-*Amalan-amalan bagi yang akan mengikuti Baiat Thoriqoh Syadziliyah.-*

1. Menjalankan puasa tiga hari dimulai pada hari selasa sampai pada hari kamis, buka puasa terakhir ta'jil saja, makannya menanti setelah dibaiat oleh mursyid. selama menjalankan puasa tidak boleh makan yang banyak dan kenyang (separuh dari biasanya).
2. Malam selasa hari pertama akan menjalankan puasa sampai dengan malam kamis hendaklah membaca amalan-amalan sebagai berikut:
a. menjalankan shalat hajat empat rakaat dua salam, adapun bacaannya :
🍅 rakaat pertama: al-fatihah kemudian surat Ikhlas 10 kali.
🍅 rakaat kedua: al-fatihah kemudian surat ikhlas 20 kali, kemudian salam awal.
🍅 rakaat ketiga: al-fatihah kemudian surat ikhlas 30 kali.
🍅 rakaat keempat: al-fatihah kemudian surat ikhlas 40 kali, kemudian salam kedua. Sujud terakhir dengan membaca: la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzdzolimin 40 kali.

b. Setelah selesai menjalankan shalat, posisi duduk seperti duduk tahiyyat akhir kemudian membaca wirid sebagai berikut: 🌷surat ikhlas 50 kali.
🌷Allahumma solli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad 50 kali.
🌷astaghfirullahaladzim 50 kali.
🌷La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim 50 kali.

c. Di lanjutkan wirid di bawah ini:
🍒 Ila hadrotin nabiyyil mustofa sallallahu alaihi wasallam al-fatihah 1 kali.
🍒 Ila hadroti syaikhi al-imam abil hasan ali asy-syadzili wa ila syaikhi wa mubayi'i al-fatihah 1 kali.
🍒 kemudian membaca surat ikhlas 3 kali.surat al falaq 1 kali dan surat an-nas 1 kali.

d. Dilanjutkan berdoa:
🌱 Ya hayyu ya qayyum 223 kali.
🌱 Ahyi qolbi bi nurika aqimni li syuhudika wa arrifni at-toriqa ilaika 3 kali.

3. Setelah semuanya selesai apabila akan tidur posisi kepala di sebelah utara wajah menghadap kiblat mohon kepada Allah ta'ala semoga diberi mimpi yang bagus.

Alhamdulillah

🕋 *ADAB BERKHOLWAT* 🕋

1. Niat _kholwat_ untuk mendapatkan ridlo Allah ﷻ, _taqarrub_ pada Allah ﷻ, memerangi nafsu dan membersihkan hati dari senang dunia serta iri dengki, bukan untuk kepentingan duniawi atau mendapatkan karomah.

2. Tidak sombong dan _ujub_ dengan berkholwat.

3. Tidak boleh berbicara kecuali ada kepentingan darurat atau berbicara dengan Syekh atau penjaga _kholwat_.

4. Berpuasa.

5. Tidak boleh makan banyak-banyak.

6. Selalu duduk, menundukkan kepala, menghadap kiblat dengan bertumpu pada kedua kaki (duduk sholat) atau bersila, kalau ngantuk maka cepat-cepat berwudlu.

7. Memejamkan mata dan tidak bersandar pada tembok dan lainnya.

8. Tidak tidur kecuali sudah mengantuk.

9. Selalu dalam keadaan suci dari hadats dan najis.

10. Menjaga sholat _rawatib_ dengan sempurna.

11. Seijin Syekh.

12. Kalau mendapatkan bisikan atau mimpi harus lapor kepada Syekh.

__________________________

💎 *AMALIAH KHOLWAT* 💎

1. Membaca:
📝 Al Quran (Khatam)
📝 Dalailul Khoirot (Khatam tiap hari)
📝 Laa Ilaaha illallah (sebanyak-banyaknya)
📝 Ismul Mufrod/Allah (sebanyak-banyaknya)

2. Membaca wirid Thariqah Syadziliyah pagi dan sore.

3. Selalu sholat fardlu berjama'ah.

4. Sholat dua raka'at sebelum Sholat Shubuh (Sholat Fajar). Roka'at pertama membaca Al Kafirun, kedua membaca Al Ikhlas.

5. Baca Surat Yasin (Setelah Shubuh).

6. Sholat Isyroq 2 raka'at.

7. Sholat dluha 8 raka'at.

8. Tidur _qoilulah_ jam setengah 11-an (sebelum Dzuhur).

9. Sholat Qabliyah Dzuhur 4 raka'at.

10. Sholat Ba'diyah Dzuhur 4 raka'at.

11. Sholat Qobliyah Ashar 4 raka'at.

12. Sholat Ba'diyah Maghrib 6 raka'at.

13. Membaca Surat Al Waqi'ah, Tabarok, dan Sajdah (setelah Sholat Maghrib).

14. Sholat Ba'diyah Isya' 2 raka'at.

15. Sholat Qiyamullail 8 raka'at setelah tidur.

16. Sholat witir 3 raka'at.

17. Setelah baca wirid (4 pilihan di atas), mintalah pertolongan kepada,

🔰 Syekh Abul Hasan As Syadzili.
🔰 Syekh Ma'ruf Al Karkhi.
🔰 Syekh Junaid Al Baghdadi.
🔰 Syekh Sirri As Saqati.

dengan mengucap:

_"Wahai Syekhku, wahai Mursyidku, wahai Imamku, orang yang melihat murid-muridnya, aku adalah muridmu yang lemah, yang mengikutu Thoriqahmu, lihatlah kepadaku dengan pandangan belas kasihan, karena engkau adalah bapakku dan wasilahku menuju Allah ﷻ"._

18. Ketika mau tidur membaca Ayat Kursyi, Surat Al Ikhlas, Al Muawwidzatain, dan dzikir-dzikir tidur lainnya.

AlhamduLillaah

💎 *Pelajaran Sejarah Nabi 14* 💎

_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_

*tahun Berkabung*

Pada tahun ke-10 dari diutus nya Nabi muhammad sallallahu alaihi wasallam meninggallah istri tercinta sayyidah Khodijah binti Khuwailit RA dan meninggal pamannya Abu Tholib, antara meninggalnya siti Khodijah RS dan Abi Tholib berjarak waktu 1 bulan 5 hari.
Siti Khodijah adalah istri tercinta dan Nabi SAW selalu mengadu kepada-nya dan dengannya nabi menemukan ketenangannya.
Abu Tholib adalah pembela Nabi SAW dari kaum Quraisy, maka setelah Abi Tholib meninggal, orang-orang Quraisy menimpa kan siksaan kepada Nabi SAW yang belum pernah mereka lakukan sepanjang kehidupan Abu Tholib, sehingga orang rendahnya Quraisy berani menabur kan debu di kepalanya Nabi SAW, ketika masuk ke rumahnya, debu masih menempel banyak di kepalanya lalu salah satu putri Nabi SAW membersihkan debu tadi sambil menangis. Rasul SAW berkata: "wahai putriku... kamu jangan menangis, karena Allah Ta'ala membela bapakmu".
Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam menyebut bahwa tahun ini adalah tahun kesusahan karena susahnya Nabi SAW tertimpa keberatan dan rintangan dalam dakwahnya.

⭕Dari cerita diatas kita mengambil pelajaran bahwasannya hikmah dari dipanggilnya kedua pembela Nabi SAW
1. pembela yang ada di dalam yaitu siti khodijah.
2.pembela yang di luar yaitu Abu Tholib adalah supaya manusia dan umatnya mengetahui bahwasanya yang menjaga Nabi SAW adalah Allah ta'ala bukan yang lainnya.
Seandainya Allah Ta'ala membiarkan Abu Tholib melindungi terus-menerus keponakannya sampai timbulnya negara keIslaman di Madinah maka akan disangka bahwasanya yang membuat keberhasilan dakwahnya Nabi SAW adalah karena pembelaan Abu Tholib dan kedudukannya Abu Tholib di kaum Quraisy.
seandainya Abu Tholub terus-menerus menyertai dan membela sehingga Nabi SAW selamat dari siksaan orang-orang Quraisy maka penerus-pengurus Nabi SAW dan orang-orang yang berdakwah setelah Nabi SAW akan mempunyai perasaan bahwasanya orang-orang penerus saja Nabi SAW yang mendapatkan kesusahan, sementara Nabi SAW mendapatkan pembelaan, penerus Nabi lah yang terus-menerus mendapatkan kesusahan, adapun Nabi SAW selalu terlindungi dari kesusahan.
hikmah dari Allah Ta'ala mengambil istri dan pamannya supaya penerus-penerus pejuang Nabi SAW ketika mendapatkan rintangan dalam berdakwah dia akan menganggap ringan rintangan-rintangan itu karena panutan mereka Nabi sallallahu alaihi wasallam juga mendapatkan rintangan yang sama, kalau mereka merasakan kesusahan mereka akan merasa senang karena mereka telah merasakan kesusahan yang dirasakan oleh Nabi SAW.

Mari kita memperbanyak sholawat di bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

اللهم صلِ على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم

💎 *Pelajaran Sejarah Nabi 13* 💎

_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_

*Delegasi Pertama*

Di tengah-tengah cobaan dan siksaan yang diterima Nabi ﷺ dan sahabatnya dari orang-orang kafir Quraisy, datanglah delegasi pertama dari luar Makkah untuk memahami agama Islam. Mereka berjumlah 30 orang lebih dari kelompok Nasrani Habasyah. Mereka datang bersama sahabat Ja'far bin Abi Tholib ketika kembali ke Makkah.

Ketika mereka duduk mendengarkan ceramah-ceramah Nabi ﷺ dan pembacaan Al Quran, maka kesemuanya dari mereka beriman kepada Nabi ﷺ dan masuk Islam.

Ketika mengetahui hal itu, Abu Jahal mengatakan kepada mereka, "Saya tidak melihat kafilah yang lebih bodoh daripada kalian. Kalian diutus oleh kaum kalian untuk mengetahui dongengnya laki-laki ini (Nabi ﷺ) lalu sebentar saja kalian duduk bersamanya sehingga kalian meninggalkan agama kalian dan membenarkan-Nya". Mereka menjawab, "Selamat tinggal bagi kalian. kita tidak mengambil orang bodoh sebagai teman. Kami memegangi apa yang kami yakini dan kalian memegangi apa yang kalian yakini. Kami tidak mengharapkan bagi diri kami kecuali kebaikan". Lalu turunlah Firman Allah ﷻ tentang mereka,

(الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ)

(وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ)

(أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)

(وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ) سورة القصص 52-55

⭕ Dari cerita Sirah Nabawiyah di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwasanya apa yang diterima oleh pejuang-pejuang Islam untuk menyebarkan agama Islam, berupa musibah dan siksaan, itu semua tidak berarti kegagalan dan keputusasaan. Bahkan rintangan dan siksaan adalah jalan yang harus ditempuh untuk menuju kemenangan.

Kita melihat bagaimana orang-orang Nasrani Najjasyi (Habasyah) yang berjumlah 30 orang lebih mengarungi lautan menuju Nabi ﷺ untuk mengumumkan akan keislamannya. Sepertinya mereka berkata kepada dunia bahwa, "Musuh-musuh dakwah Islamiyah tidak akan mampu untuk mencegah dakwah Islamiyah. Mereka tidak akan mampu untuk mencegah menyebarnya agama Islam di penjuru dunia walaupun mereka menghalang-halangi, menyiksa orang Islam, dan berkeinginan menghancurkan orang-orang Islam".

Abu Jahal dan orang-orang yang sepertinya tahu akan kebenaran ini, maka terlihatlah perkataan Abu Jahal yang mengandung kebencian yang sangat dalam kepada Islam. Akan tetapi yang mampu dia lakukan beserta orang-orang sepertinya hanyalah menimpakan siksaan kepada orang-orang Islam, namun dakwah Islamiyah akan tetap menyebar ke penjuru dunia, dan dia tidak akan mampu untuk mencegahnya.

Mari kita memperbanyak sholawat di bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

اللهم صلِ على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم

💎 *Pelajaran Sejarah Nabi 12* 💎

*Hijrah Pertama*

Ketika Nabi Muhammad ﷺ  melihat para sahabatnya terkena penyiksaan yang begitu dahsyat dan beliau tidak mampu untuk membela mereka, maka Nabi ﷺ bersabda, "Keluarlah kalian ke negeri Habasyah karena di sana ada Raja yang tidak berbuat zolim kepada siapapun. Di sana adalah negara yang bagus sehingga Allah ﷻ memberikan jalan keluar kepada kalian".

Maka para sahabat berangkat ke negeri Habasyah untuk menjaga agama mereka. Ini adalah hijrah pertama di dalam Islam. termasuk yang ikut hijrah adalah sahabat Utsman bin Affan dan istrinya, Ruqayyah, putri Nabi ﷺ, Abu Hudzaifah dan istrinya, Zubair bin Awwam, Mus'ab bin Umair, Abdurrahman bin Auf dan yang lain-lain, sehingga para sahabat Nabi berkumpul di negeri Habasyah sejumlah 80 orang lebih. Ketika Quraisy mengetahui hijrah ini, mereka mengirimkan Abdullah bin Abi Rabiah dan Amr bin 'Aash membawa hadiah yang sangat banyak untuk dihaturkan kepada Raja Najjasyi (nama Raja negeri Habasyah), pendeta-pendetanya, dan orang-orang di sekelilingnya, supaya mereka menolak kedatangan orang-orang Islam dan menyerahkan kembali kepada bangsa Quraisy.

Sesampainya di sana, Raja Najjasyi memanggil sahabat-sahabat Nabi ﷺ. Raja Najjasyi bertanya, "Agama apakah yang kalian peluk itu, yang kalian memisahkan diri dari kaum kalian dan kalian tidak mau masuk ke agamaku dan agama-agama yang lain?".
Ja'far bin Abi Tholib menjawab, "Wahai Paduka Raja, kita adalah kaum jahiliyah, kita menyembah berhala, memakan bangkai, berbuat zina, memutus silaturahim, menyakiti tetangga, dan yang kuat diantara kita memakan yang lemah. Keadaan kita seperti itu sehingga Allah ﷻ mengutus Nabi-Nya, yang kita tahu ketinggian nasabnya, kejujurannya, amanahnya, dan menjaga harga dirinya, dia mengajak kita untuk menyembah Allah ﷻ saja, memerintahkan kita meninggalkan batu dan berhala sesembahan-sesembahan bapak-bapak kita, dia memerintahkan kita jujur dalam berbicara, mendatangkan amanah,  bersilaturahmi dan mencegah kita dari perzinaan, lalu kita membenarkannya, beriman kepadanya, mengikuti pada apa yang diturunkan oleh Allah ﷻ, lalu kita dimusuhi oleh kaum kami, mereka menyiksa kami, menjauhkan kami dari agama kami supaya kami kembali untuk menyembah berhala, ketika mereka memaksa kami, mendzolimi kami, menyudutkan kami, maka kami keluar menuju negerimu, kita memilihmu karena kita mengharapkan kita tidak dizolimi di sampingmu".

Lalu Raja Najjasyi meminta untuk membacakan apa yang dibawa oleh Nabi ﷺ dari Allah ﷻ, lalu Ja'far bin Abi Tholib membacakan permulaan surat Maryam. Raja Najjasyi menangis sehingga air matanya meleleh membasahi jenggotnya, lalu dia berkata, "Sungguh ini dan yang di bawa oleh Isa AS keluar dari jendela yang satu". Lalu dia menoleh kepada utusan Quraisy sambil berkata, "Pergilah kalian berdua, demi Allah, aku tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian".

🔷 Dari cerita Siroh Nabawiyah di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya agama itu adalah sumber kekuatan, agama adalah yang menjaga harta, tanah air, kebebasan dan kehormatan. Karena pentingnya agama seperti ini maka sudah menjadi kewajiban orang-orang Islam yang berjuang di jalan Allah ﷻ untuk mengerahkan segala kekuatannya demi menjaga agama dan berani mengorbankan tanah air, harta, dan nyawa untuk melindungi agama serta menancapkan agama dalam hati. Sebab bila agama hilang atau dikalahkan maka tidak ada manfaatnya, baik itu harta, pangkat, bahkan negara sekalipun. Bahkan semuanya akan hilang ketiga agama itu hilang. Akan tetapi bila agama kuat dan menancap menjadi tiang masyarakat, menjadi aqidah yang kuat dalam hati masyarakat, maka harta benda, bumi yang semua hilang akan cepat kembali menjadi kemuliaan bagi orang-orang muslim.

🔷 Dari cerita di atas kita juga bisa mengambil pelajaran bahwasanya seorang muslim itu boleh masuk dalam perlindungan non-muslim kalau ada kebutuhan mendesak untuk itu, sebagaimana orang-orang muslim masuk dalam perlindungannya Raja Najjasyi yang Nasrani dan bagaimana Nabi ﷺ masuk dalam perlindungan Abi Thalib pamannya seorang kafir.

Tentu saja ini disyaratkan bila perlindungan ini tidak membahayakan akan dakwah Islamiyah atau merubah sebagian hukum Islam atau diam atas dilakukannya perkara yang haram. Bila syarat ini tidak dipenuhi, maka seorang muslim tidak boleh masuk dalam perlindungan (dipimpin) orang kafir.

Dalilnya adalah ketika Nabi ﷺ disuruh oleh Abu Thalib untuk tidak berdakwah lagi dan tidak mengolok-olok Tuhannya orang kafir, maka Nabi ﷺ bersikukuh untuk keluar dari perlindungan Abu Thalib, dan Nabi ﷺ tidak mau untuk diam atas perkara yang wajib untuk dilakukan dan diterangkan oleh Nabi ﷺ.

Mari kita memperbanyak sholawat di bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

اللهم صلِ على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم

*Pelajaran sejarah Nabi 8*
*Dakwah dengan terus terang/Jahr*

Setelah tiga tahun Nabi SAW berdakwah secara rahasia maka banyak sekali orang-orang yang sudah masuk islam, sehingga kabar keislaman ini telah menyebar di kota mekkah lalu Nabi SAW diperintahkan untuk memperlihatkan dakwahnya itu di tengah-tengah orang-orang quraisy. Allah ta'ala memerintahkan Nabi SAW dengan firmannya:
(فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ)
[سورة الحجر 94]
'' Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik".

Lalu Nabi SAW diperintahkan oleh Allah ta'ala untuk berdakwah kepada keluarganya, Allah berfirman:
(وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ)
[سورة الشعراء 214]
" Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,". Nabi SAW bergegas untuk melaksanakan perintah Allah Ta'ala ini dengan naik ke gunung Sofa, beliau memanggil-manggil: wahai Bani Fihr, wahai Bani Adiy ... sehingga kumpulan orang-orang Quraisy, orang yang tidak mampu untuk keluar maka dia mengutus utusan untuk mendatangi undangan Nabi SAW.
Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata: "Bagaimana menurut kalian kalau aku memberikan kabar bahwasannya tentara berkuda di jurang sana sebentar lagi akan menyerang kalian apakah kalian mempercayai ucapanku ?". Mereka menjawab: kita tidak pernah mendapati kamu berbohong sama sekali. Nabi SAW: "Maka saya menakut-nakuti kalian akan siksa yang sangat berat". Abu  lahab paman Nabi SAW berkata: Rusak kamu pada hari-harimu, apa karena ini engkau mengumpulkan kita kesemuanya?.
Lalu turunlah firman Allah ta'ala:

(تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ)
[سورة المسد 1]

" Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa".
Setelah itu Nabi SAW mengumpulkan keluarganya untuk melaksanakan perintah Allah ta'ala:

" Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,".

lalu Nabi SAW berkata: "Wahai bani ka'bun bin luay... selamatkan lah diri kalian dari nereka. Wahai bani murroh bin ka'bun... selamatkan lah diri kalian dari nereka. Wahai Bani Abd Syamsin...selamatkan lah diri kalian dari neraka. Wahai bani abdu manaf... selamatkan lah diri kalian dari neraka. wahai bani abdul muthalib...selamatkan diri kalian dari neraka. wahai fatimah...selamatkan lah dirimu dari neraka, karena saya tidak memiliki apa-apa dari Allah ta'ala selain aku mempunyai kekerabatan dengan kalian dan akan saya sambung terus kekerabatan ini".

🔷 Dari cerita sirah nabawiyah di atas ini kita bisa mengambil pelajaran akan pentingnya menjaga keluarga.
Semestinya Allah subhanahu wa ta'ala tidak perlu memerintahkan Nabi SAW untuk berdakwah kepada keluarganya karena keluarga itu masuk dalam umumnya firman allah ta'ala:
(فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ)
[سورة الحجر 94]
'' Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik".
artinya keluarga itu bagian dari orang-orang yang perlu didakwahi.
Lalu apa hikmah Allah ta'ala mengkhususkan untuk berdakwah kepada keluarga terdekat?
Hikmahnya adalah Allah ta'ala memberikan pengertian akan pentingnya bertanggung jawab kepada keluarga terdekatnya.
Seorang muslim itu mempunyai tiga tanggung jawab.
pertama: tanggung jawab kepada pribadinya. ini disyaratkan oleh berkhholwatnya Nabi SAW di gua hira, beliau di sana memikirkan diri sendiri, siapa sebenarnya beliau dan apa sebenarnya wahyu itu?.
kedua: tanggung jawabnya seorang muslim akan keluarganya dan kerabat kerabatnya untuk diarahkan menuju keridloan Allah Ta'ala.
ketiga: tanggung jawabnya seorang akan lingkungannya dan tanggung jawabnya seorang pimpinan akan daerahnya. Ulama dan Umaro' adalah pewaris dari Nabi muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Nabi SAW mengatakan: "ulama adalah pewaris para nabi".
Pimpinan dikatakan 'kholifah' artinya pengganti akan rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

😍mari kita memperbanyak shalawat di bulan kelahiran nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam.
😍Allahumma sholli Alaihi wa ala alihi wa shohbihi wa sallam

*Pelajaran sejarah nabi 7*
*Dakwah secara sirri/rahasia*

Setelah Allah Ta'ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk berdakwah, Nabi SAW mulai berdakwah, mengajak ngajak untuk menyembah Allah ta'ala dan meninggalkan menyembah berhala.Akan tetapi pertama kali Nabi SAW berdakwah secara rahasia karena takut mengagetkan orang-orang Quraisy yang sangat fanatik kepada sesembahan berhalanya, Nabi SAW tidak memperlihatkan dakwahnya di majelis-majelis umum akan tetapi Nabi SAW mengajak orang-orang yang ada hubungan dekat dengan Nabi SAW. Orang yang pertama masuk Islam adalah Khadijah binti khuwailid, Ali bin Abi Tholib, Zaid bin harisah budaknya Nabi sekaligus anak angkat Nabi, Abu Bakar Bin quhafah, Utsman bin Affan, Zubair bin awwam, Abdurrahman bin Auf, sa'ad bin Abi waqqash dan yang lain-lainnya.
Mereka bertemu dengan Nabi SAW secara sirri, sebagian dari mereka ketika mau melakukan ibadah dia pergi ke lereng-lereng gunung supaya tidak dilihat oleh orang-orang Quraisy. Setelah orang-orang yang masuk Islam lebih dari 30 orang maka Nabi SAW memilih rumahnya sohabat Arqam Bin Abil Arqam untuk menjadi tempat pengajian Nabi SAW.
Pada masa sirri yang tiga tahun ini, hasil dakwah Nabi SAW 40 orang.kebanyakan mereka orang-orang miskin, pudak-pudak dan orang-orang tidak punya kedudukan di masyarakat Quraisy.

🔷 Dari cerita Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di atas tadi, kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya dalam berdakwah kita diperbolehkan untuk bersiasat menurut kemaslahatan dakwah, kalau memang dakwah membutuhkan untuk keras, maka berdakwah harus keras, kalau dakwah membutuhkan untuk lemah lembut maka metode yang baik adalah lemah lembut.
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam tiga tahun berdakwah secara sirr/rahasia bukan karena takut akan tetapi Nabi SAW bertujuan untuk memberi pelajaran kepada dai-dai setelahnya bahwasanya untuk keberhasilan dakwah itu harus dengan jalan yang tepat dan hikmah untuk sampai pada keberhasilan dakwah yang diridhoi oleh Allah ta'ala. Diperbolehkannya bersiasat dalam dakwah ini bukan berarti menghilangkan tawakal kita kepada Allah ta'ala dan jangan sampai terjadi kita mengandalkan teori-teori tadi sehingga kita memberikan pengaruh kepada teori-teori tadi, ini sangat bertentangan dengan iman kita kepada Allah ta'ala.
Jadi kita wajib untuk merahasiakan dakwah kalau memang memperlihatkan dakwah itu membahayakan dakwah itu sendiri dan kita tidak boleh merahasiakan dakwah kalau dimungkinkan untuk memperlihatkannya dan memperlihatkan dakwah itu ada berfaedahnya.
Kita tidak boleh tunduk dan bernegoisasi dengan orang-orang dzolim ketika kita mempunyai kekuatan dan mampu untuk membela dakwah kita, kita tidak boleh berdiam diri untuk memerangi orang kafir di negara mereka kalau jalan menuju kesana itu memungkinkan.

😍mari kita memperbanyak shalawati di bulan kelahiran Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam.
😍Allahumma sholli Alaihi wa ala alihi wa shohbihi wa sallam*