HIKMAH KE 5 PADAMNYA NUR BASHIROH

SUARA NAHDLIYYIN:
🕋 *KAJIAN KITAB AL HIKAM* 🕋

*_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_*

*Hikmah 5*

اجتهادُكَ فيما ضَمِنَ لكَ وتقصيرُكَ فيما طَلَبَ منكَ دليلٌ على انْطماسِ البصيرةِ منْكَ

*_Artinya_*

Bersungguh-sungguhnya kamu dalam masalah perkara yang sudah ditanggung oleh Allah ta'ala kepadamu, dan sembrononya kamu dalam masalah yang diperintahkan Allah kepadamu itu suatu dalil akan padamnya _nur bashiroh_mu.

*_Syarh:_*

🔷 Allah SWT berfirman:

وما خلقت الجن والانس إلا ليعبدون ما أريد منهم من رزق وما أريد أن يططعمون إن الله هو الرزاق ذو القوى المتين
Artinya :
_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Aku tidak mengharapkan dari mereka rizki dan aku tidak mengharapkan mereka memberi makan aku. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Memberi Rizki yang mempunyai kekuatan yang kokoh”._

Dalam ayat ini Allah Ta'ala menjelaskan bahwasanya manusia diberi tugas oleh Allah Ta'ala yaitu berupa menghambakan diri kepadanya. Lalu Allah Ta'ala menanggung manusia (yang menghambakan diri kepada Allah) sendi-sendi kehidupan dan rizkinya.
Lalu apa semestinya yang dilakukan manusia dari penjelasan Allah Ta'ala ini ?

Jawabnya, mestinya manusia yang beriman kepada Allah akan berusaha dengan segala kekuatannya untuk melakukan tugas yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala dan tidak memikirkan lagi tanggungan Allah Ta'ala berupa rizki-Nya dan penundukkan ciptaan-Nya untuk kemaslahatan dan kebahagiaan manusia. Akan tetapi banyak diantara manusia yang merasa susah dan bingung dalam masalah perkara yang sudah ditanggung oleh Allah Ta'ala (rizki), dan mereka lupa serta tidak menjalankan tugas yang diembankan oleh Allah Ta'ala. Ini adalah tanda akan padamnya _Nur Basiroh_ hati mereka.

🔷 Allah Ta'ala berfirman:

(وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ)

Artinya:
_"Perintahlah keluargamu untuk melakukan sholat, dan sabar untuk melakukannya. Aku tidak memintamu rizki, Aku yang memberimu rizki, dan kemenangan itu bagi orang yang bertaqwa"._

Banyak manusia yang tidak memperdulikan keluarganya serta anak-anaknya akan pendidikan sholat dan keagamaannya dengan alasan dia tidak mempunyai waktu luang untuk itu karena dia sibuk dengan perdagangan dan mencari rizki.

🔷 Allah Ta'ala berfirman :

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya:
_Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya._

Akan tetapi manusia mempermainkan takaran timbangan dan terus menerus melakukan penipuan untuk mendapatkan rizki yang sudah ditanggung oleh Allah Ta'ala. Mereka mengharapkan kekayaan dengan cara kezoliman dan penipuan.

🔷 Allah Ta'ala berfirman :

_مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:
_"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."_ (An Nahl : 97).

Akan tetapi manusia berpaling menjauh dari amal shaleh yang diperintahkan Allah, lalu dia mencari kehidupan yang bahagia dalam kesesatan dan kemaksiatan.

🔷 Allah Ta'ala berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيۡ‍ٔٗاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ 

Artinya:
_“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum merek

0 komentar:

Poskan Komentar