syarat mursyid

1.    1. Assalamu’alaikum, wr, wb. Salam sungkem. Semoga Kyai senantiasa diberikan kesehatan wal afiyat lahir batin, Amin. Kyai, sejauh yang saya ketahui, bahwa dalam thoriqoh itu terdapat sebuah sistem kepemimpinan yang khas dan unik, dimana disitu terdapat ketaatan totalitas seorang jama’ah terhadap pemimpinnya (mursyid).  Sehingga tidak jarang saya temui, bahwa kyai yang sebagai mursyid thoriqoh itu  mempunyai jama’ah yang sangat solid ketaatan kepadanya dibandingkan dengan jamaah kyai yang lain (tanpa brmaksud membandingkan). Yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana dan atas dasar "(adillah syariyyah)"apa ketaatan tersebut dibangun?. Terimakasih. (Abdulloh Romli- Pekalongan Jawa Tengah)


2.  2.   Assalamu’alaikum, wr, wb. Salam ta’dhim. Semoga rahmat Allah terus menyertai kyai beserta keluarga, Amin. Kyai, di daerah saya pernah terjadi sebuah polemik tentang diangkatnya seorang Mursyid Thoriqoh ketika Mursyid yang sebelumnya wafat, dimana ada yang mengatakan bahwa sebenarnya yang meneruskan estafet menjadi mursyid adalah Kyai A, namun versi lain adalah Kyai B. Hingga akhirnya saya berfikir tentang kategorisasi seorang mursyid itu sendiri, yaitu apakah sesungguhnya kriteria seorang dianggap mursyid? atau apa syarat-syarat seorang bisa mencapai derajat sebagai mursyid?  Jazakumullah. (Aminuddin – Jombang Jawa Timur)

Bismillah wala haula wala quwwata illa billah.
Syarat menjadi mursyid sebagimana yang di tulis oleh syeh abd qadir isa pada kitab haqaiq an attasawwuf ada 4, yaitu:
:
1.Mengetahui kewajiban yang fardlu ain.
Artinya syeh harus mengetahiu fardlu- fardlu ain yang di wajibkan padanya sebagaimana mengetahui hukum sholat, zakat (kalau wajib), dan puasa. Mengetahui hukum-hukum perdagangan kalau dia seorang pedagang dan seterusnya, juga harus mengetahui sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah dan rosul-Nya

2.'Arif billah (ahli ma'rifah pada Allah).
Artinya dia harus berhaluan madzhab ahlissunnah waljamaah dalam aqidah dan tasawwuf.dia harus mengetahui bahwa allah itu esa dalam zat sifat dan affaal.lalu hatinya kontak dgn keesaan allah itu.matanya melihat alam raya ini tapi mata hatinya melihat sang pencipta Allah swt.

3.mengetahui seluk beluk nafsu dan cara membersihkannya.
Artinya dia telah mendapatkan didikan dari gurunya.dan mendapaktan pelajaran tentang tingkatan nafsu, cara untuk mengobati penyakit hati, tentang cara masuknya syaetan dan cara mengatasinya.dan sebagainya.

4.mendapat izin dari gurunya untuk menjadi mursyid.
Atinya dia harus mendapatkan ijazah dan mandat untuk menjadi pendidik (mursyid) dari gurunya yang sambung sampai pada junjungan kita nabi besar muhammad saw.

Teori ijazah ini yang di pakai oleh perguruan perguruan modern sekarang.semisal dokter tidak boleh mengobati kecuali ada izin dari perguran tinggi jurusan kedokteran begitu juga arsitek tidak boleh menggambar bangunan kecuali mengantongi ijazah.begitu seterusnya.
Semoga kita mendapatkan kriteria mursyid yang seperti itu.kalau kita telah menemukannya maka hilangkan kemauhanmu dalam kemauhannya.dan memintalah untuk tidak hidup sepeninggalnya.karena keselamatan sulit sepinggalnya.
Dari sini kita dapat menjawab kenapa seorang ikhwan toreqah sangat mengagungkan mursyidnya?.karena mursyid adalah di umpamakan seorang dokter ahli yang sedang menangani pasiennya.maka apapun yang dikatakan oleh dokter spesialis itu harus dia terima dengan tanpa ada protes sama sekali.
Tapi kalau ada mursyid yang tidak menetapi syarat tersebut maka dia akan merusak murid muridnya sebagaimana perkataannya syeh syusytari dalam syiirannya yang di syarahi oleh syeh abd aziz addabbagh :
إذا لم يكن علم لديه بظاهر #ولا باطن فاضرب به لجج البحر
Jika syaekh tadi tidak mengetahui ilmu dzohir dan batin maka buang saja ke laut (jangan kamu perdulikan)

وإن كان إلا أنه غير جامع # لوصفهما جمعا على أكمل الأمر
فأقرب أحوال العليل إلى الردى # إذا لم يكن منه الطيب على خبر
Dan jika dia memang memiliki ilmu tadi (dzohir dan batin) namun dia dia tidak mengumpulkan pada kedua sifatnya (tidak sempurna ilmu) maka kemungkinan besar si pasien tadi akan bertambah parah jika dokternya tidak berpengalaman.
Syeh abd aziz addabbagh mengatakan :Syeh tarbiyah punya beberapa alamat 1.lapang dada.2.tidak punya musuh(dari arah syeh).3.dermawan.4.menyenangi pada orang yang berbuat jelek padanya.4.melupakan kesalahan muridnya.
Dengan ikhtiyar dan kemauan yang keras insyaallah kita menemukan mursyid yang hakiki ini.Kalau kita belum mendapatkan syeh yang seperti itu maka kita mencari teman yang baik dan memperbanyak baca sholawat pada mursyid teringgi nabi muhammad saw.
Wallahu a’lam bissowab.

2 komentar: