Hikmah ke 3: Sebesar-besarnya keinginan (kemauan) tidak mampu mengoyak tembok qodar Allah SWT.

KAJIAN KITAB AL HIKAM

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 3*

سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ

*_Artinya:_*
"Kekuatan himmah(kemauan) tidak akan mampu mengoyak tembok qadar Allah SWT."

*_Syarah:_*

📚 Berusahalah dan Bekerjalah, untuk menghasilkan apa yang kamu mau. Akan tetapi ketahuilah, bahwa usahamu dan jerih payahmu walaupun sudah semaksimal mungkin tidak akan berhasil kalau dia bertentangan dengan hukum dan qadarnya Allah.

📚 Ketika ada seseorang yang bekerja untuk mendapatkan rizqi, namun melalui jalan yang tidak halal, maka dia harus menjauhi pekerjaannya itu dan berpegang kepada yang dikatakan Syekh pada hikmah ini.

📚 Blia setan membisikinya, "Ini adalah pekerjaan yang menghasilkan rizkimu. Kalau engkau meninggalkannya maka tidak akan ada gantinya". Maka katakan pada setan itu, "Dari mana engkau tahu bahwasanya pekerjaanku ini adalah sumber rizkiku dan sebab yang hakiki untuk kelangsungan hidupku? Saya tidak akan terjerumus dalam kesalahan ini karena saya selalu berpegangan pada firman Allah:

ان الله هو الرزاق ذو القوة المتين

"Sesungguhnya Allah sajalah yang memberikan rizki, yang mempunyai kekuatan yang kokoh“

Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi Wasallam mengatakan, "Sungguh kalian dikumpulkan ciptaannya di perut ibumu 40 hari berupa mani, lalu berupa darah 40 hari, lalu berupa daging 40 hari, lalu dikirimlah malaikat untuk meniup ruh, dan diperintahkan 4 perkara, mencatat rizkynya, ajalnya, amalnya dan celaka atau selamatnya".

Lalu katakan juga pada setan tersebut, "Kalau Allah SWT sudah mencatatku sebagai orang kaya maka harta akan datang kepadaku dengan sendirinya. Kalau Allah SWT mencatatku sebagai orang miskin maka hartaku akan sedikit walaupun usahaku sangat banyak".

📚 Kalau begitu Kenapa orang harus bekerja? Jawabannya adalah, bekerja adalah tugas dari Allah Ta'ala, kita bekerja karena perintah-Nya, dan apa yang kita hasilkan dari pekerjaan kita adalah dari-Nya bukan dari hasil usaha pekerjaan kita.

Wallahu A'lam Bisshowab.

0 komentar:

Poskan Komentar