Hikmah ke 4: istirahatkan hatimu dari pengaturan

KAJIAN KITAB AL HIKAM

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah* 4

ﺃﺭِﺡْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺘَّﺪْﺑِﻴﺮِ ﻓﻤﺎ ﻗﺎﻡَ ﺑﻪِ ﻏﻴﺮُﻙَ ﻋﻨْﻚَ ﻻ ﺗَﻘُﻢ ﺑﻪِ ﻟﻨﻔﺴِﻚَ

Artinya:
Istirahatkan hatimu dari pengaturan. Karena apa yang sudah ditanggung pihak lain (Allah) untukmu, kau tidak perlu ikut menanggungnya.

*_Syarh:_*

Ada perbedaan antara melakukan usaha (Asbab) dengan mengatur (Tadbir) sesuatu melalui Asbab.

*1*. " _Melakukan Usaha_ " adalah perbuatan anggota badan yang lahir, maka dia dianjurkan.

*2*. " _Mengatur_ " adalah perbuatan akal. Seseorang mengatakan dalam hatinya bahwa kalau dia melakukan sesuatu ini maka dia akan mendapatkan keuntungan, kesuksesan, dan hasil yang baik. Pengaturan seperti ini tidak diperbolehkan.

Dengan pertemuan dua perkara ini, (positif dan negatif) maka akan sempurna kehidupan seorang muslim.

Dia pergi ke pasar sebagaimana yang lainnya, dia melakukan usaha -usaha sesuai dengan aturan syari'at. Ketika ia ditanya, "Apa prediksi dan angan-anganmu dengan melakukan usaha-usahamu ini?". Dia menjawab, "Ini adalah tugas yang dibebankan Allah Ta'ala kepadaku. Adapun apa yang akan terjadi dan apa hasil dari kerjaanku ini, itu kembali kepada hukum dan aturan Allah SWT, Aku pasrah akan qodlo' dan hukumNya.

Cara hidup yang seperti ini adalah kehidupan panutan kita, Baginda Nabi Muhammad _Shallallahu 'alaihi wa Sallam_. Ketika beliau hijrah ke Madinah bersama sahabat Abu Bakar RA, beliau melakukan segala sesuatu untuk bisa menyelamatkan diri dari awasan orang-orang Quraisy. Beliau berhijrah dengan menyamar, dan menyuruh Sayyidina Ali untuk tidur di ranjangnya sehingga orang musyrik menyangka bahwasanya Nabi tetap di rumahnya, tidak keluar. Jejak-jejak Nabi dan sahabat dihilangkan dengan jejak domba-domba Abu Bakar. Bersembunyi tiga hari di Gua Tsur, sehingga orang-orang Quraisy tidak mengejarnya. Kemudian meminta bantuan orang musyrik yang bisa dipercaya untuk menunjukkan jalan alternatif untuk ke Madinah. Ini semuanya adalah usaha-usaha Nabi SAW.

Ketika Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur, datanglah sekelompok orang musyrikin. Lalu Abu Bakar mengatakan, "Seandainya diantara mereka ada yang melihat ke kakinya maka dia akan melihat kita". Lalu Nabi menjawab, "Bagaimana kamu menyangka yang jelek dengan dua orang yang ketiganya adalah Allah?".

Ketika beliau sudah selamat dan menuju ke Madinah, di perjalanan dikejar oleh Suroqoh dengan memakai kuda untuk melakukan kejahatan kepada beliau. Abu Bakar sangat mengkhwatirkan keadaan beliau. Akan tetapi Nabi SAW terus berjalan, tidak menoleh ke kanan dan ke kiri. Beliau SAW terus membaca Al Qur'an, pasrah tawakkal akan pengaturan Allah Ta'ala. Ini adalah pengguguran pengaturan ( _Isqatu Tadbir_ ).

Semoga Allah Ta'ala mengangkat kita ke makom " _Isqatut Tadbir_" ini.

Wallahu A'lam Bisshowab.

0 komentar:

Poskan Komentar