mulut kita, maka kita wajib bersyukur kepada Allah karena dia telah menggerakkan mulut untuk memuji-Nya, ketika kita melakukan shalat tahajjud, maka wajib bagi kita untuk bersyukur karena Allah telah memberikan taufiq-Nya, dan seandainya bukan karena rahmat, inayah dan hidayah-Nya, maka kita pasti masih tenggelam dalam lelap tidur.


Dari penjelasan-penjelasan di atas terkadang timbul pertanyaan mengenai makna firman Allah yang terdapat di dalam surat An-Nahl : 32


...ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [النحل/32

Artinya :

Masuklah kamu ke dalam surga itu di sebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. An-Nahl :32)

Bila dilihat dari dhahirnya, seolah-olah ayat di atas memberi kesan bahwa masuk surga itu disebabkan oleh amal seseorang, apakah memang demikian?, jawabannya adalah tidak, karena kalam tersebut hanya berasal dari satu pihak yaitu Allah SWT, bukan dari dua pihak yang sedang melakukan akad. Pertama kali Allah memberi kita taufiq sehingga kita bisa beramal shalih dan melakukan kebaikan. Setelah itu Allah SWT berfirman :



...ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [النحل/32

Artinya :
…Masuklah kedalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan. (QS. An-Nahl : 32)

Maka kesimpulannya, masuk surga bukanlah sebab amal kita tetapi murni dari anugrah dan ihsan Allah SWT. Dan bila perasaan tersebut (masuk surga karena amal sholih) sulit dihilangkan, maka kita harus memahami makna ubudiyyah kepada Allah SWT dan kita juga harus ingat bahwa kita sangat butuh pada pertolongan dan inayah Allah SWT.


b. Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari ra. :

لن يدخل أحدكم الجنة عمله قالوا ولا أنت يا رسول الله قال : "ولا أنا إلا أن يتغمدني الله برحمة

Artinya :

Salah satu diantara kalian amalnya tidak akan memasukkannya ke surga. Para Shahabat bertanya : Dan bukan engkau ya Rasulullah?. Rasulullah SAW menjawab : “Dan bukan aku, hanya saja Allah meliputi rahmat-Nya kepadaku”.


Jadi amal ibadah bukanlah harta yang bisa untuk membeli surga. Oleh karena itu yang dituntut dari seseorang yang diberi hidayah Allah SWT ketika dia mampu melakukan ibadah adalah merasa bahwa dia bisa mendapatkan ridla Allah SWT karena anugrah dan rahmat-Nya, bukan karena amal ibadah yang dia lakukan.


3. Aplikasi
a. Contoh

Sebuah perumpamaan yang bisa menggambarkan penjelasan di atas adalah kejadian sebagai berikut :
Ada seorang ayah yang ingin melatih amal kebaikan kepada anaknya. sang ayah pun berkata kepada anaknya : "Bila kamu bershadaqah kepada orang miskin, maka aku akan memberimu hadiah". Setelah itu sang ayah meletakkan sejumlah uang di dalam saku sang anak tanpa sepengetahuannya, lalu sang anak merenungkan perkataan ayahnya. Kemudian sang anak bershadaqah dengan uang tersebut kepada orang miskin. Sehingga sang ayah gembira melihat hal tersebut karena sang anak bisa melakukan kebaikan. Lalu dia pun memberi hadiah kepada anaknya.

Dari perumpamaan tersebut tidak bisa diragukan lagi bahwa uang yang di gunakan shadaqah adalah milik sang ayah. Sedangkan pemberian hadiah kepada sang anak walaupun secara dhahirnya dinamakan imbalan (jaza’), namun pada hakikatnya pemberian hadiah tersebut karena sang ayah sayang dan mendorongnya untuk melakukan amal sosial.

Diceritakan bahwa ada sebagian ulama’ ketika tidur bermimpi bertemu dengan salah satu waliyullah yang sudah wafat. Di dalam mimpinya dia bertanya kepada wali tersebut “Apa yang Allah lakukan kepadamu?”, wali tadi menjawab : ”Aku dihadapkan kepada Allah SWT dan Allah bertanya kepadaku : ”Dengan apa engkau datang kesini?”, lalu aku menjawab : “Ya Rabbi, saya adalah seorang hamba sahaya (budak), sedangkan hamba itu tidak memiliki apa-apa yang bisa diberikan. Aku datang kepada-Mu dengan penuh harapan mendapat ampunan dan rahmat-Mu”.

Jawaban yang disampaikan wali tersebut merupakan salah satu bentuk ubudiyyah yang bisa difaham dari hadist Abi Hurairah :

لن يدخل أحدكم الجنة عمله قالوا ولا أنت يا رسول الله قال : "ولا أنا إلا أن يتغمدني الله برحمة
Artinya :
Salah satu diantara kalian amalnya tidak akan memasukkannya ke surga. Para Shahabat bertanya : Dan bukan engkau ya Rasulullah?. Rasulullah SAW menjawab : “Dan bukan aku, hanya saja Allah memberikan rahmat-Nya kepadaku”.

Ibarat yang digunakan Rasulullah di dalam hadist di atas adalah عمله dan tidak menggunakan kata بعمله , karena seandainya Rasulullah menggunakan kalimat بعمله , maka akan bertentangan dengan ayat :

...ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [النحل/32



Hadist tersebut juga mengandung makna bahwa berpegang pada amal tanpa mengharapkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT, bisa menyebabkan kerugian dan tidak akan mencapai impian-impian yang dicita-citakan. Hal ini di disebabkan Allah telah menjadikan amal yang sangat rendah dan kurang sebagai jalan untuk memperoleh ampunan dan rahmat-Nya seperti di dalam ayat :



...ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [النحل/32

Lihatlah ketika ada orang bershadaqah kepada fakir miskin, maka kamu akan mengetahui betapa berat rahmat Allah kepada hamba-Nya. Karena pada hakikatnya harta yang dia shadaqahkan adalah milik Allah SWT.

Di dalam surat An-Nur : 33 dijelaskan :

...وَآَتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آَتَاكُمْ... [النور/33

Artinya :
Dia berikan kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.(QS. An-Nur : 33)

Kemudian Allah mengkhitabi manusia di dalam surat Al-Baqarah :240 :

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (245

Artinya :

Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. (QS. Al-Baqarah : 245)



Di dalam ayat di atas Allah menempatkan Dzat-Nya seolah-olah sebagai orang yang berhutang kepada manusia yang bershadaqah dan Allah akan memberi balasan yang berlipat atas shadaqahnya.


Bila kita menyangka bahkan yakin bahwa Allah berhutang, sehingga kita bisa menuntut pahala ketika sudah bershadaqah, maka berarti kita telah mabuk dan gila, karena kita lupa bahwa apa yang kita miliki pada hakikatnya adalah milik Allah SWT.

Terkadang timbul pertanyaan apakah ada pertentangan antara Allah memasukkan manusia dengan rahmat-Nya dan Allah memerintah manusia untuk beribadah? .



Jawabannya adalah tidak. Ibadah merupakan hak Allah yang wajib dilakukan manusia sebagai pembuktian bahwa dia adalah hamba Allah. Sedangkan surga adalah karunia Allah sebagai bukti sifat-sifat rahmat-Nya dan Allah telah memutuskan bahwa orang yang paling berhak mendapat rahmat adalah yang paling banyak melakukan kewajiban-kewajiban. Di dalam surat Al-A’raf : 156, dijelaskan :

...وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآَيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ [الأعراف/156

Artinya :

Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-A’raf : 156)


b. Alamat I'timad Pada Amal

Kurang percaya terhadap rahmat Allah SWT termasuk mengandalkan amal. Adapun cara menghilangkannya adalah dengan tidak mengandalkan pada suatu amal dan selalu mengharap rahmat dan ampunan Allah SWT serta takut akan siksa dan adzab-Nya ketika melakukan kesalahan. Sehingga ketika seseorang merasa tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ibadah dan kewajiban yang sangat banyak maka akan timbul dua perasaan, yaitu perasaan mengharap ampunan dan rahmat Allah SWT dan perasaan malu dan takut di sisi Allah SWT.


Terkadang syetan akan menghasut manusia bahwa ibadah dan takut itu tidak berperan dalam memperoleh rahmat Allah sehingga tidak ada perbedaan antara melakukan ibadah dan meniggalkannya (melakukan maksiat).


Hasutan ini tidak boleh di turuti. Karena dalam ayat :

...وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآَيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ [الأعراف/156

ternyata Allah menggunakan kalimat لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ(Bagi orang-orang bertaqwa) Dan tidak menggunakan kalimat ِللنَّاِس (semua manusia).

Ayat ini juga mengandung dua hal yang saling talazum (bergantung dan mengisi), yaitu:

1) Seseorang harus berjalan di jalan yang benar dengan melakukan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

2) Seseorang harus mengerti bahwa surga dan pahala itu diperoleh dengan rahmat dan ampunan Allah, bukan dengan amal ibadah.


Dua hal ini juga terkandung di dalam surat Thaha : 82 :

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى (82

Artinya :
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS. Thaha : 82)

Dari ayat di atas bisa difahami bahwa iman dan amal shalih adalah hal yang wajib, sedangkan pahala itu diperoleh dari ampunan dan rahmat Allah SWT.

Mungkin di dalam hati kita timbul sebuah pertanyaan : Allah telah menakut-nakuti orang yang berdosa dan berbuat maksiat dengan siksa-siksa-Nya, lalu bagaimana mungkin orang yang berbuat dosa tidak berkurang harapannya terhadap ampunan dan rahmat Allah? padahal Allah juga mensyaratkan iman dan takwa untuk memperoleh rahmat-Nya. Seperti pada surat Al-A'raf ayat 156 :

...فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ... (156

Artinya :
Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-A’raf : 156)

Jawabannya adalah orang yang berbuat maksiat harus bertaubat karena dia tidak mungkin bisa menghadap Allah dengan mengharapkan rahmat-Nya kecuali dengan bertaubat dan menyesali dosa-dosanya.

Bila dia mau bertaubat dengan sungguh-sungguh maka harapan terhadap rahmat Allah akan selalu bertambah dan Allah pasti akan menerima taubatnya, Allah SWT berfirman di dalam surat At-Taubah : 104 :

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ [التوبة/104

Artinya :

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. At-Taubah : 104)


Demikian pula di dalam hadist qudsi di terangkan :

اذ نب عبد ذنبا فقال : اللهم اغفرلي ذنبي فقال الله تبارك وتعالى اذنب عبدي ذنبا فعلم ان له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب ثم عاد فأذنب فقال اي رب اغفرلي ذنبي فقال الله تبارك وتعالى اذنب عبدي ذنبا فعلم ان له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب ثم عاد فأذنب ثم عاد فأذنب فقال اي رب اغفرلي ذنبي فقال الله تبارك وتعالى اذنب عبدي ذنبا فعلم ان له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب قد غفرت لعبدي فليفعل ما شاء.(الحديث(

Artinya :

Ada seseorang melakukan dosa lalu dia berdo’a : Ya Allah ampunilah dosaku. Lalu Allah berkata : Hambaku telah melakukan dosa lalu dia mengerti bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa sebab melakukan dosa. Kemudian sang hamba kembali melakukan dosa, lalu dia berdo’a : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku. Lalu Allah berkata : Hambaku telah melakukan dosa lalu dia mengerti bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa sebab melakukan dosa. Kemudian sang hamba kembali melakukan dosa, lalu dia berdo’a : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku. Lalu Allah berkata : Hambaku telah melakukan dosa lalu dia mengerti bahwa dia memilik Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa sebab melakukan dosa. Sungguh aku telah mengampui hambaku, maka hendaknya dia berbuat apa yang dia mau.


Semua penjelasan diatas juga bisa difaham balik (Mafhum Mukholafah) bahwa orang yang bertambah harapannya terhadap rahmat Allah SWT ketika melakukan amal shalih, maka dia termasuk orang yang mengandalkan amalnya.


Hal tersebut bisa divisualisasikan dengan keadaan seseorang yang sudah tua yang selalu melakukan ibadah dan memperbanyaknya sampai-sampai dia merasa bahwa dengan ibadah yang banyak dia akan memperoleh pahala yang banyak dan pasti termasuk penghuni surga.


Adapun cara menjauhinya adalah dengan mengetahui bahwa hak-hak Allah SWT yang wajib dilakukan hambanya tidak bisa dipenuhi dengan banyak atau sedikitnya taat. Seandainya hak tersebut bisa dipenuhi dengan taat, maka orang yang paling utama melakukan hal tersebut adalah para Nabi dan Rasul. Tetapi tidak ada satu pun Nabi dan Rasul yang menghubungkan harapan rahmat Allah dan ampunan-Nya dengan taat dan ibadah mereka, namun mereka selalu mengharapkan ampunan Allah SWT.

Contohnya adalah Nabi Ibrahim, beliau merasa di bawah derajat orang-orang yang shalih dan selalu meminta kepada Allah agar dipertemukan dengan orang-orang yang shalih.


Di dalam Al-Qur’an di jelaskan :

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ [الشعراء/83
Artinya :
(Ibrahim berdo’a), Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. (QS. Syu’ara’ : 83)

Dan beliau selalu mengharapkan ampunan dari Allah SWT seperti yang diterangkan di dalam surat Ibrahim : 41.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ [إبراهيم/41
Artinya :
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada terjadinya hisab (Hari Kiamat). (QS. Ibrahim:41)

Demikian pula Nabi Yusuf, beliau merasa jauh untuk sampai pada derajat shalihin dan beliau selalu meminta Allah agar dipertemukan dengan orang-orang shalih.


رَبِّ قَدْ آَتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ [يوسف/101]

Artinya :

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugrahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengerjakan kepadaku sebagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhanku) pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah aku dengan orang-orang shalih.(QS.Yusuf:101)

Begitu pula baginda Nabi Muhammad SAW, seperti yang dijelaskan di dalam hadist.


...ولا اتا الا ان يتغامدني الله برحمته

Jadi amal ibadah yang dilakukan manusia hanyalah bayaran yang sangat kecil akan kewajiban mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang tidak terhitung. Maka bagaimana mungkin hal itu bisa dijadikan imbalan (ganti) untuk masuk surga?.

Seseorang setelah mengetahui dan mengerti bahwa dia adalah hamba yang di miliki Allah, maka dia wajib untuk menyembah Allah, baik akan diberi pahala atas ibadahnya atau pun tidak. Kemudian dia harus meminta surga kepada Allah dengan rahmat-Nya dan ihsan-Nya, serta meminta perlindungan dari api neraka dengan kelembutan dan ampunan-Nya.

Seandainya seseorang mengaku bahwa dia menyembah Allah karena mengharapkan surga-Nya, sekiranya jika dia tahu bahwa dia tidak akan memperoleh surga dengan amalnya, lalu dia berhenti beribadah dan tidak mempedulikan hukum (syari’at Allah), maka dia bukanlah orang yang mukmin. Karena dia telah memperlihatkan bahwa dia bukan hamba Allah, melainkan hamba surga.

Dari sini kita mengetahui betapa tingginya ajaran tauhid dalam munajat Rabi’ah Al-Adawiyyah ketika berdo’a. Beliau berdo’a : ”Ya Allah sesungguhnya aku tidak menyembah-Mu ketika aku menyembah-Mu karena mengharapkan surga-Mu dan takut dari neraka-Mu. Tetapi aku mengetahui bahwa Engkau adalah Tuhan yang berhak untuk disembah sehingga aku menyembah-Mu".

Sebagian orang yang dangkal pemikirannya menyangka bahwa Rabi’ah tidak membutuhkan surga yang telah dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang shalih, sehingga mereka mencela Rabi’ah. Persangkaan ini sangatlah keliru, karena di dalam munajat-munajat yang lain, Rabi’ah meminta surga dan dijauhkan dari neraka. Hanya saja Rabi’ah tidak meminta hal tersebut sebagai upah atas shalat dan ibadah-ibadahnya, melainkan beliau meminta hal tersebut karena Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya dan Maha Mulia. Sedangakan Rabi’ah adalah orang yang fakir dan mengharap kemurahan Allah SWT.

Ini semua adalah salah satu kunci hidup yang harus dipegang oleh setiap orang islam yakni tidak mengandalkan amal ibadahnya, tetapi yakin atas rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Perjalanan ini bersama rombongan dari sarang dan dan purworejo, kami ditemani beberapa kerabat dan temen-temen kami, Abah, Ibu Heny, Istri serta keleluarga dr purworejo.kh achmad halwani ibu saadah dik salik.
*selasa 24 mei 2011/ 21 jum tsani 1432
@jam 8 00 berangkat dari berjan.
@jam 11 00 dr jogja ke jakarta.
@jam 14 00 ke abu dabi.
@sampai jiddah jam 4 00.
@sampai madinah jam 1.

+catatan
@perjalanan jkt - abu dabi 8 jam.
@perjalan abu dabi - jiddah 3 jam.
@perjalanan jiddah - madinah 5 jam.
@tafawut antara indo saudi 4 jam.
@tafawut antara indo abu dabi 3 jam.

## madinah
#rabu 26-05-11/22 jum tsani 1432
@sampai hotel andalus jam 1 30 trus makan.
@sholat asar dgn dik sidqi di roudloh.

#kamis 26-05-11
#ba'da duhur ketemu dgn syeh abd salam di bab jibril.

+catatan
#syeh abd salam adalah putra DR buti yg termasuk orang soleh.
#nmr hp beliau +966551240082 menjaga took di seberang jalan makam nabi.

#jumah 27-05-2011

#jam 8 00 ziyarah sekitar madinah.
#pingin ketemu nabi

#sabtu 28-05-2011

#pingin ketemu nabi

#ahad 29-05-2011

#jam 9 30 ke musium madinah di toilet ke 2.
#jam 11 00 sowan ke syeh abd salam bersama dik salik sidqi dan mas ja'far.
#bakda solat duhur makan trus pamitan nabi.
#solat asar di bir ali.
#jam 22 00. Sampai hotel.
#jam 02 towaff sa'i tahallul.
#solat subuh di haram trus ke hotel.

#senen 30-05-2011

#magriban di sayyid ahmad sampai jam 23.00.

#selasa 31-05-2011

#ibadah ibadah.

#rabu 01-06-2011
#bakda subuh towaf.
#jam 9 00 rekaman hikam.trus ngirim email di hotel ilaf .
+catatan
#kode wifi hotel ilaf 98765432

#kamis 02-6-2011
#solat subuh di haram.
#jam 7 00 brangkat ziarah ke hudaibiyyah dgn rombongan berjan.
#jam 10 00 sampai hotel trus towaf sa'i.
#ba'da solat dhuhur trus makan .
#jam 13 30 ke sayyid abbas.
#jam 17 00 ke aziziyyah di suq jawwal.dgb rojih memprogram ta'rib(mengarabkan hp sony satio).
#jam 23 tidur di haram
#jam 2 30 towaf
+catatan
#telepon abu faruq jasim Syria(teman kuliah di damaskus).karena supir bisnya abu toriq juga orang jasim.
#harga bis 500 rs
#harga ta'rib hp 50 rs.

#jumah 03-6-2011/01-rjb-1432
#jumatan di haram trus makan.
#jam 15 00 towaf wada' trus solat asar.
#jam 17 15 brangkat ke jiddah
#jam 18 00. Berhenti setengah jam karena ada masalah dgn perjanjian bis.
#jam 00 15 sampai bandara.lalu solat.
#jam 2 00 chek in.

#sabtu 04-06-2011/02-rajab-1432
#jam 5 00 terbang.
#jam 12 00 sampai bandara bagdad.
#jam 14 00 solat jama' taqdim di bandara.
#jam 15 00 berangkat ke najf.
#jam 18 30 sampai hotel qasr abbasi najf.trus makan trus istirahat.

#ahad 05-06-2011/03-rajab-1432

#jam 7 00 makan di hotel nurul abbasi.
#jam 9 00 menuju kuffah
#jam 10 00 ziyarah ke masjid kufah dan rumah sayyidina ali.
#jam 14 00 sampai hotel rosul karbalak.lalu makan.trus istirahat.
#jam 20 00 ziyarah ke sayyidina husain dan abbas. Dll.

#senen 06-06-2011/04-rajab-1432

#jam 7 00 makan di hotel ar-rosul.
#jam 9 00 berangkat ke bagdad.
#jam 11 30 sampai syeh abd qadir al jailani.
#jam 14 30 sampai hotel yamamah.lalu makan dan istirahat.
#jam 18 00 ziarah ke abu hanifah dan solat magrib disana.
#jam 20 00 sampai kadzimiyyah tuk ziarah sayyid musa al kadhim.
# jam 23 00 sampai hotel yamamah.

+ catatan
#pemeriksaan di bagdad sangat ketat sekali.
#pagi itu ada 5 tentara amerika mati.

#selasa 07-06-2011/05-rajab-1432

#jam 5 sarapan .
#jam 6 30 ke bandara.
#jam 11 00 sampai bandara karena ketatnya pemeriksaan.
#jam 13 00 terbang ke abu dabi.
#jam 16 00 waktu abu dabi sampai abu dabi.
+ catatan
#pemeriksaan mau masuk bandara sangat sangt ketat sampai ada anjing pelacaknya.



=Di jakarta
@rabu 20 april 2011

#Berangkat dari berjan jam 16 00 bersama bpk dan ibu.
#naik pesawat garuda ke jakarta jam 19.00 sampai jkt jam 20 00.
#ketemu ibu dani susilo perwakilan pak rozak travel di shafer.
#brangkat dari jakarta ke qatar jam 01 00.

*catatan
#pak rozak travel tdk profesional krn ada kesalahan info jam keberangkatan ke syria.dan belum adanya tiket dari syria ke jeddah.

=Di Dauhah

@ kamis 21 april 201y

#sampai di dauhah jam 05 30 waktu qatar.
#menunggu jam 12 50 kita gunakan tuk istirahat makan dan lihat 2 matar dauhah.
#brangkat ke damaskus 12 50.

*catatan
#tidur di musholla trus kedinginan sehingga jadi pilek.

=Di damaskus
#sampai damaskus jam 16 00.
#langsung kerumahnya zubair di mazzeh basatin.

@ jumah 22 april 2011

# jam 07 jalan jalan di sekitar rumah.ke sidy dihyah al-kalabi.cari makan.baba gonnuj, hummush dan khubuz.
#jam 10 paindah rumah ke ruknuddin dekat jami' hamu lela.
#jumatan di masjid mulla romadlon.dgn khotib dr taufiq bouty.
#jam 18 00 jalan-jalan ke abu nur dan abd ghoni nabulsi.

*catatan
#nyewa rumah satu minggu 6000 lira.atau 1 jutaan lebih sedikit.

@ sabtu 23 april  
#pagi ziyarah ke makam imam ibn malik.nabi dzulkifli.
#solat dzuhur di masjid muhyiddin.
#nerima tamu: fajar.kurdi.dan ibrahim taiwan.
#jam 19 00 solat magrib di masjid jami.
# bakda isya sowan ke syeh hisyam burhani
*catatan
#alhamdulillah dapat izin dari syeh hisyam.beliau ingin mengunjungi indonesia.

@ahad 24 april
#pagi jam 12 ke syeh mahir.syeh abdul hadi.
#ke maqbarah dahdah.
#ke masjid umawi.
#bakda asar ke syeh samir an-nas.ijazah hadits awwaliyah,mahabbah,musyabakah,musofahah.
#bakda isya ke syeh mu'taz.ijazah musalsal dimasyqiyyin.dll.


@senen 25 april
#setelas subuh, pergi ke jami' taubah.majlis sholat ala nabi.sampai jam 8.
#jam 9 ke maqam arbain sampai jam 12.makan di sana.
#bakda isya sowan ke DR taufiq

*Catatan
# Makam arbaian adalah salah satu tempat mustajabah di damaskus.tempat dibunuhnya habil oleh qabil.


@selasa 26 april
#jam 8 jalan jalan ke saedah zaenab.maqam syeh aruslan.maqam dahdah.sayyidah ruqayyah.makan budhoh(es krim arab ) dan muhallabah di RM baqdisy.
#sholat dhuhur di jami umawi.
#makan siang di mandi yaman (nasi arab) barzeh.
#qabla magrib ziyarah ke bang amir.
#bakda isyak ke rumah cak kholik

@rabu 27 april
#pagi di rumah saja.
#jam 17 00 jalan jalan ke abunur dan pasar syeh muhiddin.
*catatan
#rumah kita airnya diputus karena bocor ke rumah bawah.

@kamis 28 april
#jam 8 brangkat ke amman.
#jam 11 15 keluar dari hudud.
#jam  14 00 sampai amman.turun di abdaly.
#di jemput oleh mas himawan trus makan trus ke sekertariat hpmi.
#jam 19 00 jalan cari makan trus dapat hotel al asry di tengah tengah daerah balad.

 *catatan
# banyak penjagaan di jalan ke daraa.
#nyewa hotel dua hari 30 dinar.
#terima kasih pada mas himawan yang sangat ramah.

@jumah 29 april
#jam 9 berangkat ke ashabulah kahfi.
#jam 12 nyampai laut mat.
#jam 3 sampai muktah.
#jam 17 sampai qalah karak.
#jam 19 sampai hotel al asri
*catatan
#nyewa mobil dua hari 36 dinar.
#di katakan laut mati karena tidak ada kehidupan di situ karena kadar garamnya yg sangat tinggi.

@sabtu 30 april
#jam 9 30 chec out dr hotel lalu jalan2.
#jam 10 30 makan di suweleh.
#jam 12 00 ziarah maqam abd rohman bin auf.
#jam 1300 ke zarqah tuk naik bis.
#jam 15 00 brangkat dari zarqa ke madinah.
*catatan
#di hudud jordan ada 4 penumpang bermasalah.
#kita ada masalah dlm pembayaran pajak di hudud jordan.

=Di madinah
#jam 16 30 sampai hudud saudi.
#jam 22 00 keluar dari hudud
#jam 22 15 istiraht setengah jam.
#jam 11 00  sampai madinah.
#jam 11 15   sampai hotel al-wasl.
#langsung solat dhuhur dst.

*catatan
#di hudud hampir 6 jam.
#pemeriksaan ketat dan ada masalah dgn penumpanh arab.
#sampai hudud Saudi kita  langsung tlpn bpk ibu.
#hotelnya wasl.

@ahad@senen 1-2 mei
#ibadah sholat jamaah dan baca quran .

@selasa 3 mei
#bakda isya khatam dalail

@rabu 4 mei
#shalat subuh trus pamitan sama jeng nabi.
#jam 7 00 brangkat ke makkah.
#jam 8 00 brangkat dari bir ali ke makkah.
#jam 11 sampai makkah.
#jam 11 30 towaf sa'i dan tahallul.
#jam 14 00 sampai hotel sofwah almuhammadiyah dekat ittisolat misfalah.
# bakda isya hasyim alumni berjan ke hotel.

@kamis 5 mei
#jam 3 siang telpon indo ngaji

@jumah 6 mei
#Jumatan di haram berdesak desakan sampai sujud di bokong.

@sabtu 7 mei
#bakda isya halim dan istri dan orang purworejo datang ke hotel.

@ ahad 8 mei
#pagi jalan2 dgn halim ke hudaibiyyah dan ma'laa.
#bakda isya pertemuan di rubat dgn fas saudi.

*catatan
* FAS forum alumni sarang saudi
#ketua FAS abd rohim baslum sidoarjo

@senen 9 mei
#jam 7 30 ziarah ke toif.maqam ibnu abbas.masjid adas dan masjid kuu'.

 *catatan
#nyewa mobil ke toif 300 real.
#alhamdulillah ke toif tdk ada taftisy.
#perjanjian dgn supir taksi kalau tidak bisa ke toif cuma bayar 100 real.
#sayangnya batu bekas sikutanya nabi (al-kuu’) sudah tidak ada.

@selasa 10 mei
# tidak sarapan krn katering kita ganti.
# bakda magrib ke rusaifah sama rozak senori.
#trus ke tan'im melakukan umrah trus langsung pulang ke hotel.

@ rabu 11 mei
#sholat subuh trus towaf sa'i.
# qabl magrib ke rusaifah dgn izzudin dan muadz kakaknya ahsin syria
#ke rumah sayyid abdullah fad'aq
#ngobrol sama muhlisin trus pulang ke hotel.

*catatan
#di rumah sayyid fad'aq ada majlis roohah baca kita bukhori.
#muhlisin mengatakan siap dukung pak marzuki tuk jadi bupati jepara .
#dikasih oleh sy ahmad 400 real.

@ kamis 12 mei
# jam 11 00 syukur dari madura,halim(nganter hajar), razak,dan abd rohim ke hotel.
#jam 12 00 makan dgn razak dan abd rohim
#12 30 tawaf wadak lalu makan.
# jam 12 40 ke jiddah
# jam 18 00 terbang ke qatar
#jam  20 00 sampai qatar.
#di Qatar ketemu sama mubarak atau pak mad wonosobo.
#makan trus leyeh2 di ruang istirahat.

*catatan
#hampir tdk dapt zamzam krn ketinggal dihotel
#di bandara abd aziz kita salah jalur, mestinya lewat bandara haji dan umrah.
#kata mubarok wonosobo travel razak murah cuma 13 dan pelayanannya enak.

=perjalanan pulang

@jumah
#jam 02 00 terbang dari Dauhah ke indo.
#jam 15 00 sampai jakarta.
#jam 19 00 terbang ke jogja.
#jam 20 00 sampai jogja.
#jam 22 00 sampai berjan

Alhamdulila ala salamah.umrah maqbulah.amin
=kenalan
@jakarta
#bu dani susilo
#mbak dani pramugari mengantar bording di jkt mau ke dauhah.
@syria
#najih pati alumni mus.keponakan lek aniq.
#rofik alumni mus.
#ahmad selamet dari banten.gaide kita tuk sowan sowan ke masyayeh syam
#ahsin dan adik perempuannya ayak.yaitu muridnya dik nawal.
#zubair dan istri mbak hana.dan ali bin abd rozak srumbung magelang.
#as'ad dan
#balya' jombang.
#ahsin senori adik iparnya rohman.
#muhammad alkurdi.pengagum abah muridnya syeh rojab
#ibrahim taiwan.

@jordan
#gus reza blog agung banyuwangi.
#himawan banten tinggal di amman mahasisiwa abu nur yg tdk bisa kembali ke suriah.
#
@saudi
#abd rohim baslum
#pak jazuli cirebon kasih 100 ringgit.
#syakur madura kasih 100 real.

Hikam hikmah cobaan


HIKMAH 40 : Husnuzh Zhan
إن لم تحسن ظنك به لاجل حسن وصفه فحسن ظنك به لوجود معاملته معك فهل عودك الا حسنا وهل اسدى إليك الا مننا

"Jika kamu tidak bisa berprasangka baik kepada Allah SWT karena kebagusan sifatNya maka kamu berprasangka baiklah kepada Allah karena wujudnya perlukuanNya padamu. Bukankah Allah biasanya berbuat baik padamu? Bukankah Dia selalu memberikan padamu keanugrahan? "

Mu'min terbagi menjadi dua

Pertama: mu'min yang meyakini betul akan keindahan, kebagusan dan kasih-sayang Allah karena Allah adalah tuhan.
Orang ini adalah orang pilihan Allah.karena dia tidak memerlukan dalil dan tanda akan ke bagusan Allah.dia telah husnuddzon pada Allah dengan tanpa memandang akan kenyataan yang ada di lapangan.

Kedua: mu'min yang meyakini akan kebaikan Allah tapi setelah melihat kenyataan di lapangan bahwa Allah selalu memberikan kebaikan padanya.

Nikmat Allah
Allah telah memberikan nikmat yang tak ternilai bagi kita. Mulai kecil (dalam janin) kita sudah dijaga oleh Allah SWT. Sebagaimana dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun : 13

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13)13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Begitu juga ketika kita telah lahir, Allah memerintahkan malaikat untuk menjaga kita. Sebagaimana dalam surat Al-Ra'du ayat 11:


لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
(11)

11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Allah juga memberikan nikmat kepada kita dengan menciptakan siang dan malam. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al-Isra' ayat 12 :
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آَيَتَيْنِ فَمَحَوْنَا آَيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آَيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا (12)
12. Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. dan segala sesuatu Telah kami terangkan dengan jelas.

Kalau kita menjabarkan nikmatNya maka tidak ada habisnya.Dalam surat Al-Kahfi ayat 109 Allah telah berfirman :

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
109. Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".

PERUMPAMAAN
Anak kecil selalu diberi uang dan disayang oleh orang tuanya, maka ketika disuruh, anak kecil tersebut selalu menurut karena orang tua mereka telah baik kepadanya. Kita juga telah diberi nikmat-nikmat dan kebaikan dari Allah SWT, lalu bagaimana mungkin kita tidak percaya kepadaNya.

Perintah takwiny dan perintah tasyri'i
Dalam Al-Qur'an Surat Al 'A'rof : 54 :
أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (54)
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mempunyai perintah dua.
Satu: takwiny atau dalam bahasa Quran Kholq.yaitu penciptaan.
Ketika Allah mengtakan "KUN" maka terjadilah alam semesta ini.lalu Allah menjadikan alam ini mempunyai tugas sendiri-sendiri yang tidak bisa dihindari oleh alam semesta ini.
Amr takwiny ini mengenai mulai benda yang paling kecil yang tidak kasat mata sampai benda-benda besar seperti matahari rembulan dan planet-planet di atas kita.amr takwiny ini juga berlaku pada fungsi anggota badan kita.
Allah mengatakan
رينا الذي أعطى كل شيئ خلقه ثم هدى

Kedua: tasyri'i atau dalam bahasa Quran al-amr.
Yaitu undang-undang Allah untuk mengatur ciptaanNya.yaitu perintah-perintah Allah pada aqal manusia, untuk dilakukannya sesuai dengan kemampuannya tanpa ada paksaan.
Allah menciptakan undang-undang tersebut untuk memandu manusia agar menuju pada jalan yang lurus. Dalam surat Al-Maidah ayat 15-16 telah disebutkan :
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (15) يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (16)

15. Hai ahli kitab, Sesungguhnya Telah datang kepadamu Rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya Telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.
16. Dengan Kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Sebetulnya Allah dengan amr takwiny bisa saja menjadikan manusia seperti makhluq-makhluq yang lain, yang cuma menuruti insting dan perasaan yang ditanamkan Allah pada dirinya, tapi Allah memulyakan manusia sehingga dia di berrikan amr tasyri'i untuk dilakukan dengan baik tanpa ada pemaksaan(ikhtiyary)

PERUMPAMAAN
Hubungan antara amr takwiny dan amr tasyri'i seperti alat televisi.televisi ketika dibuat oleh pabriknya maka dia akan memberikan buku panduan sebagai penunjuk cara memakai televisi tersebut.
Televisi dalam pembahasan kita adalah alam ray ini, adapun buku panduannya adalah perintah-perintah dan larangan-larangan yang termaktub dalam quran dan hadits.
Sungguh sangat mengherankan ketika manusia di anugrahi Allah undang-undang takwiny dengan bumi yang datar udara yang segar cakrawala di atasnya yang kesemuanya itu untuk kepentingan manusia, lalu dia menaruh curiga akan undang-undang tasyri'i yang berupa perintah-perintah Allah.
walhamdulillah
{وَآتُوهُم مِّن مَّالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ} [النور : 33].
{وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ} [الحديد : 7]

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ
وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ}

Dalam ayat ini dan di semua ayat dalam al quran menunjukkan bahwa harta itu bukan milik kita, tapi harta adalah milik allah yang di berikan pada kita sebagai amanat.
Harta yang di titipkan allah pada orang orang mampu sebetulnya adalah miliknya orang faqir.maka ketika si kaya memberikan kepada si miskin itu bukan pemberian tapi memang miliknya orang miskin.tidak boleh dia menyombongkan diri ketika dia memberi pada si fakir.
Kenapa allah menitipkan harta si fakir di tangan si kaya padahal allah mampu langsung memberikan harta pada si miskin tanpa melalui sikaya?
Jawabannya adalah supaya manusia itu bersosialisi dan saling membutuhkan di antara se sama supaya semua saling menghormati dan rukun bersatu.
Nabi mengatakan:
{إن الله جعل في أموال الأغنياء بالقدر الذي يسع فقراءهم ولن يُجْهَدَ الفقراء إذا جاعوا أو عروا إلا بما يصنع أغنياؤهم، ألا وإن الله محاسبهم على ذلك فمعاقبهم فمعذبهم عذاباً شديداً}.
كلوا من رزق ربكم واشكروا له بلدة طيبة ورب غفور
(سبأ ١٦ )

Kita sering mendengarkan doa supaya negara kita atau negara lain di jadikan oleh Allah suatu negara yang " BALDATUN TOYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUR"
Negara yang bagus dan diberi penganpunan dari allah yang maha pengampun.

Ketika saya mendengarkan doa ini sungguh saya sangat berat mengamininya.karena doa yang di ambil dari ayat di atas di dahului dengan kata " Kulu min rizki robbikum wasy kuru lah" artinya kita harus menikmati nikmatnya Allah dengan di barengi bersyukur.
Bersyukur adalah menggunakan nikmtnya Allah pada perkara yang di ridlohi oleh Allah.
Apakah bangsa kita sudah menjadikan nikmat yang melimpah di bumi indonesia tercinta ini di jalan yang dirlidohinya atau justru kita menggunakan nikmat tersebut di jalan yang di murkahiNya?
Jawabannya adalah sudah kita ketahui semua.
Kalau jelas kita masyarakat indonesia tidak menasarufkan nikmat Allah pada jalan yang di ridlohiNya bahkan menasarufkan pada jalan yang di murkaNya, pantaskah kita berdoa negar ini jadi " BALDATUN TOYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUR"?
Apakah kita masih punya muka untuk meminta allah dengan doa itu?
Mari kita amar ma'ruf untuk menjadikan negara ini negara yang bersyukur lalu berdoa dengan doa itu.
Tapi bagaimanapun kita akan meminta doa doa itu bukan dengan amal kita, tapi dengan anugrah Allah swt.
الذين يقيمون الصلاة ويؤتون الزكاة

Kenapa dalam quran setiap ada sholat disertakan zakat,shodaqah,dan infaq?

Dalam al quran Hampir setiap ada kata sholat pasti ada infaq.
sholat adalah lambang dari hubungan baik dengan allah sebagai tuhan (habl min allah).
zakat adalah lambang dari hubungan baik dengan manusia (habl minan naas).
Jadi kita jangan sampai memisahkan keduanya.dengan kata lain: alamat dan tanda amal dan ibadah kita baik dan diterima oleh allah adalah kalau hubungan kita baik dengan sesama.
Maka kalau kita rajin sholat, puasa, baca quran tapi kita juga rajin bertengkar, menggunjing maka amal kita tidak baik, Kita melakukan amal tersebut jauh dari yang diperintahkan allah .
Eronisnya bangsa indonesia bukan cuma memisahkan antara sholat dan zakat tapi justru menentangnya.kalau di quran ada sholat pasti ada zakat, tapi di indonesia ada sholat bukan ada zakat tapi ada koropsi.innalillah wa inna ilaihi rojiun.