Hikmah 174

🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah  174*

تحقق بأوصافك يمدك بأوصافه، تحقق بذلك يمدك بعزه،تحقق بضعفك يمدك بحوله وقوته

*_Artinya_*
Perlihatkan sifatmu maka Allah akan menolong dengan sifatnya.Perlihatkanlah kehinaan mu maka Allah akan memberikan keagungannya. Perlihatkanlah kelemahanmu maka Allah akan membantumu dengan kekuasaan dan kekuatannya

*_Syarh:_*

Kalau engkau merasa kaya Maka jangan meminta-minta kepada orang lain.
Kalau engkau merasa kuat maka jangan minta pertolongan orang lain.
Kalau engkau merasa Mulia Maka jangan menghinakan dirimu untuk meminta keagungan dari orang lain.
Orang yang kaya itu adalah orang yang kekayaannya tidak tergantung pada orang lain.begitu juga orang yang kuat dan orang yang mulia.
Kalau kamu merasa kaya tapi tergantung pada lingkunganmu sehingga hilang kekayaanmu karena lingkunganmu tidak mendukungmu maka itu sebagai dalil bahwasannya kamu tidak kaya, kamu tidak kuat dan kamu tidak mulia.
Manusia itu fakir dalam kekayaannya, lemah dalam kekuatannya, hina dalam keagunganya, karena dia membutuhkan zat yang lain, bukan bersumber dari dirinya.
Allah mengatakan:
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ)
[سورة فاطر 15]
"Hai manusia, kalian faqir kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji".

Kamu  sebagai manusia jangan mengingkari Jati dirimu.
Menghadaplah kepada Allah dengan kehinaan mu, mendekatlah kepada Allah dengan kelemahanmu maka Allah akan memberikan kekuatannya kepadamu.
Manusia yang menghadap kepada Allah dengan melepaskan hayalan kekuatannya, kekayaannya, kehebatan nya pasti Allah akan menggantinya dengan kekayaan, kemulyaan dan kekuatan, menjadikannya seorang yang kaya, seorang yang kuat, seorang mulia.semuanya itu diberikan kepadanya tidak harus dia punya uang banyak, tidak harus mempunyai pengikut yang banyak, dan tidak harus mempunyai kekuatan para petinju karena banyak orang yang mempunyai harta padahal dia sebetulnya orang yang paling miskin di dunia, banyak orang yang mempunyai kursi jabatan tapi dia hina dina, banyak orang yang mempunyai kekuatan bertanding tapi dia matinya dimakan oleh hewan-hewan kecil.
Qorun sangat kaya tapi tidak ada arti kekayaan, kalau kekayaannya Qorun ini bener-bener Hakiki maka dia akan melindunginya dari bumi yang menelannya,sebagaimana yang dikatakan oleh Allah ta'ala :
(فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ)
[سورة القصص 81]
" Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)".

Syeh fudlel bin iyadl seorang yang tidak mempunyai harta, pada suatu pertemuan beliau dengan Amirul Mukminin Harun ar-rasyid, sang raja memberikan kantong berisi uang yang banyak akan tetapi fudlel bin iyadl mengembalikannya.Lalu siapa yang kaya dan siapa yang miskin?.jawabannya adalah syeh fudlel lah yang kaya karena dia tidak membutuhkan sesuatu kecuali dari Allah Ta'ala.
Diceritakan Syekh Said nursi ketika Perang Dunia Pertama dia tertawan oleh tentara Rusia dan dia dijebloskan di penjara, suatu ketika pimpinan Rusia menjenguk para tawanan, setiap dia melewati kelompok tawanan Semuanya berdiri untuk menghormatinya. ketika dia sampai pada kelompok Syekh Said nursi beliau tidak perduli dan tidak mau berdiri lalu pimpinan tadi Bertanya kepadanya: Apakah kamu tidak mengenalku?. Syekh Said nursi:  aku mengetahui mu, engkau yang dinamakan Nakula. Nakula: kalau begitu engkau telah menghina keagungan Rusia. Syeikh Sa'id : bukan begitu tapi Tuhan yang aku menjadi hambanya mencegahku untuk menghinakan diri kepada selainnya. perkataan ini sangat mempengaruhi Panglima Rusia ini.lalu dia mengampuninya sambil mengatakan: saya kagum dengan Agamamu yang menjadikan kamu Mulia seperti ini.

Wallahu a'lam bishowab.
Al-fatihah ila Syekh Ibnu Athoillah assakandari Wa syeh Said Al buthi

0 komentar:

Poskan Komentar