HIKMAH 63 : COBAAN ALLAH

من لم يقبل على الله بملاطفات الإحسان قيد إليه بسلاسل الامتحان



"Barang siapa yang tidak mendekat kepada Allah dengan halusnya kebaikan yang Dia berikan maka dia akan diikat dengan rantai cobaan"



Manusia ada dua macam, yaitu manusia yang mengetahui (makrifat) kepada Allah karena diberi احسان (nikmat-nikmat) dan manusia yang makrifat kepada Allah karena diberi cobaan. Kedua jenis manusia ini, semua adalah atas kehendak Allah swt. Allah adalah dzat yang bijaksana sehingga akan memberi nikmat atau cobaan atas kehendak-Nya sendiri. Dalam Al-Qur'an telah disebutkan



يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ (269) [البقرة/269]



269. Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).







Allah dikatakan الحكيم karena Allah tahu mana yang baik dan mana yang lebih baik bagi manusia. Oleh karena itu Allah memberi anugrah dan nikmat-nikmat kepada manusia. Dunia ini diciptakan adalah karena manusia. Hewan, tumbuh-tumbuhan dan semua yang ada di bumi ini adalah untuk manusia. Inilah yang dimaksud dengan احسان الله. Lalu apakah احسان ini khusus untuk orang mukmin?



Semua mahluk diberi kebaikan baik muslim ataupun kafir, orang baik ataupun orang jahat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra' : 18-20



مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا (18) وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا (19) كُلًّا نُمِدُّ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا (20) [الإسراء/18-20]



18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.



19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.



20. Kepada masing-masing golongan baik golongan Ini maupun golongan itu[849] kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.





[849] yang dimaksud baik golongan Ini maupun golongan itu ialah mereka yang tersebut dalam ayat 18 dan 19 di atas.





Semua manusia memang diberi kenikmatan oleh Allah, namun ada yang diberi secara banyak dan ada yang sedikit. Ada yang diangkat dan ada yang direndahkan. Ini semua adalah untuk memberi ujian kepada manusia. Jadi dunia ini adalah cobaan bagi manusia. Orang yang diberi pangkat apakah masih ingat dengan bawahannya dan apakah orang yang menjadi bawahan mau berterima kasih kepada atasannya. Inilah yang telah dijelaskan oleh Allah dalam surat Al-An'am : 165



وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آَتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ (165) [الأنعام/165]



165. Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.





Nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia memang berbeda-beda. Ada yang enak dan ada yang kurang enak. Oleh karena itu setelah kita tahu bahwa semua diberi nikmat oleh Allah maka kita harus bersyukur. Sebagaimana firman Allah :



هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ (60) [الرحمن/60]



60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).



Lalu apakah kita memberi kemanfaatan pada Allah sehingga Allah memberi kebagusan pada kita? Tentu saja tidak, Allah langsung memberi nikmat tanpa menunggu adanya kemanfaatan dari kita. Hal ini sangat berbeda dengan watak manusia. Manusia hanya akan senang pada orang yang berbuat baik kepada mereka.



جبلت النفوس لمن احسن اليها



Orang yang mau bersyukur kepada Allah pasti akan diberi tambahan oleh Allah. Jadi احسان Allah adalah dua kali, pertama Allah memberi nikmat dan yang kedua Allah memberi tambahan jika manusia mau bersyukur.





Ada orang yang tidak mau bersyukur maka dia adalah orang yang sombong. Dia diberi mata, kaki, tangan, tapi tidak mau bersyukur dan justru menggunakannya untuk maksiat. Orang ini adalah orang yang telah kalah dalam menghadapi nafsunya. Orang yang telah sombong maka akan sangat berbahaya karena Allah tidak akan mengampuninya. Dalam surat Al-An'am ayat 44 Allah telah berfirman :



فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (44) [الأنعام/44]



44. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang Telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.



Amerika serikat adalah negara yang kaya walaupun penduduknya orang-orang kafir dan orang islam justru hidup dalam kesengsaraan. Ini tak lain karena Allah memberi cobaan kepada mereka. Mereka tidak ditumpas langsung oleh Allah, namun justru diberi semua kenikmatan dunia ini. Inilah yang telah diisyarahkan oleh Allah dalam surat Al-An'am ayat 44 di atas. Yang dipikirkan oleh Amerika hanyalah kemajuan dan keuntungan. Seperti halnya caleg DPR, yang mereka pikirkan hanyalah kemenangan. Mereka tidak memikirkan agama dan juga tidak sadar bahwa manusia itu berbeda-beda nasibnya. Terkadang di bawah dan terkadang di atas, terkadang kaya dan terkadang bisa miskin. Inilah sunnatullah yang telah digariskan kepada manusia. Oleh karena itu jika mereka kalah maka mereka akan susah, namun jika mereka beriman maka mereka akan sadar bahwa semua adalah dari Allah. Kekalahan itu adalah cobaan dari Allah, apakah kita sabar atau tidak.





Orang tidak ingat kepada Allah karena selalu hidup dengan kenikmatan, kemudahan dan kesenangan. Untuk itu Allah memberi cobaan agar manusia ingat kembali kepada-Nya. Nikmat itu ada dua, yaitu nikmat dhahir dan nikmat bathin. Kedua nikmat tersebut adalah cobaan dari Allah. Kaya atau miskin, semuanya adalah cobaan. Ini semua dilakukan untuk melihat seberapa keimanan seseorang kepada Allah. Dalam surat Al-Anbiya' : 35 telah dijelaskan



كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (35) [الأنبياء/35]



35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.





Manusia diberi harta, kesehatan, dan nikmat, kesemuanya adalah cobaan. Jadi kita harus selalu bersyukur kepada Allah. Sekarang ini banyak sekali orang yang tidak mau bersyukur. Dan orang yang tidak mau bersyukur maka akan mendapatkan cobaan dari Allah. Inilah yang diisyarahkan oleh Ibnu Athaillah قيد إليه بسلاسل الامتحان.

0 komentar:

Poskan Komentar