🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 8*
  
إذا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلا تُبْالِ مَعَها إنْ قَلَّ عَمَلُكَ. فإِنّهُ ما فَتَحَها لَكَ إلا وَهُوَ يُريدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ مُوِرُدهُ عَلَيْكَ ؟!

*_Artinya_*

Apabila Allah ﷻ telah membukakan salah satu jalan _makrifat_ (mengenal Allah ﷻ) bagimu, maka jangan hiraukan mengapa itu terjadi, walaupun amalmu masih sangat sedikit. Allah ﷻ membukakan pintu itu bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahwa perkenalan itu merupakan anugerah-Nya kepadamu, sedang amal-amalmu engkau persembahkan kepada-Nya?  Maka apalah arti apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu dibanding dengan apa yang dianugrahkan oleh Allah kepadamu!

*_Syarh:_*
 
Untuk _wusul_  dan _makrifat_ kepada Allah ﷻ, bisa dicapai dengan dua jalan.

🔰 Jalan pertama: Manusia beribadah kepada Allah ﷻ . Ini jalan panjang dan berat. Manusia memulainya dengan menanamkan keimanan di dalam akal lalu mengisi hatinya dengan _mahabbah, ta'dzim,_ dan takut kepada Allah ﷻ dengan memperbanyak berdzikir dan banyak membaca Al Qur'an. Sehingga ketika jalan panjang ini telah dilaluinya maka ia akan merasa dunia ini kecil dan tidak ada harganya, lalu akhirat dia rasakan besar dan sangat penting. Maka dia akan lebih memikirkan akhirat daripada memikirkan dunia yang fana ini.

🔰 Jalan yang kedua ini dimulai dari perkenalan Allah ﷻ kepada hambanya. Jalan ini yang sedang di bahas oleh Syekh Ibnu Athoillah dalam hikmah ke delapan ini. Kalau jalan pertama itu dimulai dari manusia menuju Allah ﷻ, maka jalan yang kedua ini dimulai dari Allah ﷻ menuju hamba-Nya. Seperti manusia sedang tenggelam dalam kemaksiatan, lupa akan perintah-perintah Allah ﷻ, menuruti nafsu-nafsunya, di kala itu tiba-tiba dengan tanpa sebab yang jelas Allah ﷻ menariknya menuju ke haribaan-Nya dan kema'rifatan-Nya. Ini terjadi pada waktu yang singkat.

Pada masa Nabi Muhammad ﷺ, banyak sekali sahabat-sahabat yang mengenal Allah ﷻ dengan jalan yang kedua ini. Banyak orang badui yang kaku dan kasar datang ke Madinah, melihat Rasulullah ﷺ, mendengarkan nasehat-nasehat beliau, sehingga pada pertemuan sekali itu saja dia menjadi orang yang lain dari sebelumnya, dia tidak kasar lagi, tidak keras hatinya, sepertinya dia baru saja dilahirkan kembali di muka bumi ini.

Pada zaman setelah Nabi ﷺ juga banyak orang-orang yang istiqomah dengan jalan kedua ini. Kita mengenal Fudloil bin 'Iyadl, yang pada malam gelap dia berubah drastis, dari seorang penyamun dan perampok, menjadi orang yang ahli ibadah, hatinya penuh dengan kecintaan dan takut kepada Allah ﷻ. Kita mengenal Abdullah bin Mubarok yang gemar dengan nyanyi-nyanyian, gitar-gitaran, tidak pernah menoleh kepada perintah-perintah Allah ﷻ, pada satu malam saja dia menjadi orang yang yang ahli ibadah, menjadikan semua harta yang dia punya untuk menjadi jalan menuju Allah ﷻ. Begitu juga Malik bin Dinar, dia sering mabuk, lalu menjadi seorang kekasih Allah, yang pelajarannya selalu dihadiri oleh ribuan orang, dan banyak di tangannya orang-orang yang bertaubat.

Begitu juga banyak di zaman sekarang orang yang menuju kepada Allah ﷻ dengan jalan yang kedua ini. ada seseorang yang masa lalunya kelam, suatu hari dia masuk ke Masjid untuk sholat subuh dengan khusyuk. Perpindahan orang ini cuma satu malam saja. Kita juga bisa melihat artis-artis yang berpindah menuju kebaikan tanpa proses yang panjang.

Dua jalan ini telah diisyaratkan oleh Allah ﷻ pada firmannya:

اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

_"Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)"._
(QS Asy Syuro: 13)

_*Wallahu A'lam Bisshowab*_

Sholluu 'Alan Nabi Muhammad

🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 85*

الطي الحقيقي أن تطوى مسافة الدنيا عنك حتى ترى الٱخرة أقرب اليك منها

*_Artinya_*
Keramat yang Hakiki itu bukan dilipat nya bumi akan tetapi keramat yang Hakiki adalah dilipatnya jarak dunia darimu sehingga kamu melihat akhirat lebih dekat dari pada dunia

*_Syarh:_*
sebagian orang senang dengan cerita-cerita yang aneh-aneh, sebagian mengatakan bahwasannya gurunya berangkat ke mekah dalam beberapa menit saja.
di sini Ibnu ata'illah as-sakandari memperingatkan bahwasanya keramat itu bukan melipat jarak di dunia ini karena Allah SWT menjadikan keanehan ini kepada makhluk-makhluk yang lain seperti burung, jin dan lain-lain dan ini bukan berarti mereka dekat dengan allah Ta'ala.
akan tetapi keramat yang menjadikan dia dekat dengan Allah ta'ala adalah ketika jarak antara hamba dan kematian itu sangat dekat walaupun jarak itu menurut nafsunya sangat panjang Karena dia masih muda dan gagah atau angan-angannya masih panjang.
akan tetapi orang yang mendapatkan keramat ini melihat kematian dan kehidupan setelah kematian itu sangat dekat Karena dia selalu memikirkannya, dia selalu memikirkan hari-hari yang dia akan mendapatkan Nikma berupa menjadi orang yang di khitobi oleh Allah ta'ala:
كلوا واشربوا هنيئا بما أسلفتم في الأيام الخالية
"Makanlah kalian minumlah dengan enak sebab amal yang kalian lakukan pada hari hari yang lalu di dunia".
dikarenakan sangat rindu nya dia akan surga ini maka mengecil lah jarak antara dia dan kematian sehingga sepertinya beberapa jam saja dia akan sampai kepada kematian dan dia akan masuk surganya Allah ta'ala.
diceritakan bahwasanya sahabat haris bin Malik Al Anshori ditanya oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: "bagaimana keadaan mu pagi ini wahai harisah?. harisah: Saya telah menjadi seorang mukmin yang benar. Nabi  SAW: "Lihat apa yang kamu katakan.segala sesuatu itu mempunyai bukti apa bukti imanmu". haris : diriku telah menjauh dari dunia, maka saya selalu bergadang pada malam hari dan berpuasa pada siang hari sepertinya saya melihat Singgasana Tuhan ku, Sepertinya saya melihat Ahli Surga saling berziarah satu sama lainnya, Sepertinya saya melihat penduduk neraka bergelimpangan di dalamnya. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: " wahai haris.. kau telah ahli makrifat maka istiqomahkan lah". di satu riwayat nabi SAW: "engkau adalah hamba yang diberikan Nur di dalam hatinya oleh Allah Ta'ala".
di sini Allah memberikan kenikmatan kepada sahabat Haris dengan peng-lipatan yang di terangkan oleh Ibnu Athoillah assakandari dan disaksikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau mengatakan "engkau telah menjadi ahli makrifat, maka istiqomah-lah" atau "hamba yang diterangi hatinya oleh Allah ta'ala".

Wallahu A'lam Bisshowab

🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 24*

لا تستغرب وقوع الاكدار ما دمت في هذه الدار فإنها ما أبرزت الا ما هو مستحق وصفها وواجب نعتها

*_Artinya:_*

Jangan heran adanya kesusahan selama kamu tinggal di rumah duniawi karena dunia ini pasti akan mengeluarkan perkara yang semestinya dan wajib sifatnya.

*_Syarh:_*

Allah ﷻ membuat dunia ini penuh dengan cobaan, dikarenakan Allah ﷻ menjadikan dunia ini ruang ujian dan tempat untuk melakukan kewajiban yang berat (taklif).

Allah ﷻ menciptakan manusia untuk melakukan penghambaan kepada-Nya dengan sukarela, sebagaimana Allah ﷻ menjadikannya sebagai hamba-Nya secara terpaksa.

Manusia bisa dikatakan hamba yang baik apabila dia melakukan perintah-perintah Allah ﷻ dan tunduk akan kekuasaannya. Dengan begitu dia telah melakukan kewajibannya.
Maka seandainya Allah ﷻ menjadikan dunia ini penuh dengan kesenangan tanpa ada kesusahan, penuh dengan kenikmatan tanpa ada cobaan maka bagaimana seorang manusia bisa menghambakan diri kepada Allah ﷻ dengan sukarela? Melakukan penghambaan diri kepada Allah ﷻ itu buah dari kewajiban (taklif), kewajiban itu tidak dikatakan kewajiban kecuali kalau manusia itu diberikan beban yang berat. Kalau dunia ini cuma ada kenikmatan saja maka bagaimana hal berat ini akan timbul?

Allah ﷻ memerintahkan hambanya untuk berdoa. Berdoa adalah ibadah, berdoa kepada Allah itu hasil dari kebutuhannya kepada Allah ﷻ, hasil dari ketakutannya pada cobaan cobaan-Nya. Maka ketika dia tidak membutuhkan Allah ﷻ, dia tidak takut akan cobaan-cobaan-Nya, yang ada cuma kesenangan dan kenikmatan, maka tidak akan ada yang namanya berdoa kepada Allah ﷻ.

Inti dari taklif atau kewajiban yang diembankan oleh Allah ﷻ itu terkandung dalam dua perkara, sabar dan syukur. Dengan melakukan keduanya seorang hamba akan menjadi hamba Allah ﷻ yang baik. Sabar ketika menghadapi cobaan-cobaan, dan syukur dengan menggunakan nikmat-nikmat Allah ﷻ untuk beribadah kepadanya.

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

_"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan". QS. Ali Imran: 186._

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

_"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". QS. Al Mulk: 2._

Bagaimana engkau bisa dikatakan orang yang cinta kepada Allah ﷻ kalau engkau dalam keadaan serba kecukupan, selalu mendapatkan kenikmatan, mobilmu banyak, rumahmu mewah, semua orang menghormatimu, pengikutmu banyak? Akan tetapi cinta itu, ketika engkau diberi cobaan, engkau sedang mendapatkan kesusahan akan tetapi engkau mengatakan, _"Ahlan wa sahlan atas kedatangan cobaan Allah ﷻ. Selamat datang akan takdir Allah ﷻ. Aku cinta kepada-Mu Ya Allah ﷻ"._ Engkau mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh Sayyidina Mu'adz bin Jabal ketika dia dalam sakaratul maut, beliau kadang sadar, kadang tidak sadar. Ketika sadar, beliau mengatakan, _"Ya Allah cekiklah aku dengan cekikan-Mu. Engkau tahu bahwasanya hatiku cinta pada-Mu"._

Cinta adalah ketika pertentangan antara  kesenangan syahwatmu dan yang disenangi oleh Allah ﷻ. Kamu membuang dan menginjak-injak kesenangan syahwatmu dan kamu tetap istiqamah dijalan Allah ﷻ. Kamu mengatakan kepada Allah ﷻ sebagaimana Nabi Musa mengatakan, _"Aku cepat-cepat kepada-Mu supaya engkau ridlo kepadaku"._

Semoga kita diberi nikmat kecintaan ini untuk menjadi bekal menghadap Allah ﷻ kelak.

_Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin_

Wallahu A'lam Bisshowab

🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah  174*

تحقق بأوصافك يمدك بأوصافه، تحقق بذلك يمدك بعزه،تحقق بضعفك يمدك بحوله وقوته

*_Artinya_*
Perlihatkan sifatmu maka Allah akan menolong dengan sifatnya.Perlihatkanlah kehinaan mu maka Allah akan memberikan keagungannya. Perlihatkanlah kelemahanmu maka Allah akan membantumu dengan kekuasaan dan kekuatannya

*_Syarh:_*

Kalau engkau merasa kaya Maka jangan meminta-minta kepada orang lain.
Kalau engkau merasa kuat maka jangan minta pertolongan orang lain.
Kalau engkau merasa Mulia Maka jangan menghinakan dirimu untuk meminta keagungan dari orang lain.
Orang yang kaya itu adalah orang yang kekayaannya tidak tergantung pada orang lain.begitu juga orang yang kuat dan orang yang mulia.
Kalau kamu merasa kaya tapi tergantung pada lingkunganmu sehingga hilang kekayaanmu karena lingkunganmu tidak mendukungmu maka itu sebagai dalil bahwasannya kamu tidak kaya, kamu tidak kuat dan kamu tidak mulia.
Manusia itu fakir dalam kekayaannya, lemah dalam kekuatannya, hina dalam keagunganya, karena dia membutuhkan zat yang lain, bukan bersumber dari dirinya.
Allah mengatakan:
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ)
[سورة فاطر 15]
"Hai manusia, kalian faqir kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji".

Kamu  sebagai manusia jangan mengingkari Jati dirimu.
Menghadaplah kepada Allah dengan kehinaan mu, mendekatlah kepada Allah dengan kelemahanmu maka Allah akan memberikan kekuatannya kepadamu.
Manusia yang menghadap kepada Allah dengan melepaskan hayalan kekuatannya, kekayaannya, kehebatan nya pasti Allah akan menggantinya dengan kekayaan, kemulyaan dan kekuatan, menjadikannya seorang yang kaya, seorang yang kuat, seorang mulia.semuanya itu diberikan kepadanya tidak harus dia punya uang banyak, tidak harus mempunyai pengikut yang banyak, dan tidak harus mempunyai kekuatan para petinju karena banyak orang yang mempunyai harta padahal dia sebetulnya orang yang paling miskin di dunia, banyak orang yang mempunyai kursi jabatan tapi dia hina dina, banyak orang yang mempunyai kekuatan bertanding tapi dia matinya dimakan oleh hewan-hewan kecil.
Qorun sangat kaya tapi tidak ada arti kekayaan, kalau kekayaannya Qorun ini bener-bener Hakiki maka dia akan melindunginya dari bumi yang menelannya,sebagaimana yang dikatakan oleh Allah ta'ala :
(فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ)
[سورة القصص 81]
" Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)".

Syeh fudlel bin iyadl seorang yang tidak mempunyai harta, pada suatu pertemuan beliau dengan Amirul Mukminin Harun ar-rasyid, sang raja memberikan kantong berisi uang yang banyak akan tetapi fudlel bin iyadl mengembalikannya.Lalu siapa yang kaya dan siapa yang miskin?.jawabannya adalah syeh fudlel lah yang kaya karena dia tidak membutuhkan sesuatu kecuali dari Allah Ta'ala.
Diceritakan Syekh Said nursi ketika Perang Dunia Pertama dia tertawan oleh tentara Rusia dan dia dijebloskan di penjara, suatu ketika pimpinan Rusia menjenguk para tawanan, setiap dia melewati kelompok tawanan Semuanya berdiri untuk menghormatinya. ketika dia sampai pada kelompok Syekh Said nursi beliau tidak perduli dan tidak mau berdiri lalu pimpinan tadi Bertanya kepadanya: Apakah kamu tidak mengenalku?. Syekh Said nursi:  aku mengetahui mu, engkau yang dinamakan Nakula. Nakula: kalau begitu engkau telah menghina keagungan Rusia. Syeikh Sa'id : bukan begitu tapi Tuhan yang aku menjadi hambanya mencegahku untuk menghinakan diri kepada selainnya. perkataan ini sangat mempengaruhi Panglima Rusia ini.lalu dia mengampuninya sambil mengatakan: saya kagum dengan Agamamu yang menjadikan kamu Mulia seperti ini.

Wallahu a'lam bishowab.
Al-fatihah ila Syekh Ibnu Athoillah assakandari Wa syeh Said Al buthi

SUARA NAHDLIYYIN:
🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 6*

لا يَكُنْ تأَخُّرُ أَمَدِ العَطاءِ مَعَ الإلْحاحِ في الدُّعاءِ مُوْجِباً لِيأْسِكَ. فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجابةَ فيما يَخْتارُهُ لَكَ لا فيما تَخْتارُهُ لِنَفْسِكَ. وَفي الوَقْتِ الَّذي يُريدُ لا فِي الوَقْتِ الَّذي تُرْيدُ.

*_Artinya_*

Terlambat datangnya pemberian (Allah ﷻ), meski sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.

*_Syarh:_*

Doa itu bisa dikatakan doa secara _syar'i_ kalau menetapi dua perkara :
☝🏾 Sadarnya perasaan dan hati, lalu mengarahkan keduanya dengan kerendahan pada Allah ﷻ. Maka seseorang yang mempunyai keinginan untuk mendapatkan sesuatu lalu dia mencari dan bertanya tentang doa-doa supaya doanya _diistijabahi_. Setelah dia menemukan doa-doa itu lalu dia ucapkan terus-menerus sebagaimana murid-murid Madrasah menghafalkan pelajarannya, kamu lihat keadaannya bersama Allah ﷻ ternyata dia tidak menetapi perintah-perintahnya Allah ﷻ. Kalau dia ini memperbanyak doa-doa yang dihafal lalu dia tidak di _istijabahi_ maka dia akan mengadu; _Kenapa Allah ﷻ tidak mengistijabahi doaku?_

✌🏾 Seorang yang berdoa pertama-tama harus bertaubat kepada Allah ﷻ dari maksiat-maksiat yang dilakukan. Maka orang yang terus menetapi maksiatnya, pada waktu yang bersamaan dia meminta kepada Allah ﷻ untuk mewujudkan angan-angannya, maka ini bukan doa namanya.

💠 Ketika doa sudah menetapi dua syarat yang kita sebutkan, maka jangan salah sangka bahwasannya Allah ﷻ pasti _mengistijabahi_ doa kita dengan memberikan sesuatu itu persis seperti yang kita minta. _Istijabahnya_ Allah ﷻ pada doa kita itu artinya Allah mewujudkan tujuan kita.

Saya meminta kepada Allah ﷻ sesuatu karena saya menyangka bahwa sesuatu tadi yang bisa mendatangkan kebaikan kepadaku. Akan tetapi Allah ﷻ tahu bila sesuatu itu kalau diberikan tidak akan memberikan kebaikan, melainkan akan memberikan sebaliknya, maka Allah ﷻ tidak memberikan sesuatu itu kepadaku karena rahmat-Nya kepadaku, dan Allah ﷻ memberikan yang lain yang baik untukku. Ini adalah arti dari firman Allah ﷻ:

(وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)
[سورة البقرة 216]

Artinya:
_"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah ﷻ mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"._

Dan ini yang dimaksud oleh Syekh Ibnu Atho'illah assakandari,

فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجابةَ فيما يَخْتارُهُ لَكَ لا فيما تَخْتارُهُ لِنَفْسِكَ.

💠 Arti dari Allah ﷻ _mengistijabahi_ doa kita itu bukan berarti Allah ﷻ cepat-cepat memberikannya kepada kita. Jangan sampai kesalahan ini mengenaimu. Kamu jangan menyangka bahwasannya doa itu adalah  _wasilah_ (sarana), akan tetapi doa itu sebagai _ghoyah_ (tujuan). Doa itu adalah ibadah tersendiri, dia sebagai tujuan bukan sarana. Manusia itu hamba, miliknya Allah ﷻ. Seorang hamba itu selalu membutuhkan kepada tuannya, dia harus memperlihatkan kehambaannya kepada tuannya dengan berdoa, meminta hajat-hajatnya dan memperlihatkan bahwasanya hidupnya bisa enak dan bahagia kalau dilindungi oleh-Nya. Kehambaan ini harus ada terus baik dia melihat Allah ﷻ memberikan hajat-hajatnya atau tidak mewujudkannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

يستجاب لأحدكم مالم يعجل يقول قد دعوت فلم يستجب لي

_"Kalian diistijabah doanya selagi tidak tergesa-gesa. Kamu mengatakan, "saya telah berdoa tapi tidak diistijabahi"._

Kesimpulannya seorang muslim harus meminta dengan kerendahan hati kepada Allah ﷻ dalam segala tingkahnya dengan tanpa memandang hasil dari doanya, akan tetapi dia harus yakin akan kebaikan Allah ﷻ, dan Allah ﷻ akan _mengistijabahi_ doanya.

Ketika doanya belum diberikan oleh Allah ﷻ dia berkeyakinan bahwasanya ini didikan dari Allah ﷻ supaya dia tidak salah paham

SUARA NAHDLIYYIN:
🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 5*

اجتهادُكَ فيما ضَمِنَ لكَ وتقصيرُكَ فيما طَلَبَ منكَ دليلٌ على انْطماسِ البصيرةِ منْكَ

*_Artinya_*

Bersungguh-sungguhnya kamu dalam masalah perkara yang sudah ditanggung oleh Allah ta'ala kepadamu, dan sembrononya kamu dalam masalah yang diperintahkan Allah kepadamu itu suatu dalil akan padamnya _nur bashiroh_mu.

*_Syarh:_*

🔷 Allah SWT berfirman:

وما خلقت الجن والانس إلا ليعبدون ما أريد منهم من رزق وما أريد أن يططعمون إن الله هو الرزاق ذو القوى المتين
Artinya :
_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Aku tidak mengharapkan dari mereka rizki dan aku tidak mengharapkan mereka memberi makan aku. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Memberi Rizki yang mempunyai kekuatan yang kokoh”._

Dalam ayat ini Allah Ta'ala menjelaskan bahwasanya manusia diberi tugas oleh Allah Ta'ala yaitu berupa menghambakan diri kepadanya. Lalu Allah Ta'ala menanggung manusia (yang menghambakan diri kepada Allah) sendi-sendi kehidupan dan rizkinya.
Lalu apa semestinya yang dilakukan manusia dari penjelasan Allah Ta'ala ini ?

Jawabnya, mestinya manusia yang beriman kepada Allah akan berusaha dengan segala kekuatannya untuk melakukan tugas yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala dan tidak memikirkan lagi tanggungan Allah Ta'ala berupa rizki-Nya dan penundukkan ciptaan-Nya untuk kemaslahatan dan kebahagiaan manusia. Akan tetapi banyak diantara manusia yang merasa susah dan bingung dalam masalah perkara yang sudah ditanggung oleh Allah Ta'ala (rizki), dan mereka lupa serta tidak menjalankan tugas yang diembankan oleh Allah Ta'ala. Ini adalah tanda akan padamnya _Nur Basiroh_ hati mereka.

🔷 Allah Ta'ala berfirman:

(وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ)

Artinya:
_"Perintahlah keluargamu untuk melakukan sholat, dan sabar untuk melakukannya. Aku tidak memintamu rizki, Aku yang memberimu rizki, dan kemenangan itu bagi orang yang bertaqwa"._

Banyak manusia yang tidak memperdulikan keluarganya serta anak-anaknya akan pendidikan sholat dan keagamaannya dengan alasan dia tidak mempunyai waktu luang untuk itu karena dia sibuk dengan perdagangan dan mencari rizki.

🔷 Allah Ta'ala berfirman :

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya:
_Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya._

Akan tetapi manusia mempermainkan takaran timbangan dan terus menerus melakukan penipuan untuk mendapatkan rizki yang sudah ditanggung oleh Allah Ta'ala. Mereka mengharapkan kekayaan dengan cara kezoliman dan penipuan.

🔷 Allah Ta'ala berfirman :

_مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:
_"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."_ (An Nahl : 97).

Akan tetapi manusia berpaling menjauh dari amal shaleh yang diperintahkan Allah, lalu dia mencari kehidupan yang bahagia dalam kesesatan dan kemaksiatan.

🔷 Allah Ta'ala berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيۡ‍ٔٗاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ 

Artinya:
_“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum merek

KAJIAN KITAB AL HIKAM

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 7*

  لا يَكُنْ تأَخُّرُ أَمَدِ العَطاءِ مَعَ الإلْحاحِ في الدُّعاءِ مُوْجِباً لِيأْسِكَ. فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجابةَ فيما يَخْتارُهُ لَكَ لا فيما تَخْتارُهُ لِنَفْسِكَ. وَفي الوَقْتِ الَّذي يُريدُ لا فِي الوَقْتِ الَّذي تُرْيدُ.

*_Artinya_*

Terlambat datangnya pemberian (Allah ﷻ), meski sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.

*_Syarh:_*

Banyak sekali janji-janji Allah  ﷻ dalam al Qur'an al Karim, seperti janji Allah ﷻ dalam surat an Nahl:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

_"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS An Nahl : 97)_

Allah ﷻ berjanji pada surat Muhammad:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

_"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS Muhammad: 7)_

Sebagian orang ketika membaca ayat-ayat ini dia ragu akan janji Allah ﷻ, karena sekarang ini orang Islam tidak dalam keadaan yang bagus sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah ﷻ.

Sedangkan orang-orang kafir yang diancam oleh Allah ﷻ ternyata mereka mendapatkan kenikmatan duniawi yang melimpah. Maka Syekh Ibnu Athoillah as Sakandari menasehati dalam hikmah ini kepada orang-orang yang ragu akan janji-janji Allah ﷻ.

⭕ Orang yang ragu akan janji Allah ﷻ ini adalah orang-orang yang selalu menuntut haknya kepada Allah ﷻ, tapi dia tidak memperhatikan kewajiban-kewajiban yang ditugaskan oleh Allah ﷻ padanya. Biasanya orang seperti ini mengatakan,

_"Kita ini kan sebagai orang mukmin, kita kan sudah Islam, masjid kita penuh dengan orang sholat, bulan Romadlon penuh dengan orang yang puasa, orang yang berhaji jutaan orang, bukankah kita telah menolong agamanya Allah ﷻ? Lalu mana pertolongannya Allah ﷻ? Kenapa Allah ﷻ  justru menjadikan musuh-musuh kita berkuasa atas kita?_

Dia selalu membanggakan akan syiar-syiar Islam, masjidnya yang penuh orang solat, bulan Romadlonnya, hajinya yang penuh dengan ibadah, dll. Tapi dia tidak melihat di belakang itu semuanya. Dia tidak melihat akhlak orang Islam sekarang ini, tidak melihat rumah orang-orang Islam, yang mana Islam di rumah itu sekarang menjadi aneh, keluarga menghabiskan malamnya di dalam kesenangan dan syahwat-syahwat saja, pemikiran-pemikiran yang tidak senang dengan hukum-hukum Islam, begitu banyaknya mulai yang pokok sampai cabang-cabangnya, orang Islam banyak sekali yang sudah bosan dengan hukum Allah ﷻ yang dianggap ketinggalan zaman, mereka mengajak pada kemodernan, mengajak kepada pluralisme, mengajak kepada liberalisme, sekularisme, dan kebebasan yang bertujuan untuk lepas dari hukum-hukum agama. Bukankah orang-orang Islam sekarang ini kebanyakan modelnya seperti ini? Adapun masjid, puasa, hajinya orang-orang Islam, itu cuma sebagai tutup yang tipis sekali, menutupi fenomena gelap yang menakutkan yang menimpa orang Islam.

⭕ Sesungguhnya Allah ﷻ tidak pernah mengingkari janji sama sekali kepada orang yang melakukan syari'at Allah ﷻ dengan jujur dan ikhlas. Orang yang mengetahui syarat-syarat yang harus dilakukan untuk mendapatkan janji Allah ﷻ adalah orang-orang yang ahli makrifat, yang hatinya penuh dengan cinta dan ta'dzim kepadanya, bukan orang yang mengaku-ngaku Islam yang tidak mengenal Allah ﷻ. Orang di bawah ini tidak mengenal firman Allah ﷻ:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

_"Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).'' (QS al Baqoroh: 40)_

☝ Salah satu tentara muslim yang kalah dalam perang 1976 ketika dia kembali ke Damaskus bersama teman-temannya, di jalan mereka melakukan sholat, disaat mereka selesai sholat, orang-orang mengatakan kepada mereka, "Allah ﷻ tidak menolong kalian dalam perang ini, kenapa kalian melakukan shalat kepadanya?" Beginilah perkataan orang-orang yang tidak tahu apa-apa akan hak-hak Allah ﷻ.

✌ Beda dengan cerita di bawah ini :

Ada seorang soleh, dia ditanya, "Wahai tuanku, kenapa engkau tidak memperlihatkan keramat-keramatmu supaya kita tambah mantap dan iman kepadamu?" Beliau menjawab, "Apakah kalian tidak melihat keramatku yang sebesar ini yang diberikan oleh Allah ﷻ setiap saat kepadaku?".
Mereka berkata, "Kita tidak melihat apa-apa". Beliau menjawab, "Apakah kalian tidak melihatku berjalan di muka bumi ini dengan aman tanpa Allah ﷻ mengkubur diriku, tidak diturunkan meteor-meteor menimpaku? Apakah ini bukan pemberian Allah ﷻ yang sangat besar kepadaku? Mestinya aku ini berhak untuk dihancurkan karena kesalahan-kesalahanku yang sangat banyak, tapi Allah ﷻ memberiku kehidupan, menjagaku, tidak merusakku sebagaimana Allah ﷻ merusak orang-orang sebelumku. Ini adalah keramatku yang paling besar."

Perkataan orang sholeh ini benar-benar keluar dari perasaannya, bukan pura-pura. Beginilah keadaan orang yang hatinya penuh dengan ta'dzim, takut, cinta kepada Allah ﷻ. Dia merasa akan diturunkan azab Allah ﷻ ketika dia membaca:

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

_"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah ﷻ yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?'' (QS al Mulk: 16)._

Wallahu A'lam Bisshowab
Perbanyak Baca Sholawat