HIKMAH KE 75 : MINTALAH MENURUT ALLAH

خير ما تطلبه منه ما هو طالبه منك "Sebaik-baik perkara yang kita minta kepada Allah adalah perkara yang diminta Allah kepada kita" Allah meminta kita agar beribadah kepada-Nya maka inilah sesuatu yang harus kita minta agar kita bisa dekat kepada Allah. Oleh karena itu kita harus meminta kepada Allah agar bisa melakukan ibadah kepada-Nya. Allah meminta agar manusia menjalankan syari'at islam, namun ini bukan berarti Allah sangat membutuhkan ibadah kita. Justru kita sendiri lah yang membutuhkannya. Semua perintah maupun larangan pasti ada hikmahnya bagi manusia. Imam Abdus Salam berkata : الشريعة كلها مصالح اما ان تدفع المفاسد او تجلب المصالح "Semua syari'at pasti mengandung kebaikan. Ada kalanya menolak kerusakan dan ada kalanya menarik kemaslahatan (kebaikan)" Dalam surat Al-Anfal Allah telah menjelaskan : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (24) [الأنفال/24] 24. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu[605], Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya[606] dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. [605] Maksudnya: menyeru kamu berperang untuk meninggikan kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta menghidupkan Islam dan muslimin. juga berarti menyeru kamu kepada iman, petunjuk jihad dan segala yang ada hubungannya dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. [606] Maksudnya: Allah-lah yang menguasai hati manusia. Semua yang diperintahkan Allah pasti mengandung maslahah. Hal ini tak lain karena Allah tahu akan keadaaan manusia. Manusia tidak tahu keadaan mereka sendiri baik sekarang maupun yang akan datang. Oleh karena itu dari dulu sampai sekarang para ahli etika tidak ada yang sepakat tentang apa itu perkara yang baik dan apa yang jelek. Ada yang mengatakan bahwa kebaikan adalah adat yang baik dalam suatu masyarakat. Ada juga yang mengatakan bahwa perkara yang baik adalah yang sesuai dengan hati nuraninya. Jadi manusia itu tidak pernah tahu apa yang baik bagi dirinya dan hanya Allah lah yang tahu. Manusia tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu Allah menurunkan ayat yang pertamanya dengan bunyi : اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) [العلق/1] 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Oleh karena itu manusia disuruh untuk membaca Al-Qur'an. Jadi hanya Allah lah yang tahu apa yang baik dan apa yang jelek. Dalam Al-qur'an surat Al-Baqarah ayat 216 disebutkan : ....وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216) [البقرة/216] 216. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. Jika kita berdo'a kepada Allah maka kita harus meminta agar kita diatur oleh Allah. Kita harus meminta apa yang baik menurut Allah. Bukan menurut kita karena mungkin saja sesuatu menurut kita adalah baik tapi kenyataannya tidak. Kita juga harus banyak membaca : حسبنا الله ونعم الوكيل Kita juga harus banyak bertawakal kepada Allah karena apa yang dilakukan Allah pasti baik bagi kita. Lalu apakah kita tidak perlu lagi berdo'a karena semua sudah diatur oleh Allah? Ibnu Athaillah bukan mengajak kita agar meninggalkan do'a namun beliau menyuruh agar kita memohon kepada Allah tentang apa yang baik bagi kita. Kita juga tidak boleh meninggalkan ikhtiar dan hanya mengandalkan do'a. Kita harus selalu berusaha dalam bekerja atau beribadah dan setelah itu baru kita bertawakkal. Wallahu A'lam.

0 komentar:

Poskan Komentar