PERSAMAAN GENDER


              Berbicara masalah gender, sebagaimana yang telah kita ketahui, gender yaitu menyamakan antara laki-laki dan wanita dalam hak dan kewajiban.
              Apa arti gender menurut orang barat?
            Jika persamaan gender yang mereka maksud adalah berkumpulnya laki-laki dan wanita dalam satu tempat, lantas semua berjalan dengan teratur, ukuran serta tugas mereka sama, mendapatkan kesejahteraan yang sama tanpa adanya perbedaan sedikitpun, seakan-akan mereka bebatuan yang tersusun dalam satu tempat dengan ukuran yang sama. Jika persamaan gender yang mereka kehendaki adalah pemahaman dangkal seperti ini, maka hendaknya mereka mencarinya di pabrik produksi.
            Ketika dikatakan bahwa "Seorang wanita berhak melakukan hak politik, tetapi wanita itu sendiri ada yang pantas melakukan politik dan ada yang tidak, begitu juga dengan politik ada yang patut untuk dilakukan seorang wanita dan ada yang tidak. Maka yang demikian itu juga ditemukan pada orang laki-laki bahwasanya mereka ada yang pantas untuk melakukan politik dan ada yang tidak".
            Dan ketika dikatakan juga bahwa "Seorang wanita berhak menjadi saksi, kemudian kita datangkan beberapa syarat yang bisa mengugurkan wanita itu untuk menjadi saksi, dan akhirnya mereka pun tidak bisa menjadi saksi. Maka yang demikian itu juga ditemukan pada orang laki-laki bahwasanya mereka berhak menjadi saksi lalu ada beberapa syarat yang bisa menggugurkan mereka menjadi saksi, bahkan terkadang bisa menggugurkan semua laki-laki (dalam sebagian daerah) dan terkadang juga tidak memenuhi syarat dalam semua masalah tidak hanya masalah saksi.
Perlu diperhatikan bahwa masalah laki-laki atau wanita itu tidak berpengaruh dalam masalah pengguguran hak. Pendorong satu-satunya adalah sifat-sifat baru pada diri mereka yang bisa menghilangkan kepatutan mereka menjadi seorang untuk berpolitik atau menjadi saksi.
Perkataan orang yang mengaku sebagai pelindung hak wanita dan bahwa islam itu mendiskriminasi (mengurangi) hak wanita dan memandang rendah terhadap mereka, maka itu hanya menyampur antara satu hak untuk mereka berdua dengan sifat-sifat baru yang bisa membedakan keduanya, tanpa memikirkan bahwa perkataan itu juga memberi kesimpulan jika islam juga mendiskriminasi hak laki-laki dan memandang rendah terhadap mereka.
Argumentasi global ini hanya mendasar pada masalah yang sering diutarakan pada  wanita, dan masalah yang sering dibuat dalil yaitu islam tidak menyamakan hak laki-laki dan wanita, islam juga menutupi wanita dari hak sipil dan hanya memberikannya pada laki-laki bahkan mempermudah mereka dalam masalah sipil tersebut.
Kita akan menjelaskan bahwa gender yang diasumsikan oleh orang barat itu tidak mungkin diterapkan pada negara kita. Apabila gender ini diterapkan maka masyarakat akan hancur, jembatan penghubung dan penolong mereka akan hilang.
Sekarang kita tandaskan bahwa gender yang diberikan Allah atas dasar kepemilikan, kemampuan dan karakter yang berbeda itu diberikan kepada golongan laki-laki dan wanita dengan bagian yang sama. Ketika itu kita akan menyangka bahwa orang yang mengaku sebagai pelindung hak wanita akan mendapat masalah yang banyak menimbulkan perdebatan, masalah yang disangka mencela syari'at islam karena mereka mengatakan bahwa islam mengutamakan hak dan kewajiban laki-laki daripada perempuan. 
Jadi kita semua akan semakin yakin bahwa timbulnya masalah-masalah di atas hanya untuk menjelaskan perbedaan laki-laki dan wanita. Akan tetapi pendorong utama adalah sifat baru dan unsur-unsur luar yang baru bukannya masalah laki-laki dan perempuan itu sendiri.
                         

0 komentar:

Poskan Komentar