Hikmah 84

SUARA NAHDLIYYIN:
🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 84*

اذا اردت أن يكون لك عز لا يفنى فلا يستعزن بعز يفنى

*_Artinya_*

Kalau engkau menghendaki keagungan yang tidak akan sirna maka jangan cari keagungan dengan keagungan yang sirna.

*_Syarh_*

Manusia ditakdirkan Allah dalam keadaan lemah. Oleh karena itu manusia membutuhkan penolong dan yang menolong itu tidak ada kecuali Allah Ta'ala. Bukan harta, bukan jabatan dan bukan kekuatan. Di dalam Al-Quran disebutkan,

اليس الله بكاف عبده.ويخوفونك بالذين من دونه

Artinya:
_Bukankah Allah itu mencukupi hamba-Nya dan mereka menakut-nakutimu dengan orang-orang selain Allah?_

_Allah Ta'ala mencukupi hamba-Nya_, kata-kata ini berarti Perlindungan Allah Ta'ala (wilayatullah).

_Dan mereka menakut-nakutimu dengan orang-orang selain Allah_, kata-kata ini menunjukkan kebatilannya segala perlindungan selain Allah SWT.

Diceritakan bahwa Sayyidina 'Umar bin Khottob _radliyallaahu 'anhu_ ketika pergi ke Baitul Maqdis, beliau memakai pakaian yang sangat sederhana, penuh dengan tambalan. Abu Ubaidah, Panglima Muslimin, berbisik kepada beliau supaya mengganti pakaiannya dengan pakaian yang pantas untuk berhadapan dengan pemuka-pemuka agama negara Syam. Lalu Umar mengatakan, "Kita ini kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam. Kalau kita mencari kemuliaan dengan selain perkara yang dengan perkara itu Allah memuliakan kita, maka Allah akan merendahkan kita".

Arti dari perkataan Sayyidina 'Umar ini adalah,  kita mulia karena kita berpegang teguh kepada ajaran Allah Ta'ala, bukan karena banyaknya harta, bukan karena kuatnya pasukan bala tentara, bukan karena kemodernan, bukan karena keilmiahan dan teknologi. Tetapi karena kita mencari keagungan dengan Islam, maka Allah memberikan kekayaan, kekuatan, dan kemodernan.

Alangkah indahnya seandainya orang Islam sekarang ini memahami perkataan Sayyidina Umar _radliyallaahu 'anhu_ ini. Alangkah indahnya kalau mereka sadar akan kesalahan mereka berupa bosannya mereka kepada Islam yang menjadi sumber kemuliaan mereka. Sadar akan kesalahan mereka berupa mencari-cari keagungan melalui kemodernan, melalui liberalisasi Islam (Islam Liberal), dan meniru orang-orang kafir.

Wallahu A'lam Bisshowab

0 komentar:

Poskan Komentar