Hikmah 8

🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 8*
  
إذا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلا تُبْالِ مَعَها إنْ قَلَّ عَمَلُكَ. فإِنّهُ ما فَتَحَها لَكَ إلا وَهُوَ يُريدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ مُوِرُدهُ عَلَيْكَ ؟!

*_Artinya_*

Apabila Allah ﷻ telah membukakan salah satu jalan _makrifat_ (mengenal Allah ﷻ) bagimu, maka jangan hiraukan mengapa itu terjadi, walaupun amalmu masih sangat sedikit. Allah ﷻ membukakan pintu itu bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahwa perkenalan itu merupakan anugerah-Nya kepadamu, sedang amal-amalmu engkau persembahkan kepada-Nya?  Maka apalah arti apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu dibanding dengan apa yang dianugrahkan oleh Allah kepadamu!

*_Syarh:_*
 
Untuk _wusul_  dan _makrifat_ kepada Allah ﷻ, bisa dicapai dengan dua jalan.

🔰 Jalan pertama: Manusia beribadah kepada Allah ﷻ . Ini jalan panjang dan berat. Manusia memulainya dengan menanamkan keimanan di dalam akal lalu mengisi hatinya dengan _mahabbah, ta'dzim,_ dan takut kepada Allah ﷻ dengan memperbanyak berdzikir dan banyak membaca Al Qur'an. Sehingga ketika jalan panjang ini telah dilaluinya maka ia akan merasa dunia ini kecil dan tidak ada harganya, lalu akhirat dia rasakan besar dan sangat penting. Maka dia akan lebih memikirkan akhirat daripada memikirkan dunia yang fana ini.

🔰 Jalan yang kedua ini dimulai dari perkenalan Allah ﷻ kepada hambanya. Jalan ini yang sedang di bahas oleh Syekh Ibnu Athoillah dalam hikmah ke delapan ini. Kalau jalan pertama itu dimulai dari manusia menuju Allah ﷻ, maka jalan yang kedua ini dimulai dari Allah ﷻ menuju hamba-Nya. Seperti manusia sedang tenggelam dalam kemaksiatan, lupa akan perintah-perintah Allah ﷻ, menuruti nafsu-nafsunya, di kala itu tiba-tiba dengan tanpa sebab yang jelas Allah ﷻ menariknya menuju ke haribaan-Nya dan kema'rifatan-Nya. Ini terjadi pada waktu yang singkat.

Pada masa Nabi Muhammad ﷺ, banyak sekali sahabat-sahabat yang mengenal Allah ﷻ dengan jalan yang kedua ini. Banyak orang badui yang kaku dan kasar datang ke Madinah, melihat Rasulullah ﷺ, mendengarkan nasehat-nasehat beliau, sehingga pada pertemuan sekali itu saja dia menjadi orang yang lain dari sebelumnya, dia tidak kasar lagi, tidak keras hatinya, sepertinya dia baru saja dilahirkan kembali di muka bumi ini.

Pada zaman setelah Nabi ﷺ juga banyak orang-orang yang istiqomah dengan jalan kedua ini. Kita mengenal Fudloil bin 'Iyadl, yang pada malam gelap dia berubah drastis, dari seorang penyamun dan perampok, menjadi orang yang ahli ibadah, hatinya penuh dengan kecintaan dan takut kepada Allah ﷻ. Kita mengenal Abdullah bin Mubarok yang gemar dengan nyanyi-nyanyian, gitar-gitaran, tidak pernah menoleh kepada perintah-perintah Allah ﷻ, pada satu malam saja dia menjadi orang yang yang ahli ibadah, menjadikan semua harta yang dia punya untuk menjadi jalan menuju Allah ﷻ. Begitu juga Malik bin Dinar, dia sering mabuk, lalu menjadi seorang kekasih Allah, yang pelajarannya selalu dihadiri oleh ribuan orang, dan banyak di tangannya orang-orang yang bertaubat.

Begitu juga banyak di zaman sekarang orang yang menuju kepada Allah ﷻ dengan jalan yang kedua ini. ada seseorang yang masa lalunya kelam, suatu hari dia masuk ke Masjid untuk sholat subuh dengan khusyuk. Perpindahan orang ini cuma satu malam saja. Kita juga bisa melihat artis-artis yang berpindah menuju kebaikan tanpa proses yang panjang.

Dua jalan ini telah diisyaratkan oleh Allah ﷻ pada firmannya:

اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

_"Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)"._
(QS Asy Syuro: 13)

_*Wallahu A'lam Bisshowab*_

Sholluu 'Alan Nabi Muhammad

0 komentar:

Poskan Komentar