كلوا من رزق ربكم واشكروا له بلدة طيبة ورب غفور

كلوا من رزق ربكم واشكروا له بلدة طيبة ورب غفور
(سبأ ١٦ )

Kita sering mendengarkan doa supaya negara kita atau negara lain di jadikan oleh Allah suatu negara yang " BALDATUN TOYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUR"
Negara yang bagus dan diberi penganpunan dari allah yang maha pengampun.

Ketika saya mendengarkan doa ini sungguh saya sangat berat mengamininya.karena doa yang di ambil dari ayat di atas di dahului dengan kata " Kulu min rizki robbikum wasy kuru lah" artinya kita harus menikmati nikmatnya Allah dengan di barengi bersyukur.
Bersyukur adalah menggunakan nikmtnya Allah pada perkara yang di ridlohi oleh Allah.
Apakah bangsa kita sudah menjadikan nikmat yang melimpah di bumi indonesia tercinta ini di jalan yang dirlidohinya atau justru kita menggunakan nikmat tersebut di jalan yang di murkahiNya?
Jawabannya adalah sudah kita ketahui semua.
Kalau jelas kita masyarakat indonesia tidak menasarufkan nikmat Allah pada jalan yang di ridlohiNya bahkan menasarufkan pada jalan yang di murkaNya, pantaskah kita berdoa negar ini jadi " BALDATUN TOYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUR"?
Apakah kita masih punya muka untuk meminta allah dengan doa itu?
Mari kita amar ma'ruf untuk menjadikan negara ini negara yang bersyukur lalu berdoa dengan doa itu.
Tapi bagaimanapun kita akan meminta doa doa itu bukan dengan amal kita, tapi dengan anugrah Allah swt.

1 komentar:

  1. doa adalah sebuah harapan, tidak apa kita berharap dengan doa, tapi harapan tak kan terwujud tanpa usaha, usaha kita mewujudkan (QS.Saba:15) berupa doa itu dengan syukur, syukur kita kepada Alloh adalah mengimplementasikan kehendak Alloh dalam sebuah baldah, baldah yang didalamnya terwujud kerajaan (kekuasaan) Alloh Lahulmulkussamaawaati wal ardl (QS.10:25), dalam kerajaan Alloh disitulah Hukum, peraturan, undang-undang danlainsebagainya yang ada layaknya dalam sebuah baldah harus bersumber dari Alloh dan atasnama Alloh sebagai raja yang menciptakan segala sesuatu Iqrobismirobbikalladzi kholak (QS.96:1), dengan itu tatkala unsur yang mendiami baldah tersebut melakukan penyimpangan maka hukumi dengan hukum yang dikehendaki Alloh sehingga Alloh takakn menghukumi lagi kelak dengan hukum yang lebih keras di akhirat, karena yang menghukumi adalah aparat hukum wakil Alloh yang mengimplementasikan Alloh sebagai hakim dalam baldah itu. itulah yang dikatakan baldatun toyyibatun warobun ghofur, negeri yang baik dan mendapatkan pengampunan dari robbnya.Wallohua'lam

    BalasHapus